Home » Daerah » Diduga Hasil Rapid Tes Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Fiktif Saat Hendak Kunjungan Kerja Ke Bali & Lampung

Diduga Hasil Rapid Tes Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Fiktif Saat Hendak Kunjungan Kerja Ke Bali & Lampung

343 views

Kuningan | mapikor-news.com – Pulangnya sejumlah anggota DPRD Kuningan dari daerah kunjungan kerja, yakni Bali dan Lampung.

“Kami menyoal soal kegiatan sebelum para wakil rakyat berangkat kunker (kunjungan kerja, red). Pertanyaannya, mereka lakukan rapid tes atau swab tes dimana?” ungkap narasumber sekaligus aktivis di Kuningan, Kamis (10/12/2020).

Pasalnya, kedua daerah yang menjadi kunjungan tersebut merupakan zona rentan penyebaran covid-19.

“Dan ini persayaratan saat di bandara juga ketat soal surat keterangan kesehatan daripada hasil rapid tes atau tes swab sebelumnya,” katanya.

Terlebih beberapa hari sebelumnya, kata dia menduga ada sejumlah anggota dewan hendak bertolak kunjungan kerja.

”Enggan melakukan tes kesehatan melalui rapid tes atau swab tes tersebut. Namun mereka melalui staf dewan itu menyetorkan data pribadi disertai berat dan tinggi badan saja,” ujarnya.

Jika demikian terjadi, kata dia, ini jelas merupakan penyelewengan anggaran di masa pandemic covid-19.


Ditempat terpisah menurut narasumber yang tidak mau di tulis nama nya. “Ada beberapa anggota dewan yang tidak ikut kunker, namun SPPD nya tetap bisa cairkan”. Dan terkait rapid tes di lakukan di salah satu RS swasta yang ada di Kuningan.

“Nah, kategori tersebut apakah masuk dalam kesalahan kolektif kolegial atau apakah?” katanya.

Sementara terpantau di lingkungan DPRD Kuningan tengah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di tiap ruangan kantor tersebut.

“Penyemportan dilakukan sebagai antisipasi dan sterilisasi dari paparan covid-19,” kata sekretaris DPRD Kuningan, Mochammad Nudjianto saat di konfirmsi via ponselnya.

Alasan lain, kata dia, gedung DPRD Kuningan ini terbuka dan juga sering di kunjungi tamu. “Iya karena sering banyak tamu datang,” katanya.

Menyinggung soal pelaksaan tes rapid terhadap 50 anggota dewan sebelum bertolak ke Bali dan Lampung.

“Itu sudah dilakukan dilakukan rapid tes dengan biaya masing–masing anggota DPRD sebesar Rp 150 ribu,” katanya.

Namun sesuai pelaksanaan kunjungan kerja keluar daerah sepekan lalu, itu tidak dilakukan rapid/swab tes ulang.(Dema)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *