05 Juni 2020 | Dilihat: 273 Kali
DUGAAN KORUPSI DIREKTUR KEUANGAN PERUM PPD
noeh21

DUGAAN KORUPSI DIREKTUR KEUANGAN PERUM PPD

“KERJASAMA INVESTASI BODONG PERUM PPD KEBOBOLAN SATU MILLIAR RUPIAH”

Jakarta – www. mapikor-news.com

Menanggapi hak jawab dari Humas Perum PPD berikut ini media Mapikor ingin menyampaikan bahwa seperti yang dipublikasikan dibawah ini adalah Hasil Laporan Pemeriksaan  Keuangan Tahun 2015 sampai dengan Semester 2018 pada Perusahaan Umum Penumpang Jakarta (Perum PPD) dan Instansi Terkait Lainnya, jika Humas Perum PPD menganggap bahwa pemberitaan yang dipublikasikan tidak benar berarti Humas Perum PPD menganggap Hasil Pemeriksaan Keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) tidak benar.
  
Berikut ini adalah keterangan yang tertuang dari Hasil Pemeriksaan Keuangan pada Halaman 64 Poin 12, Salah satu program kerja SBU aset dan logistik (SBU Aslok) yang tertuang dalam rencana kerja anggaran perusahan (RKPD) tahun 2018 adalah pengembangan usaha tour and travel, dengan kerja sama ini diharapkan Perum PPD akan mendapatkan keuntungan finansial tidak hanya dari bidang transportasi saja untuk membiayai operasional perusahaan.

Oleh sebab itu pada tanggal 15 Februari 2018, Perum PPD melakukan kerjasama dengan CV Asia Travel and Tour melalui Surat Perjanjian Nomor: 02/SPK-AL/I/2018, tentang Kerjasama Mitra Sub Agen dengan nilai Investasi sebesar Rp.1.000.000.000.00.- (Satu Miliar Rupiah) dengan rincian Rp.250.000.000.00.- (Dua Ratus Lima Puluh Juta) per masing masin Destinasi Wisata yang dibayarkan secara Tunai yang diambil dari uang muka dinas (UUDP) untuk pembersihan lahan ciracas yang tidak jadi digunakan Juli dan Agustus 2017.

Dari hasil pemeriksaan tidak terdapat Dokumen dan Data terkait CV Asia Travel and Tour ataupun kajian bisnis serta pemelihan mitra CV Asia Trafel and Tour, yang ada hanya selebaran dan pamflet tentang CV. Asia Travel and Tour, anehnya lagi kerjasama ini tidak melalui persetujuan Direksi dan Dewan Pengawas, serta tidak ada perjanjian yang mengatur terkait cara pembayaran, kapan Perum PPD akan menerima konpensasi dari kerjasama tersebut.

Perum PPD melalui Direktur Keuangan Fanny Priana menjelaskan bahwa sejak bulan April 2018 CV. Asia Travel and Tour telah mengalami Kebangkrutan, kerugian yang dialami Perum PPD menurut keterangan yang diterima media Mapikor, akibat dari proses kerjasama yang tidak Transparan dan Akuntabel sesuai Peraturan dan Undang Undang yang berlaku, karena tidak melalui kajian kajian bisnis yang memadai.

Terkait kerjasama ini, Direktur Keuangan Perum PPD Fanny Priana seharusnya melaporkan kepada Direktur Utama dan Dewan Pengawas, akan tetapi hal ini tidak dilakukannya sehingga Diduga Kuat kerjasama ini adalah Rekayasa atau kerjasama Bodong yang diciptakan Direktur Keuangan Fanny Priana untuk mengeruk Uang Perusahaan.

Menanggapi Hak Jawab Perum PPD, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Investigasi Korupsi (IIK) Drs. Ahmad Zulnaini, SH. Msi, kepada media Mapikor mengatakan bahwa LSM IIK dalam waktu dekat akan melaporkan secara resmi Indikasi Kerugian Negara ini kepada Pihak Penegak Hukum. (Redaksi)



 

 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999