Home / Daerah / Sidang Minerba Dengan Terdakwa Arih Ersada Ginting: Hakim Minta Terdakwa Perlihatkan Bukti Surat Menyurat.

Sidang Minerba Dengan Terdakwa Arih Ersada Ginting: Hakim Minta Terdakwa Perlihatkan Bukti Surat Menyurat.

Print

Sidang Minerba Dengan Terdakwa Arih Ersada Ginting:
Hakim Minta Terdakwa Perlihatkan Bukti Surat Menyurat.

LUBUK PAKAM | www.mapikor-news.com

Setelah mendengarkan keterangan saksi korban dan saksi ahli, pada sidang perkara mineral dan pertambangan (minerba) dengan terdakwa Arih, Selasa (3/5), agenda sidang yang dilaksanakan di PN. Lubuk Pakam, untuk mendengarkan keterangan terdakwa dan pembuktian surat-menyurat.

Dan rencananya, sesuai perintah majelis hakim yang diketuai Rina Lestari Sembiring, SH, pihak kejaksaan harus menghadirkan barang bukti alat berat ke kantor Cabang Kejaksaan Pancur Batu, Rabu (4/5). Sementara data yang diterima dari lapangan, saat petugas Polrestabes Medan turun ke lokasi pengorekan, tidak melihat atau menemukan barang bukti dimaksud.

Dalam kaitan itu, ratusan warga Kecamatan Sibolangit meminta kepada pihak kejaksaan Pancur Batu dan majelis hakim yang menangani perkara tersebut, harus bersikap arif dan bijaksana. Mereka juga minta agar terdakwa diberikan hukuman yang seberat-beratnya, sehingga bisa memberi efek jera.

“Kami minta kepada Jaksa Reski Pradana Romli, SH dan Hakim supaya menjatuhkan hukuman yang berat kepada terdakwa. Hal ini untuk memberikan efek jera terhadap si terdakwa agar tidak semena-mena dengan masyarakat kecil seperti kami ini,” ucap warga.

Dan khusus perkara yang satu ini, ratusan warga tersebut tetap melakukan pemantauan proses persidangannya. Pasalnya, warga tidak ingin pihak-pihak yang menangani perkara itu ada ‘main mata’ dengan keluarga terdakwa dalam upaya meringankan hukuman.

“Sejak adanya aktifitas pengorekan tanah timbun yang dilakukan Arih Ersada Ginting itu, lahan pertanian kami jadi rusak, drainase tidak bisa lagi difungksikan. Selain itu, jembatan-jembatan kecil di sekitar desa kami juga mengalami kerusakan,” ungkap warga.

Seperti diketahui, terdakwa Arih Ersada Ginting ditangkap berdasarkan laporan dari saksi korban, Longge Br Ginting (54) warga dsn III Desa Batu Mbelin, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang. Dalam laporannya disebutkan, kalau terdakwa Arih Ersada Ginting telah mengorek tanah miliknya tanpa mendapatkan izin darinya.

“Karena jengkel dan kecewa, makanya saya laporkan dia (Arih Ersada Ginting) ke Polrestabes Medan, agar kasusnya diproses sesuai hukum yang berlaku. Apalagi, dia (Arih Ersada Ginting) terkesan kebal hukum, karena berani mengorek tanah orang lain tanpa minta persetujuan dari sang pemilik,” ucap Longge.

Terungkap di persidangan, terdakwa Arih Ersada Ginting warga Desa Sembahe, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang ini ditangkap dari kediamannya, Selasa (23/2). Penangkapan tersebut terkait laporan dari Longge Br Ginting ke Polrestabes Medan pada 24 April 2020 lalu, sesuai Tanda Bukti Laporan Nomor : STPL/1022/YAN.2.5/K/IV/2020/SPKT RESTA MEDAN.

Ibu rumah tangga ini mengatakan, aksi pengorekan tanah di lahan miliknya yang dilakukan tersangka ini diketahui pada akhir 2019 lalu. Ketika itu, selagi pergi ke perladangannya di kawasan dsn I Desa Batu Mbelin, Sibolangit, korban melihat kalau tanah pembagian warisan dari alm. suaminya telah digali dengan menggunakan alat berat oleh Arih Ersada Ginting. Korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada anaknya.

Lalu, anak kedua saksi korban bernama Jesaya Hermanto Tarigan mendatangi terdakwa Arih Ersada Ginting untuk menanyakan hal tersebut. Namun, Arih Ersada Ginting menyatakan kalau tindakan yang dilakukannya tidak ada masalah, karena hanya sedikit saja tanah korban yang digali.

Beberapa hari kemudian, anak pertama saksi korban bernama Rusianto Tarigan pergi ke ladang orang tuanya (korban), dan melihat kalau tanah milik orang tuanya itu masih saja digali oleh terdakwa Arih Ersada Ginting menggunakan alat berat, sehingga tanaman pembatas pada saat pengukuran bersama ahli waris lainnya sudah bertumbangan. Rusianto pun menemui terdakwa Arih Ersada Ginting untuk meminta agar tidak lagi menggali tanah orang tuanya (Longge Br Ginting).

Namun, terdakwa Arih Ersada Ginting tetap tak mau perduli. Dia (Arih Ersada Ginting) juga mengaku tanah yang digalinya itu milik orangtuanya sendiri, dan sesuai izin galian yang resmi. Bahkan, terdakwa Arih Ersada Ginting mengucapkan kalimat seperti menantang dengan mengatakan, kalau Rusianto tak senang silahkan buat laporan pengaduan ke polisi.(edi)

About zidh07

Check Also

Guna Memutus Mata Rantai Covid 19, Polsek Biru Biru bagi bagi Masker kepada Pengendara Dan Hibau Pelaksanaan Vaksinasi Massal

Guna Memutus Mata Rantai Covid 19, Polsek Biru Biru bagi bagi Masker kepada Pengendara Dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *