Home / Daerah / Taufik Sipembawa Kabur Barang Bukti Motor Jadi Target Operasi (TO) Dikejar Pihak Kepolisian Polda Sumatera Utara

Taufik Sipembawa Kabur Barang Bukti Motor Jadi Target Operasi (TO) Dikejar Pihak Kepolisian Polda Sumatera Utara

Print

Taufik Sipembawa Kabur Barang Bukti Motor Jadi Target Operasi (TO)  Dikejar Pihak Kepolisian Polda Sumatera Utara

Medan | www.mapikor-news.com

Penangkapan terhadap Hasman Mahmid sebagai Bandar narkoba Diduga kuat adalah hasil rekayasa Taufik keponakannya sendiri, yang sekarang Buron dengan membawa motor barang bukti, sedang dalam pencarian pihak kepolisian.

Korban Rekayasa Penangkapan ( Hasman Mahmid )

Kronologis kejadian penangkapan Hasman Mahmid dirasakan sangat aneh dan penuh keganjilan, berawal dari kehadiran Taufik dirumahnya yang telah dijadikan kantor Sekertariat LSM Indonesia Investigasi Korupsi sekaligus kantor Perwakilan Media Mapikor Sumatera Utara, yang merupakan TKP.

Kedatangan Taufik tidak  dihiraukan Hasman karena dia Taufik sudah terbiasa duduk dikantor sambil main HP, berselang beberapa saat kemudian Yuli turun dari lantai 2 langsung menuju ke ruangan kantor dimana Taufik berada, Yuli memang sering saya suruh untuk belanja makanan dan minuman karena saya dan tukang bangunan memang sedang sibuk mengerjakan dinding samping batas antara ruang tengah menuju ke belakang yang akan dipergunakan untuk tempat usaha, setelah sekian lama Yuli dan Taufik ngobrol sekitar pukul 15.00 Yuli keluar membawa motor saya, biasanya tidak pernah lama kalau Yuli keluar karena hanya untuk ke warung. Kalau lama keluarnya pasti Yuli pamit saya.

Setelah sekian lama pergi ketika kembali rupanya Yuli sudah bersama sama pihak Kepolisian Polda Sumatera Utara langsung masuk kerumah mengikuti Yuli tanpa membawa surat apapun, ketika ditanya Hasman maksud dan tujuan kedatangan mereka  Hasman langsung ditahan dan dibentak oleh para Polisi tersebut.

Para Polisi yang hendak menangkap Hasman langsung menuju keatas atap seng mengambil barang bukti sabu seberat 1 gram, Hasman sangat bingung dan kaget, pihak kepolisian seolah sudah tau kalau ada barang bukti sabu tersebut diatas atap seng, sementara saya sendiri tidak tau apa-apa, pihak kepolisian seolah sudah mendapat informasi terkait keberadaan barang tersebut, bahkan keterangan yang saya terima sesuai pertanyaan polisi kepada bahwa saya Bandar Narkoba dengan kapasitas jumlah barang hingga Kiloan jumlahnya, akan tetapi anehnya mereka sama sekali tidak menggeledah seisi rumah, yang seharusnya dilakukan Polisi apalagi sesuai laporan yang diterima Polisi saya adalah bandar besar.

Kemudian Saya bersama Yuli dibawa paksa, sementara tidak ada satu orangpun yang dimintai keterangan, padahal jelas ada tukang yang bekerja disitu, bahkan Taufik yang berada disitu, sama sekali tidak digubris Polisi,  seharusnya sesuai prosedur penangkapan Taufik juga harus dicurigai dan ikut dibawa sebagai saksi untuk dimintai keterangannya, sementara Yuli yang diikuti Polisi juga bingung ketika ditanya terkait barang bukti tersebut Yuli sama sekali tidak tahu menahu terkait keberadaan barang bukti yang ada di atas atap seng tersebut.

Menurut Hasman kepada media Mapikor, setelah ditangkap saya langsung dibawah dan dipukuli agar saya mengakui bahwa saya adalah Bandar narkoba saya bersikeras tidak mengakui karena saya merasa bukan pengedar narkoba, justeru rumah saya sedang dirapikan oleh tukang untuk saya jadikan tempat usaha makanan.

Setelah saya ditahan sekian lama akhirnya saya mengetahui terkait rencana untuk menjebak diri saya berdasarkan keterangan Junaidi yang beralamat di Pasar 3 Krakatau Medan bahwa penjebakan diri saya sudah direncanakan Taufik cukup lama sebelum akhirnya saya digrebek pihak Polisi, dengan harapan saya akan mengakui bahwa barang haram yang ada di atap seng tersebut adalah milik saya, dan saya berkesimpulan dari semua rencana dan skenario yang di buat oleh Taufik gagal, walaupun saya masih ditahan tapi saya tidak pernah terbukti bertransaksi sabu atau narkoba dengan siapapun, jika itu pengakuan yang diharapkan dari saya.

Skenario penangkapan diri saya oleh Taufik karena ingin membalas dendam akibat sakit hati kepada saya sebagai Pamannya karena dianggap saya yang menyebabkan mamanya ditegur keras pihak Inspektorat karena member Informasi kepada saya sebagai Ketua DPW Indonesia Investigasi Korupsi Sumatera Utara terkait Kasus Korupsi Penyimpangan Tunjangan Dana Dinas Luar Bidan Desa pada puskesmas desa tanjung  redjo yang melibatkan dr. Budi Afrian sebagai Kepala Puskesmas Tanjung Redjo. (berita tersebut sempat dipublikasi media Mapikor baik pada media Online maupun media Cetak.

Oleh sebab itu saya menganggap lanjut Hasman kepada media Mapikor bahwa pihak Polisi telah termakan hasutan Taufik dalam rangka menjebak saya, seharusnya pihak Polisi lebih teliti ketika menerima informasi dari Taufik, amati dulu pergerakan saya apakah mencurigakan atau tidak, kalau perlu pada saat penangkapan langsung diminta melakukan tes Urine bukan setelah 6 hari penahanan saya baru dilakukan tes Urine anehnya lagi hasil tes Urine tersebut diberitahukan setelah 1 bulan kemudian setelah saya desak, itupun hanya secara lisan bukan diberikan catatan hasil uji lab.

Saya hanya berharap keajaiban Tuhan, tapi saya yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak buta, kebenaran akan terungkap waktulah yang akan membuktikan segalanya, saya merasa bahwa saya memang telah Dikriminalisasi dan hal ini sudah mulai terbukti dengan hilangnya sepeda motor saya yang diizinkan Polisi untuk dibawah Taufik, yang jelas keberadaannya di tempat kejadian perkara tapi diabaikan oleh pihak Polisi pada saat pengkapan diri saya, dan berdasarkan pengalaman saya jika Polisi melakukan Penggerebekan siapun yang berada di TKP pasti dibawa untuk dimintai keterangannya, dan seharusnya motor adalah barang bukti yang tidak boleh dipakai sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku, akan tetapi motor tersebut oleh pihak Polisi membolehkan Taufik membawanya.

Hasman juga memberikan keterangan kepada media Mapikor bahwa melalui LSM Indonesia Investigasi Korupsi saya akan melayangkan surat resmi kepada Kepala Bidang Propam Polda Sumatera Utara untuk meminta Keadilan terhadap diri saya, dengan Doa agar Tuhan Yang Maha Pengasih Dan Penyayang bisa mengetuk hati nurani pihak Kepolisian untuk membebaskan saya karena saya memang tidak bersalah Amin. 

Redaksi

About zidh07

Check Also

Guna Memutus Mata Rantai Covid 19, Polsek Biru Biru bagi bagi Masker kepada Pengendara Dan Hibau Pelaksanaan Vaksinasi Massal

Guna Memutus Mata Rantai Covid 19, Polsek Biru Biru bagi bagi Masker kepada Pengendara Dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *