Home » Daerah » BUPATI DAN DPRD KABUPATEN MALUKU TENGAH TUTUP MATA DAN KUPING ATAS NASIB GURU HONORER

BUPATI DAN DPRD KABUPATEN MALUKU TENGAH TUTUP MATA DAN KUPING ATAS NASIB GURU HONORER

248 views

BUPATI DAN DPRD KABUPATEN MALUKU TENGAH TUTUP MATA DAN KUPING ATAS NASIB GURU HONORER

Malteng | www.mapikor-news.com

Perwakilan media Mapikor Provinsi Maluku Ampi Hukubun tidak akan pernah berhenti untuk terus memperjuangkan Nasib 202 guru honorer atau kontrak Kabupaten Maluku Tengah yang sampai hari ini belum dibayar gajinya, terhitung sejak Bulan Januari 2019 sampai Januari 2021.

Pertemuan Dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku Tengah

Terhitung 2 tahun sudah para guru honorer atau guru kontrak ini belum dibayar gajinya, akan tetapi mereka terus mengajar untuk mendidik generasi muda Maluku Tengah, agar tidak kalah bersaing dengan kkabupaten kabupaten lain di Indonesia.

Menurut Ampi Hukubun, baik Bupati mapun Pimpinan dan Anggota DPRD Maluku Tengah tidak mampu untuk memperjuangkan nasib guru guru honorer Ex Maluku tersebut, para Pimpinan dan anggota Dewan yang terhormat tersebut sibuk dengan urusan masing masing, nasib rakyat kecil yang membutuhkan pertolongan mereka sebagai wakil rakyat diabaikan begitu saja.

Ampy Hukubun, Perwakilan Media Mapikor Provinsi Maluku

Sebagai perwakilan para guru guru atas dasar kuasa yang diberikan media Mapikor secara resmi telah menyurati Bupati Maluku Tengah mempertanyakan terkait nasib para guru tersebut, begitu pula kepada Pimpinan DPRD Maluku Tengah meminta agar Pemerintah dan DPRD Maluku Tengah untuk memperhatikan ratusan nasib guru guru honorer ini, akan tetapi sampai saat ini tidak ada realisasi apapun. Jika hal yang menimpa guru guru honorer ini terjadi pada ASN Kabupaten Maluku Tengah maka saya yakin Bupati Maluku Tengah pasti sudah di Demo oleh para ASN meminta agar Bupati Maluku Tengah untuk mundur dari jabatannya, dan jika hal ini terjadi pada para Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah yang terhormat, maka saya yakin bahwa meja dan kursi paripurna sudah hancur berantakan oleh para anggota dewan, demikian laporan Ampi Hukubun kepada Pimpinan Pusat Mapikor terkait nasib ratusan guru honorer. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *