11 April 2020 | Dilihat: 149 Kali
Bupati Malteng Buka Uji Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Dilingkup Pemda Malteng
noeh21

Masohi || mapikor-news.com — Bupati Maluku Tengah H Tuasikal  Abua SH saat membuka uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemkab Malteng. Tuasikal Abua  saat ini juga merangkap sebagai Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan covid-19 Kabupaten Maluku Tengah. Tuasikal Abua dalam sambutanya. Setelah hasil uji covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), terhadap satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, dinyatakan positif, Gugus Tugas (Gutug) setempat langsung  bergerak melakukan penelusuran atau tracking jejak kontak PDP tersebut.

Satu PDP asal Saparua yang disebut Pasien 03 covid-19 Maluku itu berdasarkan jejak kontak sosial, Ia diketahui telah melakukan kontak dengan 32 orang semenjak pulang dari Sulawesi Tenggara akhir Maret lalu.

“Untuk jejak kontak pasien positif covid-19 dari Saparua itu kita sudah identifikasi dan terdapat 32 orang yang sebelumnya pernah kontak dengan pasien 03 itu,” kata Ketua Gugus Tugas Penanganan covid-19, Kabupaten Maluku Tengah, Tuasikal Abua di Masohi, usai menyaksikan video conference yang digelar Mendagri, 9 April 2020.

Atas hasil itu, Abua mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan agar 32 orang yang pernah kontak dengan pasien 03 itu untuk sementara lakukan isolasi mandiri. “Kita upayakan untuk mereka karantina mandiri,” tandas Abua.

Selain upaya isolasi mandiri, saat ini Abua sedang berusaha agar Maluku Tengah mendapatkan alat rapid test covid-19, agar ke-32 orang itu juga dilakukan rapid test. “Kalau rapid test sudah ada, kita lakukan tes terhadap mereka (32) yang pernah jalin kontak dengan pasien itu, kita cegah lebih dini karena ini bisa bawa efek yang luar biasa ke keluarga, lingkungan dan daerah ini,” tegas Abua.

Seperti diketahui sebelumnya, berdasarkan hasil rapid test, terdapat tiga PDP Saparua dinyatakan positif covid-19. Ketiga PDP itu merupakan satu keluarga, dua merupakan pasangan suami istri dan satu merupakan anak.

Pada Maret lalu, Pasutri itu melakukan perjalanan ke Sulawesi Tenggara, setelah balik ke Saparua, mereka diminta lakukan isolasi mandiri selama 14 hari karena saat itu belum ada gejala mengidap covid-19.

Namun dalam perjalanan kedua pasutri itu mengalami sakit flu dan batuk ringan, maka saat itu keduanya dilakukan rapid test.

Dan hasil rapid test dinyatakan positif. Karena positif, gugus tugas juga lakukan rapid test ke anak-anak pasutri itu dan hasilnya 1 positif dan 2 negatif.

Dari ketiga warga yang sudah masuk kategori PDP itu, satu spesimen PDP sudah keluar hasil PCR. Sementara dua lainnya masih menunggu hasil uji PCR.

Maluku Tengah bisa menjadi Kabupaten pertama yang terdapat penyebaran covid-19 secara lokal, jika satu anak pasien asal Saparua yang saat ini masih menunggu hasil PCR menunjukan reaksi positif covid-19.

“Kami akan kaji kalau misalnya anak dari pasangan suami istri positif (hasil PCR) lagi, berarti di Saparua atau Maluku Tengah masuk daerah transmisi lokal covid-19 pertama di Maluku. Maka terkait itu, nanti akan kami bicarakan. Apakah di Saparua ini kita akan lakukan pembatasan aktifitas masuk dan keluar. Atau kita himbau agar tidak bepergian dari dan ke Saparua atau tidak nanti kita bicarakan dan merumuskan,” kata Abua ketua Gugus yang juga Bupati Maluku Tengah tutupnya. (AH)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999