Home » Daerah » Bupati Buru Ramly Umasigi Dan Bupati Buru Selatan Tagop Solisa Sepakat Mengalihkan Jalan Lintas Namlea-Namrole Ke Jalan Lintas Pesisir

Bupati Buru Ramly Umasigi Dan Bupati Buru Selatan Tagop Solisa Sepakat Mengalihkan Jalan Lintas Namlea-Namrole Ke Jalan Lintas Pesisir

155 views

Namlea-Buru | mapikor-news.com — Selain moda transportasi udara dan perluasan bandara Namniwel kabupaten Buru yang sudah diperjuangkan oleh Bupati Buru Ramly Umasugi, Umasugi dan Bupati Buru Selatan Tagop Solisa Sudarsono bersepakat akan mengalihkan jalan lintas Namlea-Namrole yang menghubungkan kedua kabupaten itu melewati jalan Lintas Pesisir. Pasalnya, jalur lintas pegunungan yang menghubungkan kedua kabupaten itu sering mengalami longsor yang mengakibatkan jalur lalulintas terputusnya, hal ini juga berdampak pada perekonomian di Buru Selatan, seperti kebutuhan sehari-hari misalkan beras, sayur mayur dan beberapa kebutuhan bahan pokok lainnya.

Demi mewujudkan kepentingan bersama untuk mengatasi hambatan itu, kedua pemerintah kabupaten itu sepakat untuk membuat jalur lintas pesisir baru yang diyakini lebih aman.

Jalur lintas pesisir tersebut yakni akan ditempuh dari kabupaten Buru melalui kecamatan Waeapo, kecamatan Teluk Kayeli, kecamatan Batabual hingga masuk pada perbatasan kedua kabupaten di kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan.

Kesepakatan itu disampaikan dalam bentuk usulan yang disampaikan Bupati Buru, Ramly Umasugi, bersama Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa, saat menggelar rapat bersama dengan Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Bidang Infrastruktur, Energi, dan Investasi, Febry Calvin Tetelepta, di Kantor Staf Presiden (KSP) Jakarta pada Minggu kemarin.

“Hari Selasa kemarin kami rapat di kantor KSP dengan Deputi I membahas perubahan jalan lintas Namlea (Buru)-Bursel lewat jalur Batabual, kami sampaikan dengan berbagai pertimbangan untuk perubahan, olehnya dengan berbagai pertimbangan ekonomis dan teknis serta maintenance, karena pada jalur lintas yang sekarang ini melalui Gunung Modan Mohe sering terjadi longsor serta pertimbangan keamanan,” ungkap Bupati Buru Ramly Umasugi, kepada mapikor-news.com melalui telepon selulernya Sabtu sore.

Umasugi juga menjelaskan, secara ekonomis jalur lintas pegunungan Modan Mohe hingga saat ini tidak berdampak kepada masyarakat karena jauh dan sangat sedikit pemukiman masyarakat yang dilalui oleh kendaraan, padahal biaya pemeliharaan jalan di jalur itu cukup tinggi.

“Dari pertimbangan ekonomis, jalur Modan Mohe perkampungannya sedikit, maka kami usulkan sehingga dibuka juga jalur jalan lintas pesisir, karena jalan pesisir lewati kecamatan Batabual hingga Waetawa kabupaten Buru Selatan itu kan banyak pemukiman warga banyak sekali, kendaraan bisa singgah dan istrahat kalau mereka capek, kemudian warga juga merasakan dampak ekonominya, dia bisa jualan, buka warung dan sebagainya”.Terang Umasugi.

Umasugi juga meminta untuk pemerintah provinsi Maluku untuk merubah status jalan Namlea kecamatan Batabual untuk kemudian diusulkan ke pusat sehingga jalan lintas pesisir Namlea-Namrole mendapat kepastian.

“Untuk jalan di kecamatan Batabual rusak total dan itu masuk ruas jalan provinsi, tapi hingga sekarang ini belum ditangani. Maka kami serahkan ke pusat, biar pusat yang tangani dan rencananya akan dianggarkan di tahun 2022,” tutup Umasugi.(NB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *