Home / Daerah / Wamendag RI Kunker Ke Sulut Optimalkan Fasilitas Sistem Resi Gudang (SRG) Bagi Petani.

Wamendag RI Kunker Ke Sulut Optimalkan Fasilitas Sistem Resi Gudang (SRG) Bagi Petani.

Wamendag RI Kunker Ke Sulut Optimalkan Fasilitas Sistem Resi Gudang (SRG) Bagi Petani.

Manado | www.mapikor-news.com
 

Fasilitas Sistem Resi Gudang (SRG) sejatinya dapat membantu para petani menstabilkan harga saat panen raya tiba. Bahkan melalui SRG, petani dan nelayan dapat menjual komoditi dengan harga terbaik.
 
Untuk itulah pemerintah berupaya dengan menyediakan fasilitas SRG berupa Gudang sebagai tempat penyimpan hasil pertanian, perkebunan hingga perikanan.
 
Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Sidharta Utama mengungkap data bahwa, untuk Sulawesi Utara (Sulut) telah disediakan dua unit SRG yang dibangun di dua wilayah, sejak tahun 2009, yakni di Mongoyunggung Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Desa Kapitu Minahasa Selatan (Minsel).
 
“Ada lima SRG yang kita siapkan di lima daerah, yaitu di Gorontalo, Pohuwato, Bolmong dan Minsel. Namun fasilitas yang sangat bermanfaat bagi petani, karena dapat menjual kepada konsumen akhir, yang dapat dijual dengan harga lebih tinggi belum dimanfaatkan,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem Resi Gudang Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara dan Maluku yang digelar di hotel Swisbell, Kamis (15/4/2021).
 
Manfaat SRG lainnya, sambung Sidharta, komoditi yang ditempatkan di gudang dapat diproses lebih lanjut. Misalnya saja, dari gabah menjadi beras yang ada nilai tambahnya ketika dijual ke retail.
 
“Manfaatnya sangat tinggi, makanya pemerintah telah membangun SRG dengan harapan gudang dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,” tukasnya sambil menambahkan pemerintah telah menyediakan 123 SRG.
 
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulut, Edwin Kindangen berharap kendala panfaatan SRG dapat secepatnya diatasi.
 
“Terkait SRG di Sulut, yang ada di Teep Minsel dan Mongoyunggung Bolmong belum beroperasi maksimal. Lewat pertemuan ini dapat menjadi awal untuk operasional SRG yang sangat bermanfaat bagi petani,” sebut Kindangen.
 
Menurut Kindangen, salah satu kendala SRG adalah, banyaknya petani yang terjebak dengan praktik ijon, di mana hasil pertanian telah dijual dengan sangat murah.
 
“Petani yang kesulitan meminjam dana ke perbankan, lebih memilih menggadaikan dan menjual hasil pertanian dengan harga yang rendah. Hal ini juga merupakan kendala untuk SRG,” ujarnya.
 
Kindangen berharap saat mewujudkan SRG, barang yang disimpan di gudang tetap memperhatikan daya simpan dan standar mutu.
 
Menyikapi berbagai persoalan yang ada, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga turun langsung untuk mendengar diskusi teknis dengan sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terdapat SRG.
 
“Melalui diskusi teknis ini, berbagai kendala belum dimanfaatkan nya SRG di Sulut dapat diselesaikan. Karena fasilitas SRG yang diberikan Kemendag untuk daerah adalah untuk kesejahteraan petani,” ucapnya.
 
“Kita datang kita hadir dan kita melihat kendalanya apa. Selanjutnya itu bukan domain kami, kami hanya berikan atensi dengan meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan perbankan untuk dapat membantu petani,” tegasnya.
 
Fasilitas SRG yang telah diserahkan ke daerah, dapat diselesaikan supaya petani bisa menyimpan komoditas di gudang, supaya dapat diagunkan ke bank. “Ini merupakan instrumen penting, untuk tunda jual di saat harga membaik,” kuncinya.
 
Sebelumnya, Bupati Minsel Franky D Wongkar menjelaskan kondisi bangunan SRG sudah rusak parah.
 
“Bangunannya banyak yang rusak, mesinnya sudah hilang,” kata Wongkar yang hadir dalam diskusi teknis.
(Th/Rmy).

About zidh07

Check Also

Pembangunan Talud P3A Desa Kaliwuluh Kebakkramat Karanganyar Diduga Menyimpang

Karanganyar | mapikor-news.com — Berdasarkan pantauan dilokasi di dukuh Gedangan Kaliwuluh pekerjaan talud sawah pertanian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *