Home » Daerah » Bupati Dan DPRD Tidak Mampu Menjawab Inspirasi Rakyat Sehingga Mengakibatkan Kekacauan.

Bupati Dan DPRD Tidak Mampu Menjawab Inspirasi Rakyat Sehingga Mengakibatkan Kekacauan.

440 views

Piru | www.mapikor-news.com

Kasi unjuk rasa kembali dilakukan oleh mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Antara( Aliansi Taniwel Raya) mewakili masyarakat desa Taniwel, desa Nukuhai dan desa Kasieh tentang penolakan masuknya Tambang Batu Marmer PTG. Gunung Makmur Indah(GMI) di ketiga desa tersebut dengan Korlap Sdr. Remon Nauwe di kantor DPRD dan kantor Bupati dengan Estimasi massa kurang lebih 100 orang pada tanggal 07/12/2020.

Pengunjuk rasa berkumpul di Waemeteng Pantai dan melaksanakan jalan kaki dari kota Piru menuju gedung DPRD dengan jarak kurang lebih 5km.Akan tetapi karena jarak terlalu jauh, sehingga massa naik mobil truk.

Sesampainya di kantor DPRD, massa meminta bertemu dengan Ketua DPRD atau salah seorang wakil rakyat untuk menjawab Inspirasi mereka. Namun, karena tidak ada seorangpun wakil rakyat yang menemui mereka, maka massa bergerak masuk kedalam kantor DPRD untuk memeriksa apakah ada anggotanya atau tidak.

Karena tidak dijumpai satupun anggota DPRD di dalam ruangan, sehingga massa memporak-porandakan ruang rapat kantor DPRD dan memecahkan gelas-gelas minuman yang ada di atas meja ruang sidang.

Selain daripada itu, Ketua adat desa Kasieh Abdul Kadir Latulumamina melakukan prosesi adat dengan cakalele dan makan sirih pinang.

Karena tidak juga dipertemukan dengan wakil rakyat, maka massa kembali bergerak menuju kantor bupati.

Massa kembali melakukan aksi demo dengan merusak pintu gerbang kantor Bupati karena dari pihak pemda tidak mengijinkan massa untuk melakukan orasi di depan kantor Bupati.
Karena Bupati belum juga menemui mereka, maka pagar dikantor Bupati menjadi saaaran amukkan massa. massa merobohkan pagar kantor sehingga mereka lolos untuk masuk dan melakukan orasi.

Massa meminta Bupati agar segera mencabut surat ijin eksplorasi Tambang Batu Marmer di gunung Nakaela(desa Taniwel), gunung Malesi(
desa Kasieh) , Dan gunung Patola(desa Nukuhai) kecamatan Taniwel. Karena dampak bahaya bagi masyarakat.

Persoalan marmer bukan lagi kewenangan Pemda tetapi sudah dikembalikan ke desa masing-masing, ujar Payapo.

Payapo juga mengatakan bahwa kewenangan dikembalikan lagi kepada masyarakat desa Taniwel, desa Kasieh dan desa Nukuhai, jadi silahkan tanya langsung kepada staf pemdes, TUA-TUA adat dan tokoh masyarakat.

Tujuan kedatangan mereka agar Bupati segera mencabut perijinan PT GMI untuk melaksanakan eksploitasi marmer yang dilakukan di Taniwel.

Setelahberkendara Payapo bertemu langsung dengan penunjuk rasa, Payapo dengan tegas memerintahkan Kapolres untuk segera sikapi tindakan massa yang dilakukan di kantor DPRD dan kantor bupati.

Bpk Harun Matayane salah seorang perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi nya terhadap Bupati, agar supaya Bupati sehera me cabut surat ijin rekomendasi pemda untuk PT. GMI melaksanakan eksploitasi di Tiga gunung tersebut, sehingga kami mempunyai jaminan legitimasi yang kuat secara hukum.

Pemerintah daerah sudah mencabut semua kewenangan di tiga desa tersebut, sehingga saya kembalikan lagi kepada ade-ade sekalian untuk itu silahkan pulang dan silahturahmi dengan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat di desa masing-masing, ujar Payapo.

Setelah selesai berorasi dengan masyarakat, Bupati meningggalkan massa. Namun massa tetap tidak mau meninggalkan halaman kantor bupati dengan sebuah alasan kalau mereka diberikan surat legitimasi dari Bupati, maka mereka akan meninggalkan halaman kantor Bupati dan tidak akan melakukan aksi demo lagi.

Kapolres SBB AKBP Bayu Butar Butar menemui pengunjuk rasa dan mengarahkan agar supaya massa segera meninggalkan kantor bupati dan menyerahkan semuanya berproses sesuai dengan mekanisme.

Sebelum massa pengunjuk rasa bubar, mereka menyerahkan petisi terkait penolakan tambang marmer dari tiga desa kepada Kesbangpol Drs. Sabang Patty untuk nantinya diserahkan kepada Bupati.
(Ge.Kakisina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *