Home Daerah Puluhan Babi Hutan, Ditemukan Mati Mendadak, Di Wilayah Kelurahan Rano- Tanjabtim
Daerah - 24 Mei 2021

Puluhan Babi Hutan, Ditemukan Mati Mendadak, Di Wilayah Kelurahan Rano- Tanjabtim

Print

Tanjabtim-Jambi | mapikor-news.com — Sebulan terakhir (dari bulan Mei) tingkat kematian hama babi hutan (liar) meningkat tajam di kecamatan Muara Sabak Barat- kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), khususnya wilayah kelurahan Rano, dari pertengahan bulan April hingga Mei 2021, hampir puluhan ekor bangkai babi hutan ditemukan setiap hari nya, hal ini disebutkan Jhonris Tamba, yang aktif sebagai penjerat babi liar, di seputar kelurahan Rano, sekarang ini, jangankan menemukan babi liar, jejak kakinya aja nyaris tidak kelihatan lagi, sambungnya.

Dikatakan, puncak populasi kematian, awal hingga pertengan Mei. dampak kematian dari binatang liar ini sampai sejauh ini, memang belum terasa bau menyengat sampai kepermukiman penduduk sekitar, namun pihaknya tetap kwatir, karena kematian mendadak yang seperti ini, tergolong langka, dengan kejadian ini, memaksa saya harus beralih profesi, ungkap Jhonris, Minggu, (23/05/21).

Lurah Rano, Dedi Kurniawan, dihubungi Minggu malam, melalui whatApp mengatakan, mengenai peristiwa kematian hewan babi yang mendadak, pihaknya, belum ada mendapatkan laporan dari warga, namun demikian, akan tetap kami tindak lanjuti, kata Lurah, menyikapi.

Untuk mengetahui, apakah kejadian yang sama merambah ke desa lain nya, terkonfirmasi didesa Pandan Makmur, ketika dihubungi melalui telopon, sampai hari ini tidak ditemukan seperti yang terjadi di kelurahan Rano, jelas Kades Pandan Makmur, Amsori, menjawab Media ini, terkait hal serupa, baik dari laporan warga, sama sekali tidak ada, kata Kades,

Diketahui, peningkatan hama lalat, sepanjang Mei menyebar keperumahan penduduk jumlah populasinya sangat tinggi, berbeda dari waktu waktu sebelumnya, apakah berasal dari dampak Kematian hewan ini, atau bersumber dari kandang usaha ayam menjadi pertanyaan yang berkembang ditengah masyarakat, tanpa tahu jawaban pasti.

kejadian ini, diharapkan menjadi perhatian serius dari Dinas Instansi terkait, bukan bermaksud rasa takut yang berlebihan, namun lebih kepada kondisi pandemi covid-19, agar masyarakat mengetahui sampai dimana pengaruh dari virus kematian tersebut, terhadap keberlangsungan kehidupan maupun ternak jenis peliharaan lainnya, khusus nya warga sekitar Kelurahan Rano.(Jdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Sekjen LPSK Dan Sekda Pemprov Babel Tandatangani Perjanjian Pinjam Pakai Kantor Penghubung LPSK Perwakilan Babel

Pangkal Pinang-Babel | mapikor-news.com – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPS…