Home / Nasional / Diharapkan Perhatian Penuh Menteri BUMN Terkait Rekayasa Laporan Keuangan BRI Yang Berpotensi Merugikan uang Negara 27,2 Triliun Rupiah

Diharapkan Perhatian Penuh Menteri BUMN Terkait Rekayasa Laporan Keuangan BRI Yang Berpotensi Merugikan uang Negara 27,2 Triliun Rupiah

Print

Diharapkan Perhatian Penuh Menteri BUMN Terkait Rekayasa Laporan Keuangan BRI Yang Berpotensi Merugikan uang Negara 27,2 Triliun Rupiah

Jakarta | www.mapikor-news.com

Dugaan Rekayasa Laporan Keuangan Bank Rakyat Indonesia senilai  27,2 Triliun rupiah lebih tahun 2018 dan 2019 adalah angka yang fantastis, yang seharusnya menjadi perhatian penuh Menteri BUMN “Erick Tohir” sebagaimana perhatian menteri BUMN tersebut kepada kasus PT. As . Abri

Evert Nunuhitu Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN)

Dengan terpilihnya wakil menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo seharusnya akan lebih mempermudah Erick Thohir untuk meminta klarifikasi wamen tersebut, terkait dugaan rekayasa laporan keuangan BRI tahun anggaran 2018 dan 2019.

Kartika Wirjoatmodjo Wakil Menteri BUMN

Dugaan kerugian negara triliunan rupiah tersebut menurut Evert Nunuhitu ketua umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) adalah jumlah yang sangat besar, terlepas dari pertimbangan apapun yang akan dilakukan oleh pak Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dan pemegang saham pengendali dari PT. Bank Rakyat Indonesia (pesero) Tbk, rakyat akan menunggu keberaniannya untuk mengambil Langkah kongkrit tuntuk merintahkan Direksi Bank Rakyat Indonesia agar segera dapat melakukan klarifikasi terhadap dugaan rekayasa laporan keuangan BRI tahun buku 2018-2019 senilai Rp. 27,266,095,000,000. (Dua Puluh Tujuh Triliun Dua Ratus Enam Puluh Enam Milyar Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah), atau dapat memfasiltasi pihak-pihak terkait untuk melakukan klarifikasi dugaan rekayasa laporan keuangan BRI, sebelum RUPS PT. Bank Rakyat Indonesia (Pesero) Tbk dilaksanakan, agar tidak terjadi preseden buruk dikemudian hari.

Evert Nunuhitu,  Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuanagn Negara (GRPKN) tentunya tidak sembarang untuk menduga telah terjadi “Rekayasa” pada laporan Keuangan Bank Rakyat Indonesia periode 2018 dan 2019, menurut Evert Nunuhitu, tim ahlinya telah melakukan kajian yang mendalam dan komperhensip terhadap Laporan Keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia (Pesero) Tbk Tahun Buku  2018  dan 2019  yang telah dipublikasikan.  Hasil kajian yang datanya bersumber dari Laporan keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia (Pesero) Tbk yang dipublikasi menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan hasil yang mereka peroleh, padahal terminologi yang dipakai dalam membaca dan memahami suatu laporan keuangan adalah sama yaitu dengan menggunakan bahasa keuangan dan atau , bahasa akuntansi.

Erick Thohir Menteri BUMN

Lebih lanjut Evert Nunuhitu mengatakan bahwa klarifikasi terhadap dugaan rekayasa senilai 27,2 Triliun rupiah lebih oleh Bank Rakyat Indonesia bukanlah hal yang sulit, dan dapat dilakukan paling lama dalam2 hari kerja, karena pos-pos dalam laporan keuangan yang perlu diklarifikasi telah diinformasikan kepada Bank Rakyat Indonesia, dan bersumber dari dari data Laporan Keuangan BRI yang telah dipublikasikan, kecuali dugaan telah terjadi rekayasa terhadap laporan keuangan tersebut benar, sehingga BRI akan sulit untuk melakukan klarifikasi, dan takut untuk melakukan klarifikasi terbuka, karena menyangkut kepentingan dari berbagai pihak, yang tentunya akan berpotensi menjadi kasus hukum, dalam kaitannya dengan korupsi.

Evert Nunuhitu 

About admin

Check Also

Ucapan Marhaban Ya Ramadhan dari Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *