Home Daerah Bupati Maluku Tengah H.Tuasikal Abua,SH Pimpin Rapat Satgas covid-19
Daerah - 13 Juli 2021

Bupati Maluku Tengah H.Tuasikal Abua,SH Pimpin Rapat Satgas covid-19

Print

Masohi-Malteng |mapikor-news.com — Bupati Maluku Tengah H Tuasikal Abua SH,memimpin rapat satgas covid-19,kabupaten Maluku Tengah.Bupati Tuasikal Abua,SH selaku ketua Tim Satuan Tugas Penanganan covid-19 Kabupaten Maluku Tengah didampingi Wakil Bupati Marlatu L Leleury,SE .

Pertemuan Terbatas Bersama Satuan Tugas Penanganan covid-19 kabupaten Maluku Tengah.Pertemuan ini guna membahas perkembangan penyebaran dan dinergi upaya percepatan pencegahan penanganan covid-19 di kabupaten Maluku Tengah. Masohi, 9/7/2021.

Dalam pertemuan terbatas Tuasikal Abua menyebutkan bahwa,sejak diumumkan adanya kasus covid-19 di Indonesia pada awal bulan Maret Tahun 2020,pemerintah telah melakukan berbagai upaya serta meningkatkan langkah-langkah ekstra dalam menangani pandemi covid-19 ini.Lanjut Tuasikal.

Pemerintah daerah telah banyak melakukan berbagai upaya yang maksimal untuk mencegah penularan virus corona ini, mulai dari sosialisasi, penanganan pasien yang terindikasi dan terkonfirmasi covid, pemberlakuan work from home atau WFH,pembelajaran siswa melalui daring,pembatasan aktifitas sosial dan keramaian serta kegiatan-kegiatan pencegahan dan penanganan lainnya.“Kita telah banyak mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi,pemberlakuan work from home dan pembelajaran siswa melalui daring serta pembatasan kegiatan-kegiatan keramaian,” Ujar Tuasikal Abua.

Bupati juga mengatakan saat ini kita juga telah berada pada tahap pemberian vaksinasi, yang merupakan sebuah ikhtiar bangsa dalam upaya untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19 serta penguatan imun tubuh seluruh masyarakat. “Kita telah memasuki fase vaksinasi dan saat ini masih berjalan, semua itu dalam rangka Ikhtiar kita dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 serta menguatkan imun tubuh bagi masyarakat,” Ujar Tuasikal Abua.

Tuasikal Abua juga membeberkan beberapa data jumlah kasus terpapar covid-19 di kabupaten Maluku Tengah, hingga saat ini jumlah kasus adalah sebanyak 2.145 jiwa dengan rincian,kontak erat sebanyak 39 jiwa, kasus suspek sebanyak 44 jiwa, kasus konfirmasi atau positif sebanyak 122 jiwa, sembuh 1.927 jiwa dan meninggal 13 jiwa. 

“Dari jumlah kasus tersebut, tergambar bahwa persentase masyarakat yang terpapar covid-19 adalah 5,7% positif covid, 0.6% meninggal dunia dan 89.8% berhasil disembuhkan,” Beber Tuasikal Abua.

Selanjutnya,kata Bupati Dua Periode bahwa dalam upaya memutus rantai penularan dan penguatan imun tubuh melalui vaksinasi, pemerintah kabupaten menargetkan sasaran vaksin sebanyak 254.257 jiwa. “Hingga saat ini, jumlah orang yang divaksin sebanyak 15.701 jiwa atau baru sekitar 6.2% masyarakat yang divaksin dari jumlah sasaran vaksin,” Ujarnya.

Persentase tersebut masih sangat minimal, sehingga melalui kesempatan ini, saya mengharapkan agar semua pihak dapat bekerja lebih keras lagi sehingga dapat mencapai target vaksinasi yang telah ditetapkan. “Tentu pemberian vaksin kepada masyarakat harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan melalui skrining yang sungguh-sungguh supaya target pemberian vaksinasi kepada masyarakat tepat sasaran,” Ungkap Tuasikal.

“Memang kita sadari bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya persentase vaksinasi adalah banyaknya berita palsu atau hoax yang mengiringi vaksinasi,”Ujarnya lagi. Untuk itu, kita harus selalu memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar dapat menerapkan prinsip filtering before sharing atau menyaring sebelum berbagi dan sharing is caring sebagai kepedulian kita dalam konteks mencari dan berbagi informasi bermanfaat yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Olehnya itu, masyarakat jangan percaya dengan isu-isu hoaks dan selalu menyaring setiap berita yang mau di sharing sebelum berbagi dan sharing is caring dalam konteks mencari informasi yang bermanfaat serta tertanggung jawab,” Tegas Tuasikal Abua.

Selanjutnya, kepada Gugus Tugas covid-19, saya minta untuk terus melakukan monitoring potensi kejadian ikutan pasca imunisasi, tentu pula dengan menerapkan SOP yang berlaku dan pendekatan yang persuasif kepada subjek penerima vaksinasi.  “Mudah-mudahan, dengan ikhtiar yang kita dilakukan, daerah dan bangsa ini akan segera bebas dari virus covid-19, agar sendi-sendi kehidupan bisa berjalan lagi dengan normal seperti sedia kala,”Tutupnya.( Mp Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Sekjen LPSK Dan Sekda Pemprov Babel Tandatangani Perjanjian Pinjam Pakai Kantor Penghubung LPSK Perwakilan Babel

Pangkal Pinang-Babel | mapikor-news.com – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPS…