Home Daerah MANSUR KEPALA BPKAD KOTA TIDORE KEPULAUAN JADI BUNGKAM SEPERTI WALIKOTA DAN WAKILNYA ADA APA … ???
Daerah - 22 April 2021

MANSUR KEPALA BPKAD KOTA TIDORE KEPULAUAN JADI BUNGKAM SEPERTI WALIKOTA DAN WAKILNYA ADA APA … ???

Print

MANSUR KEPALA BPKAD KOTA TIDORE KEPULAUAN JADI BUNGKAM SEPERTI WALIKOTA DAN WAKILNYA ADA APA … ???

 “Walikota dan Wakil Walikota serta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemkot Tidore Kepulauan Mansur, “Kok jadi Bungkam” Rincian Rekayasa Laporan Keuangan sudah Dipaparkan secara gamblang.  

Jakarta | www.mapikor-news.com

Keputusan Tim Pemantau Laporan Keuangan LSM Indonesia Investigasi Korupsi untuk langsung mempublikasikan Rincian Rekayasa Selisih Penyimpangan LHP Laporan Keuangan Kota Tidore Kepulauan Nomor : 21.A/LHP/XIX.TER/06/2020 Tanggal : 16 Juni 2020 Tahun buku 2019 dengan tujuanmenanggapi komentar Mansur Kepala BPKAD Kota Tidore yang mengatakan bahwa Tim Pemantau Laporan Keuangan LSM IIK tidak memahami LHP, sekalis berharap agar masyarakat Kota Tidore memahami bahwa telah terjadi Rekayasa Selisih Penyimpangan Laporan Keuangan APBD Kota Tidore Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 9.097.065.181,-

Agar Pemerintahan daerah bisa berjalan Clean Government dan Good Governance masyarakat Kota Tidore Kepulauan berhak untuk mempertanyakan Dugaan Rekayasa Selisih Penyimpampangan Laporan Keuangan Kota Tidore Kepulauan yang telah dipublikasikan secara Gamblang melalui media Mapikor baik kepada Pemerintah Daerah maupun kepada pihak Auditor BPK RI Perwakilan Maluku Utara terkait hal tersebut, sebab sampai dengan saat ini baik Pemerintah Kota Tidore maupun BPK Perwakilan Provinsi Maluku Utara tidak menanggapi Dugaan Rekayasa Laporan Keuangan tersebut.

Berikut ini kembali Tim Pemantau Laporan Keuangan LSM Indonesia Investigasi Korupsi IIK, memaparkan Rincian Selisih Dugaan Penyimpangan Laporan Keuangan tersebut.

Selisih (Penyimpangan) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan terletak pada :

  1. Selisih Kas dan Setara Kas sebesar Rp.  7.137.305.392,- (Tujuh milliar seratus tiga puluh tujuh juta tiga ratus lima ribu tiga ratus Sembilan puluhdua rupiah)

Selisih tersebut dikarenakan terdapat perbedaan antara :

  1. Saldo Kas dan setara Kas Awal yang disajikan di Neraca adalah            Rp. 31.835.430.046,-
  2. Saldo Kas Dan setara Awal yang disajikan pada Laporan Arus Kas       Rp.  24.470.662.893,-

Selisih Penyajian Saldo Kas Dan Setara Kas Awal (31/12/2018)             Rp.    7.364.767.153,-

Hal ini menggambarkan bahwa Saldo Kas Awal yang disajikan pada Laporan Arus Kas dengan yang disajikan di Neraca terjadi perbedaan sebesar Rp. 7.364.767.153,-

Perbedaan Saldo Kas dan Setara Kas tersebut juga tercermin pada Laporan Arus Kas 31 Desember 2018 dengan Saldo Kas dan Setara Kas  01 Januari 2019.

Pada Laporan Arus Kas Kota Tidore yang telah di Audit oleh BPK RI Perwakilan Maluku Utara disajikan :

Saldo Akhir Kas dan Setara Kas 31 Desember 2018 adalah sebesar                             Rp. 31.835.430.046,-

Saldo Awal Kas Dan Setara Kas 01 Januari 2019 adalah sebesar                                    Rp. 24.470.662.893,-

Selisih Penyajian saldo kas dan setara kas berdasarkan Laporan Arus Kas                               Rp.    7.364.767.153,-

Laporan Arus Kas Tahun Anggaran 2019 adalah :                                                               

  • Jumlah Penerimaan Kas Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp.984.294.807.488,-
  • Jumlah Pengeluaran Kas Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp.973.489.397.565,-

Kenaikan (Penurunan) Kas sebesar                                                                                         Rp.10.805.409.923,-

Saldo Awal Kas Dan Setara Kas Di Neraca 01 Januari 2019 sebesar                              Rp. 31.835.430.046,-

Saldo Akhir Kas dan Setara Kas Di Neraca 31 Desember 2019 seharusnya                                Rp. 42.640.839.969,-

Saldo Akhir Kas danSetara Kas Di Neraca 31 Desember 2019 di sajikan                     Rp. 33.503.534.577,-

Selisih Saldo Akhir Kas 31 Desember 2019 Sebelum Investasi Jangka Pendek        Rp.   9.137.305.392,-

Penempatan Investasi Jangka Pendek Pada Tahun 2019 sebesar                                               Rp.   2.000.000.000,-

Selisih Saldo Akhir Kas dan Setara Kas 31 Desember 2019                                               Rp.   7.137.305.392,-

Terdapat selisih atau perbedaan antara Perhitungan (penyajian) :

  1. Selisih Perhitungan Penyisihan Piutang Restribusi sebesar Rp. 1.022.920.670,-

Uraian atas Selisih ini adalah :

Saldo Awal Penyisihan Piutang Restribusi                                 Rp.  1.710.004.194,-

Saldo Akhir Penyisihan Piutang Restribusi                                Rp.     907.173.627,-

Terdapat Penurunan Penyisihan Piutang Sebesar                Rp.     802.830.567,-

Pembebanan Penyisihan Piutang Restribusi sebesar          Rp.     220.090.103,-

Selisih Penyisihan Piutang Restribusi                                          Rp. 1.022.920.670,-

Penjelasan Penyisihan Piutang Restribusi :

Dengan terdapat penurunan Penyisihan Piutang Restribusi ini, hal ini mencerminkan bahwa Penyisihan Piutang Restribusi tersebut sudah dapat ditagih sehingga penerimaan dari penurunan penyisihan piutang ini merupakan unsure pendapatan non operasional, akan tetapi pada tahun 2019 dibebankan lagi Penyisihan Piutang Restribusis ebesar Rp. 220.090.103,- hal ini mengindikasikan bahwa Penyisihan Piutang Restribusi bertujuan untuk menaikkan Nilai Bersih Piutang Restribusi atau dengan kata lain bahwa tujuan menaikkan Nilai Bersih Piutang Restribusi adalah untuk menaikkan Nilai Aset.

MI/ Istimewa Walikota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim
  • Selisih Penyisihan Piutang Transfer Pemerintah Daerah Lainnya sebesar Rp. 17.196.925,-

Uraian atasS elisih ini adalah :

Saldo Awal Penyisihan Piutang Transfer Pemerintah        Rp.  17.196.925,-

Saldo Akhir Penyisihan Piutang Transfer Pemerintah       Rp.10.564.691,-

Terdapat Penurunan Penyisihan Piutang Sebesar             Rp.   6.632.234,-

Pembebanan Penyisihan Piutang sebesar                            Rp. 10.564.694,-

Selisih Penyisihan Piutang Transfer Pemerintah                 Rp. 17.196.925,-

Penjelasan Penyisihan Piutang Transfer Pemerintah Daerah :

Dengan terdapat penurunan Penyisihan Piutang ini, hal ini mencerminkan bahwa Penyisihan Piutang telah berkurang sehingga penerimaan dari pengurangan penyisihan piutang ini merupakan unsure pendapatan non operasional, akan tetapi pada tahun 2019 dibebankan lagi Penyisihan Piutang sebesar Rp. 10.564.694,-hal ini mengindikasikan bahwa Penyisihan Piutang bertujuan untuk menaikkan Nilai Bersih Piutang atau dengan kata lain bahwa tujuan menaikkan Nilai Bersih Piutang adalah untuk menaikkan Nilai Aset.

  • Selisih Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Minus Sebesar (Rp. 2.999.877.384,-)

Selisih ini dikarenakan terdapat perbedaan antara mutasi akumulasi asset tetap yang seharusnya dengan yang disajikan di neraca :

Saldo Awal Akumulasi Aset Tetap di Neraca         Rp. 519.234.912.688,-

Penyusutan Aset Tetap                                                 Rp.   94.691.044.877,-

Akumulasi Aset Tetap Sebelum Pengurangan Akumulasi                               Rp. 613.925.957.565,-

Pengurangan Akumulasi Aset Tetap                                                        (Rp.    3.732.168.173,-)

Akumulasi Aset Tetap Seharusnya disajikan di Neraca                     Rp. 610.193.789.392,-

Akumulasi Aset Tetap Disajikan Di Neraca                                             Rp. 613.193.666.776,-

Selisih Penyajian Akumulasi Aset Tetap                                                 (Rp.   2.999.877.384,-)

Rekapitulasi perhitungan tersebut diatas adalah :

  1. Selisih  Perhitungan Penyisihan Piutang Restribusi sebesar           Rp.  1.022.920.670,-
  2. Selisih Penyisihan Piutang Transfer Pemerintah Daerah             Rp. 17.196.925,-
  3. Selisih Perhitungan Akumulasi Penyusutan                                          (Rp. 2.999.877.384,-)

Selisih (Penyimpangan) PosAset                                                                               Rp. 1.959.759.789,-

Kesimpulan :

Selisih (Penyimpangan) Laporan Keuangan Tahun 2019 adalah :

Selisih Kas Dan Setara Kas                            Rp. 7.137.305.392,-

Selisih Pos Aset Non Kas                                               Rp. 1.959.759.789,-

Total Selisih Penyimpangan (Rekayasa) Laporan Keuangan Tahun 2019     Rp. 9.097.065.181,-

Semoga dengan Rincian penjelasan Dugaan Rekayasa Laporan Keuangan bisa menjadi penilaian bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan tentang pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Tidore.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kapolri Dan Panglima TNI Tumpangi R4 Minibus Hiace Dapat Pujian Masyarakat Bangka Belitung

Kapolri Dan Panglima TNI Tumpangi R4 Minibus Hiace Dapat Pujian Masyarakat Bangka Belitung…