Home / Daerah / Camat STM Hilir : Masalah Tanah Wakaf Dusun Pamah Sudah 5 Kali Dimadiasi

Camat STM Hilir : Masalah Tanah Wakaf Dusun Pamah Sudah 5 Kali Dimadiasi

Camat STM Hilir : Masalah Tanah Wakaf Dusun Pamah Sudah 5 Kali Dimadiasi

DELISERDANG | www.mapikor-news.com

Camat STM Hilir Hesron T Girsang membantah pernyataan warga Dusun III Pamah Desa Penungkiren terkait penerbitan surat lahan wakaf yang dimonkan oleh salah satu warga bermarga Tarigan.

Dalam pemberitaan media online warga dusun III Pamah Desa Penungkiren menyatakan lahan wakaf tersebut di klaim oleh seorang warga bermarga Tarigan. dan menurut warga bahwasanya bermarga Tarigan tersebut telah mengajukan permohonan penerbitan surat lahan tersebut ke pihak Kecamatan STM Hilir.

Karena itu ratusan warga Dusun tiga Pamah Semai-mei desa Penungkiren Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang menolak bila mana pemerintah desa maupun kecamatan mengeluarkan surat diatas tanah wakaf umum tersebut.

Camat STM Hilir Hesron T Girsang yang ditemui diruang kerjanya, Kamis (18/2/2021) mengatakan, bahwa terkait lahan wakaf itu, pihak Muspika Kecamatan STM Hilir bersama pemerintahan desa Penungkiren telah melakukan koordinasi untuk menyelesaikan masalah antar keluarga Tarigan dan warga masyarakat Pamah” sudah lima kali kami membuat pertemuan untuk menyelesaikan masalah itu” ujar Camat.

Lanjutnya, antara keluarga Tarigan yang menguasai tanah dan warga dusun III Pamah sudah ada kesepakatan, dimana keluarga Tarigan mengakui dilahan yang ia kuasai terdapat tanah wakaf, yang telah longsor beberapa waktu lalu. Meski demikian keluarga Tarigan mengaku bersedia memberikan lahannya untuk mengganti lahan wakaf yang telah longsor.

“Keluarga Tarigan, sudah bersedia memberi tempat dimana wakaf itu digantikan” ujar Hesron.

Camat mengaku heran dari mana sumber yang mengatakan bahwa seluruh lahan yang dikuasai keluarga Tarigan merupakan lahan wakaf “yang terjadi di tengah masyarakat bahwa seluruh lahan itu adalah lahan wakaf, ini yang saya heran kerena di beberapa kali pertemuan yang di mediasi Muspika tidak pernah hal ini disampaikan” ujar Camat.

Menurutnya, sangat tidak logika jika pemerintah desa Penungkiren atau pihak Kecamatan mengelurkan surat jika tabal batasnya saja belum diketahui, Sesuai jadwal kata Camat, pada Kamis (18/2/2021) sekira Jam 10.00WIB direncanakan mengadakan pertemuan dengan warga terkait lahan baru wakaf tersebut.

Tapi sebelum, pertemuan ini dilaksanakan beberapa warga Dusun Pamah membuat penyataan di media online bahwa semua lahan itu adalah tanah wakaf dan juga mengancam jika ada warga yang meninggal akan dibawa ke kantor desa atau ke kantor Camat ” peryataan warga ini sangat tidak benar, dan mungkin saja sudah ada yang mendalangi, untuk hal ini kami akan cari tahu dulu” ujar Camat.

Kalau warga mengatakan pihak Muspika tidak perduli itu sangat tidak benar, sampai lima kali kami membuat mediasi untuk menyelesaikan malasah ini, kesal Camat Esron Girsang.(Jasa/Edy/Jon)

Ket foto: Camat STM Hilir Hesron T Girsang.

About admin

Check Also

Pembangunan Talud P3A Desa Kaliwuluh Kebakkramat Karanganyar Diduga Menyimpang

Karanganyar | mapikor-news.com — Berdasarkan pantauan dilokasi di dukuh Gedangan Kaliwuluh pekerjaan talud sawah pertanian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *