Home / Daerah / TERPAKSA MENCURI, DI KAMPUNG HALAMAN SENDIRI.!!

TERPAKSA MENCURI, DI KAMPUNG HALAMAN SENDIRI.!!

Print

TERPAKSA MENCURI, DI KAMPUNG HALAMAN SENDIRI.!!

Pohuwato | www.mapikor-news.com

“Terpaksa Mencuri di kampung halaman Sendiri” kalimat yang tak sewajarnya ini harus keluar dari mulut beberapa masyarakat Desa Hulawa kec. Buntulia Utara yang keseharian mereka bekerja sebagai penambang.

Keluh kesah masyarakat dan dampak ekonomi yang di rasakan khususnya masyarakat penambang Pasca di tertipkan alat berat dan di batasi untuk penambang,membuat masyarakat harus Peras otak agar mereka bisa menghidupi keluarga mereka.

” kami tak tahu harus bagaimana lagi,dengan di tertipnya Alat berat yang selama ini jadi penopang penghasilan kami dan bisa menjamin ekonomi maupun pekerjaan kami selaku penambang,apalagi dengan keadaan menjelang bulan suci Ramadhan. Yang jelas biaya hidup kami bertambah dua kali lipat, tidak adanya alat berat membantu, kini kami sudah tak merasakan penghasilan yang semestinya seperti sedia kala.ekonomi kami lumpuh total”ungkap Masyarakat

Kamipun tak tahu harus mengadu ke siapa, pemerintah Daerah Maupun DPRD selaku wakil dari suara kami, malah turut serta menambah kesengsaraan kami.
Buktinya sejak bertahun-tahun bahkan sampai sekarang kami di janjikan untuk segera di legalkan WPR (wilayah pertambangan rakyat) nyatanya tidak ada realisasinya. Ungkap sekelompok masyarakat ke pada awak Media Mapikor 31/03/2021 pukul 15:20 di Desa hulawa

Tak hanya masyarakat, dari hasil Investigasi media Mapikor. Aparat Desa maupun Kades yang bertempat tinggal dan lahir dari keluarga penambang ikut merasakan dampak ekonomi Pasca di tertipkan tambang. Bahkan beberapa kades menerima laporan atau Keluh kesah dari masyarakat mereka sendiri terkait biaya hidup yang harus mereka cari demi membiayai anak istri mereka.

Beralih di tahun 2020 tepatnya tanggal 21 MARET, Ribuan masyarakat penambang datang dan meminta kebijakan DPRD di kantor DPRD Pohuwato Agar di Bebaskan Alat berat bekerja di lokasi tambang sembari menunggu Realisasi WPR, dan pada akhirnya permintaan masyarakat di bijaksanai oleh DPRD dari semua fraksi dengan memperhatikan dampak lingkungan.

Namun kebijakan yang di berikan DPRD Pohuwato berbanding terbalik dengan keadaan sekarang yang di alami oleh masyarakat Penambang.
Ada Apa dengan DPRD Pohuwato.??
Di mana kepedulian Pemerintah Daerah terhadap Masyarakatnya khususnya ribuan masyarakat yang keseharian mereka hanyalah menambang emas.??

Dengan mendengar dan saling bertatapan langsung bersama masyarakat penambang, Media Mapikor Akan mengusut tuntas Polemik WPR di Kab. Pohuwato dan akan mengkoordinasikan hal ini dengan instansi terkait.(Metris Bulonggodu)

About zidh07

Check Also

Guna Memutus Mata Rantai Covid 19, Polsek Biru Biru bagi bagi Masker kepada Pengendara Dan Hibau Pelaksanaan Vaksinasi Massal

Guna Memutus Mata Rantai Covid 19, Polsek Biru Biru bagi bagi Masker kepada Pengendara Dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *