Home / Daerah / Jual Beli Proyek Milyaran Rupiah Antara Anggota DPRD Dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro

Jual Beli Proyek Milyaran Rupiah Antara Anggota DPRD Dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro

Print

Bojonegoro | www.mapikor-news.com —Dugaan kasus korupsi milyaran rupiah terkait jual beli 124 jenis paket pekerjaan proyek senilai Rp 19.693.810.625,00 dari anggaran APBD 2020 dilingkungan dinas pendidikan di kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Rabu, 13/1/21 polisi memanggil dua anggota DPRD yaitu SPN dan MR dari partai kebangkitan bangsa setelah Selasa, 12/1/21 kemarin Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bojonegoro Dandy Suprayitno didatangkan untuk dimintai klarifikasi sekitar permasalahan jual beli proyek.

Sejumlah 124 paket proyek Pengadaan Langsung (PL) itu merupakan kegiatan tahun 2020 yang ada di Dinas Pendidikan kabupaten Bojonegoro, telah dijual belikan kepada pihak penyedia jasa (rekanan/kontraktor).
Hal tersebut diketahui dari aduan salah satu rekanan yang diterima oleh pihak kepolisian.

Ditemui di ruang kerjanya, kasat Reskrim, Polres Bojonegoro, AKP, Iwan Hari Purwanto, S.H menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah memanggil dan mengklarifikasi serta meminta dokumen dari beberapa sumber, terkait aduan adanya jual beli sejumlah paket proyek dengan nilai atau kategori Pengadaan Langsung (PL) yang ada di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Dikatakan, guna menindaklanjuti aduan tersebut, maka perlu dilakukan pemanggilan beberapa pihak untuk diminta keterangan sekaligus klarifikasi. “Dan kemarin kita juga sudah memanggil salah satu kepala Dinas untuk diklarifikasi sekitar aduan yang kita terima”.

“Yang terpenting kita sudah melakukan klarifikasi kepada sejumlah sumber, setelah semua selesai nanti akan kita sampaikan hasilnya,” terang kasat Reskrim.

Data yang dihimpun awak media mapikor-news.com, pihak yang telah diklarifikasi terkait aduan tersebut yakni Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bojonegoro, Dandi Suprayitno pada Selasa (12/1/21).
Dan selanjutnya untuk yang diklarifikasi hari Rabu (13/1/21), dua anggota DPRD kabupaten Bojonegoro, dari fraksi PKB yakni SPN dan MR untuk menghadap Idik unit II Polres Bojonegoro.

kemudian kedua anggota DPRD kabupaten Bojonegoro yaitu SPN dan MR ternyata yang menghadiri pemanggilan ke Polres Bojonegoro hanya SPN sedangkan MR tidak datang karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan.
Dan menurut Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP .Iwan Hari Purwanto dalam keterangan persnya pihaknya akan memanggil MR dalam waktu dekat ini,tegasnya.

Menurut wakil ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto dalam keterangan persnya mengatakan bahwa sebagai warga yang baik dan taat hukum diharapkan untuk hadir karena untuk klarifikasi dan tunjukan kalau kita tidak bersalah.Dan kalau bicara Pokir (pokok pikiran) itu regulasinya jelas serta diatur dalam undang-undang kemudian yang tidak boleh itu jual beli pikir atau proyek ungkapnya.(Haris)

About Dedi

Check Also

Bupati H Tuasikal Abua SH Membuka Kegiatan Tata Boga,dan Kegiatan Membatik yang dilaksanakan TP PKK Kabupaten Maluku Tengah.

Bupati H Tuasikal Abua SH Membuka Kegiatan Tata Boga,dan Kegiatan Membatik yang dilaksanakan TP PKK …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *