Home / Nasional / Angka Yang Fantastik 54,2 Triliun Rupiah. Dugaan Korupsi Pada 2 Bank Plat Merah “Perlu Perhatian Khusus Menteri BUMN, Dan BPK, Serta Penegak Hukum”

Angka Yang Fantastik 54,2 Triliun Rupiah. Dugaan Korupsi Pada 2 Bank Plat Merah “Perlu Perhatian Khusus Menteri BUMN, Dan BPK, Serta Penegak Hukum”

Angka Yang Fantastik 54,2 Triliun Rupiah. Dugaan Korupsi Pada 2 Bank Plat Merah

“Perlu Perhatian Khusus Menteri BUMN, Dan BPK, Serta Penegak Hukum”

Jakarta – www.mapikor-news.com

Rekayasa laporan Keuangan menurut Evert Nunuhitu hanya bisa dilakukan oleh Profesional dibidang Keuangan (Akuntansi) jangankan masyarakat biasa masyarakat yang standar sekolah tinggi sekalipun jika tidak mempelajari akuntansi belum tentu paham tentang laporan hasil pemeriksaan (LHP) laporan keuangan.

Oleh sebab itu menurut Evert Nunuhitu Ketua Umum Gerakan Rakyat Perduli Keuangan Negara, bahwa perbuatan Rekayasa terhadap laporan keuangan adalah perbuatan Melawan Hukum, sama artinya dengan perbuatan Korupsi, hebatnya perbuatan Rekayasa laporan keuangan ini hanya bisa diketahui oleh orang orang tertentu atau ahli dalam bidang Akuntansi, jadi saya istilahkan temuan Rekayasa Laporan Keuangan  RLK  sama dengan temuan OTT, dalam bentuk ilmiah.

Temuan Rekayasa laporan keuangan pada 2 Bank plat merah, PT.Bank Mandiri (Pesero)Tbk senilai 26.9 triliun rupiah lebih, yakni pada  tahun buku 2018 senilai Rp. 19.529.146.000.000.- (Sembilan Belas Triliun Lima Ratus Dua Puluh Sembilan Milyar Seratus Empat Puluh Enam Juta Rupiah ) dan tahun buku  2019 sebesara Rp.7.453.343.000.000.-  (Tujuh Triliun Empat Ratus  Lima Puluh Tiga Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Rupiah), dan dugaan rekayasa laporan keuangan PT.Bank Rakyat Indonesia (Pesero)Tbk  senilai 27,2 triliun rupiah yang terjadi pada tahun buku 2018 senilai Rp.14.609.676.000.000.- (Empat Belas Triliun Enam Ratus Sembilan Milyar Enam Ratus Tujuh Puluh Enam Juta Rupiah) dan tahun buku 2019 senilai Rp.12.656.419.000.000.- (Dua Bela triliun Enam Ratus Lima Puluh Enam Milyar Empat Ratus Sembilan Belas Juta Rupiah), oleh Tim Ahli merupakan temuan yang Fantastik dan perlu mendapat perhatian dan respon dari pengawas keuangan negara dalam hal ini adalah Bapadan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai pemegang saham pengendali dari dua Bank plat merah tersebut, dan apparat penegak hukum.

Terkait temuan ini secara resmi telah dilakukan Konfirmasi untuk meminta Klarifikasi kepada Direksi kedua Bank plat merah tersebut, tapi tidak ada jawaban dari Direksi kedua Bank plat merah tersebut, seolah tidak ada masalah yang terjadi, biasanya Rekayasa ini akan terbongkar setelah sekian tahun terjadi seperti pada PT. Asuansi Jiwasraya (Pesero)  sejak tahun 2006,  dan baru diketahui pada akhir tahun 2019 yang lalu, PT. Garuda Indonesia (Pesero), PT. Asuransi Angkatan Bersejata Republik Indonesia (Pesero) ASABRI,  dan masih banyal lagi BUMN yang melakukan rekayasa laporan keuangan yang merugikan uang negara triliunan rupiah, sehingga untuk mengatasinya perlu dilakukan juga  dengan cara-cara yang luar biasa, yang melibatkan para professional dibidang keuangan (Akuntansi).

Perlu diketahui bahwa rekayasa laporan keuangan dilakuan dengan cara memanipulasi angka-angka (menambah atau mengurangi) untuk dicatat pada laporan keuangan utama (Neraca,Laporan Laba-Rugi,Laporan Arus Kas), dengan tujuan untuk menutupi kebocoran sebagai akibat dari adanya penggunaan dana yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, memperkecil pajak, dan alasan lainnya yang dapat menguntungkan diri sendiri atau kelompok tertententu,   dengan cara-cara yang brilian, sehingga sangat sulit di deteksi, kecuali dilakukan oleh professional keuangan (Akuntansi).

Lima Puluh Empat Triliun Dua ratus Empat Puluh delapan Milyar Lima Ratus Delapan Puluh Empat Juta Rupiah (Rp.54.248.584.000.000) adalah angka yang Fantastik disaat perekonomian  indonesia dalam kondisi terpuruk di hantam badai pendemi virus covid-19 yang melanda seluruh dunia.  

Nilai 54,2 Triliun rupiah lebih tersebut adalah nilai dari dugaan laporan keuangan di rekayasa oleh dua bank plat merah yakni PT. Bank Mandir (Pesero),Tbk dan PT.Bank Rakyat Indonesia (Pesero)Tbk untuk periode 2018 dan 2019.

Respon yang lambat dari pengawas (BPK), Eksekutif BUMN dan kementerian terkait, aparat penegak hukum, dan legislator sebagai pemegang amanat rakyat, terhadap adanya dugaan Laporan Rekayasa Keuangan (RLK) akan  menyebabkan potensi kerugian uang negara semakin besar.

Evert Nunuhitu (Ketum GRPKN & Ketua Investigasi Media SJ-KPK)

About admin

Check Also

Jika Permohonan Uji Materi Diabaikan BPK RI Maka :

Jika Permohonan Uji Materi Diabaikan BPK RI Maka : “Tim Pemantau Laporan Keuangan LSM Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *