Home / Daerah / Ketua Komite SMKN 1Tanjabtim, “Bantah Pungutan Komite Rp 75.000,-/Bulan”

Ketua Komite SMKN 1Tanjabtim, “Bantah Pungutan Komite Rp 75.000,-/Bulan”

Print

Tanjabtim-Jambi |mapikor-news.com — Beredar gunjingan hangat mengarah kepada aroma issu miring besaran pungutan komite SMKN1 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) – Jambi, sebesar Rp 75.000,-/siswa setiap bulannya, menimbulkankesan tuduhan bahwa pihak sekolah tidak peduli dengan keadaan masa pandemi covid-19, anak nggak belajar kok pungutan jalan terus, keluh orangtua siswa kepada media mapikor-news.com ini, besarannya Rp 75,000,-/ bln, dengan kondisi sekarang, sangat lah berat bagi kami, kata ibu siswa bernada sedih.

Guna klarifikasi,ketua komite SMKN 1 Tanjabtim, Markaban, saat dikonfirmasi membantah pungutan komite sejumlah Rp 75.000,- perlu diluruskan, bukan sebesar itu, kebenarannya hanya Rp 25.000,-, dan nilai nominal tersebut adalah berdasarkan hasil keputusan rapat komite bersama wali murid, sebut Markaban.

Dikatakan, alokasi dana tersebut diperuntukkan membayar gaji guru honor, ada 18 orang tenaga honor yang tidak terbebani dari dana BOS, kalau para orangtua mengeluhkan bayaran yang dimaksud dengan faktor pandemi covid-19, lantas para tenaga honor kita mau makan apa, ya kita sangat mengerti dan semua juga terimbas dan merasakan kondisi sekarang, terang Markaban.

Lebih rinci,kepsek SMKN 1 Tanjabtim, Joni Efriadi, ketika dihubungi langsung, Jum’at, (11/06/21), mengatakan,Rp 25.000,- dana komite, Rp 25.000,- untuk dana resimen pramuka dan UKS, total Rp 50.000,- komite dan resimen, bukan Rp 75.000,- sehubungan pandemi, kegiatannya dikurangi, bukan sama sekali tidak dilaksanakan, terkait keluhan para orangtua siswa, pihak sekolah terbuka, artinya jika ada hal hal yang kurang jelas, mari datang kesekolah, kita duduk bareng untuk mencari solusi terbaik, semua nya akan terpecahkan, jelas Kepsek yang memiliki 460 siswa ini, secara koperatif.(Jdk)

About Dedi

Check Also

Akhirnya Anggota Jula jula ” Putri Diana Jawak” Resmi Laporkan Bandarnya Ke Polisi. DELITUA | …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *