Home Daerah Terkait adanya temuan dan dampak pembangunan jalan Tol Serang – Panimbang Yang dilaksanakan Oleh PT. WIKA diantaranya juga
Daerah - 14 Juni 2021

Terkait adanya temuan dan dampak pembangunan jalan Tol Serang – Panimbang Yang dilaksanakan Oleh PT. WIKA diantaranya juga

Print

Terkait adanya temuan dan dampak pembangunan jalan Tol Serang – Panimbang
Yang dilaksanakan Oleh PT. WIKA diantaranya juga

  1. Bangunan Rumah yang retak.
  2. Ternak Burung Pada Mati
  3. Jalan dari Kandang Numpang – Serdang di Non Aktipkan
  4. Kebisingan
  5. Polusi Udara

Lebak-Banten | www mapikor-news com.

Setelah Tuntutannya Tidak direspon Oleh Pihak PT, PP warga Kp, Kandang Numpang RT, 04, RW, 02, Melakukan Aksi Demo Rame – rame Turun Kejalan, Pada Hari ini Senin tanggal 14 Juni 2021. Desa Pasarkeong Kecamatan Cibadak, kabupaten Lebak Banten.

Diarea Jalan Tol Serang Panimbang yang belum selesai pengerjaannya, pada hari ini jalan Tol mendadak Rame dipadati warga dua kampung yang berada di Desa Pasarkeong mengadakan aksi demo turun kejalan, Menuntut keadilan dari pihak terkait, dalam hal ini PT, PP yang saat ini sedang melaksanakan pengerjaan proyek jalan Tol Serang Panimbang.
Warga menuntut beberapa kerugian yang alaminya karena adanya kegiatan pemadatan yang menggunakan Alat berat tersebut, akibatnya menimbulkan getaran yang sangat keras, sehingga berimbas terhadap keretakan tembok Rumah-rumah warga dan pemicu dari aksi tersebut adalah disebabkan karena tidak adanya konfirmasi dari, Kepala Desa Pasarkeong Encup Suproni.
Terkait penyampaian Surat Permohonan Pengajuan Gantirugi, kepada warga Setempat. Atas beberapa tuntutan yang diajukan Oleh warga KP, Tersebut yang banyak Mengalami kerugian yang sebelumnya, warga setempat sudah berkirim surat. Beberapa Minggu yang lalu ke Balai Desa Pasarkeong dan warga meminta kepada Kepala Desa Pasarkeong Encup Suproni, untuk menyampaikan surat pengajuan permohonan Ganti Rugi. Oleh pihak PT,PP. Namun hingga warga mengadakan aksi demo pun, belum mendapat jawaban yang pasti dari pihak terkait, bahkan wargapun sempat menunggu informasi dari kepala Desa Setempat padahal beberapa hari yang lalu warga sangat mengharapkan kehadiran dari Bp, Kepala Desa Setempat. Saat tokoh masyarakat mengadakan Forum kecil untuk membahas hal ini, namun kepala Desa Tersebut berhalangan hadir. Sehingga sampai pada kesepakatan untuk melanjutkan aksi turun ke jalan.
Bp, Hasim ketua RT, 04 RW, 02, Kp, Kandang Numpang.

Menyampaikan terkait PT, WIKA ya initinya harus menunggu selesainya proyek Nasional ini makanya kami menunggu kebenarannya. Maka kami tadi turun melakukan aksi karena kami tidak percaya tidak adanya konsep-konsep yang bisa kami percaya, dari lima tuntutan sudah disetujui udah diutarakan semua, mengenai jalan yang terputus yang kami ajukan itu disuruh ada kordinasi maupun pihak terkait harus laporan ke tingkat RT, RW, kemudian ke pihak Desa, kekecamatan sampai dengan ke Tingkat Bupati sangat disayangkan makanya bagi kami kenapa ini satu Desa untuk area yang lain harus ada syarat-syarat seperti itu. Intinya kenapa di yang lain ada tapi bukan JPO, tapi jalan yang bisa dilalui kendaraan juga itu masih satu desa kenapa dibeda-beda alesannya gatau juga karena ga ada gambar tidak ada pengajuan dari awal dan sebaginya itu alasannya terang Hasim, jadi kami sebagai warga merasa dikucilkan seolah-olah tidak diakui harapan masyarakat tadinya jalan aktip minta diaktipkan lagi seperti itu aja, klw tidak ada respon dari pihak terkait yang sudah disosialisasikan maupun musawarah tadi tidak diamini tidak direlisasikan sesuai janji-janji mereka mungkin kami akan adakan aksi lebih Akbar lagi terang Hasim ketua RT kandang numpang.
Hal ini juga disangkal oleh kepala Desa Pasarkeong Encup Suproni, yang mengaku sudah sesuai prosedur dalam menjalankan tugasnya, dan sudah maksimal memfasilitasi warganya.
Namun nyatanya pihak kepala desa tersebut tidak bisa menghadiri Forum musyawarah yang diadakan warga tersebut, guna menyampaikan perkembangan informasi atas surat permohonan Gantirugi tersebut dari pihak PT, Terkait disisi Lain warga juga menuntut adanya JPO, karena akses yang menuju kampung Serdang seolah dimatikan tidak ada akses untuk putra putri mereka menuntut ilmu pendidikan agama dan jalan satu-satunya menuju tempat belajar mengajar dikampung sebelah atau dikampung Serdang berdiri pesantren Manahijussadat yang kesehariannya dijadikan tempat belajar putra putri mereka, yang membuat warga kecewa dan iri, dikampung lain diajukan dan difasilitasi jembatan JPO yang titiknya masih satu Desa. Akhirnya pihak PT,PP pun mengajak warga untuk duduk bersama didampingi Babinsa, Babinmas Desa setempat untuk mencari solusi yang baik.
Dihadapan para petinggi PT,PP, Hasim sebagai ketua RT setempat sekaligus mewakili warganya meminta agar kepala Desa membantu memfasilitasi dan warganya, dan Hasim pun menyampaikan beberapa tuntutan atas hak-haknya kepada beberapa orang yang mewakili PT,PP Namun berita ini ditayangkan belum ada keputusan yang jelas atas penggantian hak warga dan harus ditempuh sesuai prosedur yang disarankan oleh perwakilan dari pihak PT Terkait, Dalam aksi demonstrasi dikawal langsung Oleh pihak ke Polisian.
Edo selaku Humas PT, PP. Enggan memberikan komentar. Lebak mapikor ( Drik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kapolri Dan Panglima TNI Tumpangi R4 Minibus Hiace Dapat Pujian Masyarakat Bangka Belitung

Kapolri Dan Panglima TNI Tumpangi R4 Minibus Hiace Dapat Pujian Masyarakat Bangka Belitung…