Home / Daerah / Majelis Desa Adat Kecamatan Kuta Badung Bali Meminta Kepastian Menparekraf Sandiga Uno “KAPAN DESTINASI WISATA BISA DIBUKA KEMBALI KHUSUSNYA DI KUTA”

Majelis Desa Adat Kecamatan Kuta Badung Bali Meminta Kepastian Menparekraf Sandiga Uno “KAPAN DESTINASI WISATA BISA DIBUKA KEMBALI KHUSUSNYA DI KUTA”

Print

Majelis Desa Adat Kecamatan Kuta Badung Bali Meminta Kepastian Menparekraf Sandiga Uno “KAPAN DESTINASI WISATA BISA DIBUKA KEMBALI KHUSUSNYA DI KUTA”

Bali | www.mapikor-news.com

Kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, yang selama ini diharapkan masyarakat Kuta Kabupaten Badung akhirnya terwujud. pada 12 Juni 2021, Menteri Parekraf tiba di Bali bersama rombongan, walaupun dalam perjalanannya dari Bandara sedikit terjadi insiden. akibat beberapa anak muda yang memanfaatkan jalan, seperti dari dan menuju Bandara dipakai untuk melakukan balapan liar atau trek trekan. tapi tidak terlalu menjadi halangan Pak Menteri menuju tempat pertemuan.

Pertemuan Menparekraf Sandiaga Uno, dengan Majelis Desa Adat Kecamatan Kuta berjalan hikmat dan lancar. pertemuan yang dilaksanakan diruang Masadu Ajeng Hotel Legian Beach Bali, memberi kesempatan kepada tokoh tokoh adat untuk mengutarakan berbagai masalah, yang dihadapi masyarakat Badung khususnya masyarakat Kuta.

Pada kesempatan tersebut, Pak KaPolsek Kuta Kompol Nyoman Gatra mengharapkan agar masyarakat Kuta, khususnya untuk tertib terhadap aturan Prokes. Supaya kuta segera mendapat Predikat Zona Hijau, sebagai salah satu persyaratan untuk di bukanya kebali Bali, khusunya Kuta sebaggai Obyek Denstinasi Pariwisata.

Pada waktu yang sama, masyarakat Kuta yang diwakili oleh Tokoh Kuta yanggjuga Anggota DPRD Badung, meminta kepada Menparekraf yang didampingi tim ahli terkait pariwisata, agar Kuta Badung segera di buka sebagai  Destinasi Pariwisata, dengan tetap menerapkan protol kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. selain itu masyarakat se Kecamatan Kuta Badung mendesak Menparekraf, agar ada kepastian di bukanya Pariwisata Bali khususnya Kuta, kepada Pemerintah Pusat melalui Menparekraf.

Keluhan  masyarakan yang terwakilkan oleh Jro Bendesa Adat Kuta, A A Anom Gumanti dan Jro Bendesa Adat Tuban telah tersampaikan dengan sangat simpatik. terarah dengan fakta fakta yang sangat  realitas dan Menohok, hal ini disebabkan situasi dan kondisi masyarakat Kuta yang diakibatkan terdampak Pandemi Covid 19, Perekonomian  masyarakat yang tergatung dari Sektor Pariwisata mengalami lumpuh total.(Jro)

About Dedi

Check Also

Akhirnya Anggota Jula jula ” Putri Diana Jawak” Resmi Laporkan Bandarnya Ke Polisi. DELITUA | …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *