Home Daerah Warga Negeri Hatumete Mengungsi Akibat Talud Penahan Ombak Amruk Dan Air Sungai Meluap
Daerah - 4 Juli 2021

Warga Negeri Hatumete Mengungsi Akibat Talud Penahan Ombak Amruk Dan Air Sungai Meluap

Print

Tehoru-Malteng | mapikor-news.com
Negeri Hatumete kecamatan Tehoru kabupaten Maluku Tengah pada hari Sabtu 3 Juli 2021 melakukan evakuasi kepada sebgian warga yang tinggal di pesisir pantai dan sungai.

Hal ini disebabkan karena robohnya talud penahan ombak pantai dan banjir hingga masuk di perumahan warga Negeri Hatumete.

Insiden ini di benarkan oleh KPN Hatumete BENARD LILIHATA ketika di konfirmasi media ini melalui via telpon menyampaikan ” benar kejadian itu pada tanggal 1 Juli kemarin hingga tanggal 3 kemarin,hujan serta ombak yang cukup besar menghantam talud hingga roboh, selain itu terjadi banjir juga yang menghantam perumahan warga yaitu warga RT 01 dan RT 02 sehingga kita langsung menghimbau warga agar bisa lakukan efakuasi dini “ungkap Lilihata”.

Lilihata menambahkan “untuk sementara mengantisipasi banjir susulan karena kita sudah pada musim hujan,yaitu warga dengan manual melakukan pencegahan dengan bahan dan alat seadanya,namun untuk talud kita tidak ada selain anjurkan untuk warga lakukan evakuasi ke rumah keluarganya yang jauh dari pesisir pantai, mengingat hanya 15 meter dari talud yang roboh dengan perumahan warga” tambah Lilihata.

Atas insiden ini membuat warga khususnya yang tingal tak jauh dari talud yang ambruk dan sungai tersebut,sangat khawatir akan datangnya ombak susulan dan banjir kembali.

Selain itu Lilihata menjelaskan kita sudah melaporkan ke pimpinan kecamatan dan dinas terkait tentang musibah ini, sementata itu kita sudah menghimbau kepada warga yang rumahnya dekat pantai dan sungai agar sementara tinggal di keluarga mereka yang jauh dari daerah rawan bencana tersebut.

KPN yang juga ketua Latupati kecamatan Tehoru,berharap kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui BPBD agar secepatnya bisa melihat kondisi yang ada karena ini berkaitan dengan keselamatan warga.

Yang menjadi perhatian bukan hanya 67 meter namun sepanjang 213 meter juga mengalami rusak berat akibat di hantam ombak dari dua hari yang lalu yaitu dari Tanggal 1 July hingga 3 July akibatnya sepnjang 67 meter Talud roboh dan warga yang rumahnya tergenang air akibat banjir.Tutupnya.(MP RH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Sekjen LPSK Dan Sekda Pemprov Babel Tandatangani Perjanjian Pinjam Pakai Kantor Penghubung LPSK Perwakilan Babel

Pangkal Pinang-Babel | mapikor-news.com – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPS…