18 Juni 2020 | Dilihat: 228 Kali
Emas Di Uji Dengan Api, Manusia Di Uji Dengan Budipekerti
noeh21

Emas Di Uji Dengan Api - Manusia Di Uji Dengan Budipekerti 


Bojonegoro || www.mapikor-news.com — Sosok kepala Desa Ngringinrejo Endang Sri Wigati, MPd. Walaupun perempuan, tetapi jiwa ksatria tidak setengah hati. Demi warganya, beliau mecurahkan seluruh pikiran, harta dan tenaga, alasan yang kokoh adalah, "demi keselamatan dan kesehatan warganya".

"Saya sebagai ibu bagi warga desa Ngringinrejo, semaksimal kami curahkan dan pertaruhkan supaya warga kami tidak terjangkit pandemi covid-19, yang tak terlihat oleh mata, tak bisa diraba, tetapi membahayakan bagi manusia.

Maka kami selalu berusaha untuk menyikapi dengan penuh toleransi tetapi tetap waspada walau Ngringinrejo dikepung musuh yang tak terlihat, namun membahayakan jiwa, sehingga kita harus menyelamatkan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona melalui penjagaan dan sterilisasi. Berawal dari keluhan warga yang merasa resah karena jalan desanya dilewati kendaraan dari roda dua sampai truk yang notabene berasal dari zona merah yang terkadang singgah di toko dan warung desa kami, sehingga warga menjadi khawatir.

Oleh karena itu, atas kesepakatan dari warga, ketua RT, tokoh masyarakat, dan pemdes, serta setelah koordinasi dengan Forpimcam Kalitidu, Forpimcam Trucuk, Kades Padang, Perum Jasa Tirta, juga Ibu Bupati Bojonegoro, telah memberi ijin/menyetujui untuk membatasi/menutup akses jalur masuk dari Bendung Gerak menuju desa Ngringinrejo.

Sehingga  pembatasan akses tersebut sudah melalui prosedur yang sesuai dan dengan dasar yang jelas, karena kondisi sekarang merupakan KLB (Kejadian Luar Biasa) dan pembatasan/penutupan ini bersifat sementara, hanya selama pandemik covid-19.

Perlu diketahui, jalan masuk dari Bendung Gerak ke desa kami, murni jalan poros desa, bukan jalan antar kecamatan atau antar kabupaten. Begitu pula sebenarnya jembatan Bendung Gerak hanya merupakan jalan Inspeksi yang fungsinya untuk pengamanan air, untuk kegiatan operasi, dan pemeliharaan infrastruktur Bendung Gerak itu sendiri.

Namun kami masih memberi kesempatan pengguna roda dua yg dari desa seberang selain zona merah untuk lewat. Selama ber tahun‐tahun warga kami tidak pernah protes karena terkena polusi baik bising maupun debu karena dari Bendung Gerak menuju jalan  desa kami  dilewati kendaraan dari roda dua sampai truk-truk besar tepat di depan rumah warga. Namun saat kami butuh untuk dapat memahami keluhan  warga  kami malah dipermasalahkan.

Sabar.... Semua kami lakukan demi warganya, ora cemit ora cemeng. Pemimpin ikhlas, warga pun ikhlas, menurut mantan guru dan dosen karena beliaunya rela pensiun dini supaya fokus terhadap tugas barunya sebagai kades.

Alhamdulillah warga desa Ngringinrejo kesadaran serta kebersamaan tinggi”.
"Kalau kisah pewayangan, kami (kades-red), suka tokoh 'Srikandi' kebetulan ada kesamaan nama sedikit, kami Sri Wigati, Srikandi tidak menyukai pemimpin seperti 'Kumboyono' , suka lempar batu sembunyi tangan, alias pemimpin tidak bijak, bukan kurang bijak.

Apalagi ala Dursasana, suka rame ajang. Kalau Kresna kami suka, tetep berpikir, berkehendak demi warganya, tidak plinplan juga tidak mengandalkan ego karena temannya banyak, tetapi sedikit wawasan. Orang tua kami berwasiat, jadi pemimpin harus waspada dan bijaksana dan bisa "Cegah Lek" artinya  minimal tidur diatas jam 12 malam, ojo 'leno' lan ora perlu grusa grusu becik ketitik olo ketoro lan ojo dumeh, tapi dermo weweh yen murakapi".

Oleh karena demi warga, kami rela apapun konsekuensinya. Melatih diri senyum dibibir juga senyum dihati, karena manusia adalah sebaiknya ciptaan, tidak hadigang hadigung sopo sira sopo ingsung. Tetapi belajar sebagai pemimpin yang 'ing ngarso sung tuladha ing madya Mangun karso Tut wuri Handayani", ulasannya Bu Kades yang memiliki satu putra.

"Ibu kades, memang pemberani sesuai koridor, bijaksana, tanggung jawab, penyayang, penyabar, rela dan ikhlas berkorban demi rasa tanggung jawabnya. Prinsipnya memimpin itu punya tanggung jawab dunia akhirat, itulah kata perangkat terbelalak atas tanggung jawab tugas, serta melaksanakan amanah warga. Ternyata jika hati ikhlas, damai juga hati", ungkapan para perangkat.

Selanjutnya beberapa warga Ngringinrejo pun, mengomentari, bahwa walaupun sosok ibu, tetapi energiknya melebihi kaum Bapak, beliau (kades Ngringinrejo-red), sekarang ini (2020), meneruskan kakaknya. Dua periode sebelumnya dijabat orang lain, sebelum orang lain, dijabat pamannya bu Endang. Memang jikalau dari keluarga Bapak
Mayjend.H. Basofi Soedirman (Alm./Pernah Menjabat Gubernur Jawa Timur), tumpuhan warga Ngringinrejo, ingin di pimpin oleh keluarga Besar Bapak Basofi Sudirman, alasannya, perhatian pada warga, tidak sekedar setengah hati, namun setulus hati". Ulasan warga di area wisata kebun Belimbing.(Eko)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999