Home Daerah Kedua Warga Bersengketa Karena Tanah Yang Digarap Bertahun-tahun Secara Mengejutkan Terbit Sertifikat Yang Dihibahkan
Daerah - 5 Juni 2021

Kedua Warga Bersengketa Karena Tanah Yang Digarap Bertahun-tahun Secara Mengejutkan Terbit Sertifikat Yang Dihibahkan

Print

Bojonegoro | mapikor-news.com — Jum’at 4 Juni 2021 perseteruan dua warga desa Jono kecamatan Temayang Bojonegoro Hj.Painem dengan Wakiran memperebutkan sebidang tanah yang berlokasi di desa Jono seluas sekitar 1000m2 yang masih dalam status sengketa sita jaminan oleh pengadilan negeri Bojonegoro.

Menurut warga desa Jono kecamatan Temayang Bojonegoro yang tidak jauh dari lokasi tanah sengketa yang bernama Wakis 50 tahun mengatakan bahwa tanah tersebut asal usulnya milik Wakiran, kemudian sekitar tahun 2000an tanah tersebut ditawarkan kepada siapa saja tidak ada yang mau, akhirnya pada tahun 2004 Wakiran butuh uang untuk membiayai anaknya.

Selanjutnya Wakiran menawarkan tanahnya ke Hj.Painem yang lebih dikenal dengan nama Mak Nem dan pada waktu ikut bekerja sebagai sopir di H.Dasuki suami Mak Nem yang pada waktu itu menjabat sebagai kepala desa setempat.Dan keinginan Wakiran untuk menjual tanah ke Mak Nem sudah sepakat dan menurut uang yang telah diterima Wakiran 45 juta dan kalau sertifikat tanah sudah jadi dilunasi, ungkapnya.

Selanjutnya Eko Wahyudi warga desa ngujung Temayang bersama beberapa temannya mendatangi balai desa Jono untuk menanyakan ke Bukades Jono terkait tanah temannya yang bernama Witono anak dari Wakiran.

Kepala desa Jono kecamatan Temayang tenang menghadapi beberapa warga yang menanyakan terkait seputar permasalahan tersebut diatas.
pihak kades Jono mengatakan permasalahan yang bahwa” hal ini sudah bukan wewenang desa akan tetapi sudah masuk ke ranah Pengadilan negeri Bojonegoro” , jelas nya .

Menurut Hj.Painem (Mak Nem) saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya menggunakan tanahnya Wakiran untuk ditanami sejak ada transaksi pembelian pada tahun 2004 hingga 2020 tidak ada permasalahan dan pajak tanah yang membayar adalah Mak Nem selama 16 tahunan,kemudian tiba-tiba pada tahun 2020 pihaknya terkejut kalau pihaknya dilihatkan sertifikat tanah oleh Witono anak dari Wakiran dan sertifikat tanah yang ditunjukkan itu tanah yang beliau Tanami tersebut.

Dan Eko Wahyudi selaku teman Witono mengatakan bahwa tanah yang menjadi sengketa tersebut tahun 1992 telah terbit sertifikat atas nama Wakiran dan pada tahun 2020 tanah itu telah dihibahkan ke anaknya yang bernama Witono, pungkasnya.

Dan hingga saat ini lokasi tanah yang berlokasi di desa Jono kecamatan Temayang kabupaten Bojonegoro masih dalam status sengketa sesuai no I/B sita jaminan/29231/Pengadila Negeri Bojonegoro.(Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Sekjen LPSK Dan Sekda Pemprov Babel Tandatangani Perjanjian Pinjam Pakai Kantor Penghubung LPSK Perwakilan Babel

Pangkal Pinang-Babel | mapikor-news.com – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPS…