10 Juli 2020 | Dilihat: 120 Kali
Tradisi Ngalap Berkah Jumlah Pahing Di Makam Eyang Sinare Desa Sumbangtimun
noeh21

Tradisi Ngalap 'BERKAH' Jumlah Pahing Di Makam Eyang 'SINARE' Desa Sumbangtimun 
 
 
Bojonegoro || www.mapikor-news.com — Jum'at Pahing (10/7/2020), adalah bagian hari hari  'sakral' bagi sebagian masyarakat desa,Sumbangtimun, kecamatan Trucuk, untuk syukuran, kirim do'a bahkan ngalap berkah.
 
Menurut Kasi Kesra desa Sumbangtimun Sumarsi (mbah Modin-red), kepada wartawan mapikor-news.com (Eko purnomo) mengatakan, bahwa " Tradisi kirim do'a, tasyakuran di area cungkup sudah menjadi turun temurun. Dan yang 'ngalap berkah' bukan hanya warga setempat, tetapi banyak luar desa bahkan luar kota, luar pulau. Disini tidak ada syarat khusus, disini cukup kirim do'a, bila akan berdo'a sendiri yaa monggo, bila minta,ditemani, yaa kami temani",papar mbah Modin Sumarsi dengan nada ramah.
 
Masih menurut generasi ke 3, juru kunci makam eyang 'Sinare/Djoyo supotro' ,bahwa disini tidak bisa memberikan harapan apa apa, semua yang mengabulkan hanya Allah,SWT. disini mungkin lebih khusu' lebih haqul yakin, kebetulan berdo'a nya di area eyang Djoyo Supotro. Alhamdulillah banyak yang berhasil banyak yang,sukses. Lillahi ta'ala. Dan selama kami tidak repot sibuk urusan kantor desa, jam berapa pun, saya dampingi. Dan tak harus ada syarat syarat khusus pula. Berbagai hajat, saya dampingi. Kalau akan,syukuran, shodaqoh, bancaan juga karena niat nya sendiri. Bukan pesanan saya atau kami, atau permintaannya eyang. Namanya orang berhasil, tentunya tahu diri dan tak perlu,diberitahu khan", papar mbah Modin sudah mendampingi 4 kades selama jadi perangkat desa Sumbangtimun.
 
Kepala Desa H.Abdul rokhim, ketika dikonfirmasi, menambahkan, bahwa untuk makam eyang Djoyo Supotro, sudah kondang kaonang onang, sejak dulu, rikolo bendu dulu. "Alhamdulillah Juru kunci walau perangkat desa senior, tetapi bisa membagi waktu, mana tugas di Pemerintahan, mana tugas kasepuhan. Termasuk menjaga ketertiban di kawasan maupun keluar masuk desa. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai aturan dan etika yang berlaku."monggo kalau hendak ziaroh, bisa langsung bisa bersama mbah modin. Namanya juga hak azasi, keyakinan,ada,di diri kita masing-masing", ulas Haji Abdul Rokhim yang menjabat di periode ke 3,dengan santun.
 
Seorang tamu yang tak mau di sebut namanya, berasal dari Balen, menambahkan, bahwa pengalaman rutin tasyakuran di area makam Eyang Djoyo Supotro, bahwa ketika usaha bangkrut, tetapi dengar dari teman, langsung bermunajat ,malam jum'at pahing 4 kali, lalu ada orang mengajak usaha, kecil kecilan. Alhamdulillah, kog lancar. Lha akhirnya, sekarang rutin kirim fatikhah, dan bila longgar bawa 'ambeng/tumpeng ingkung utuh' 
Alhamdulillah, matur nuwun eyang Djoyo Supotro, juga mbah Modin Sumarsi, atas bimbingannya, yakni Sabar, do'a, ikhtiar'., kenangnya.(Eko).

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999