03 Juli 2020 | Dilihat: 65 Kali
Warga Keluhkan Harga Pengadaan Seragam Sekolah MTSN 1 Bengkalis Cukup Tinggi
noeh21

Warga Keluhkan Harga Pengadaan Seragam Sekolah MTsN 1 Bengkalis Cukup Tinggi
 
 
Bengkalis || www.mapikor-news.com — Pengadaan Seragam sekolah di MTsN 1 Bengkalis di nilai sangat tinggi dari harga pasaran saat ini, seperti rincian harga seragam yang di sampaikan ketua koperasi MTsN dan di saksikan Plt Kemenag DR H Charles, MA, Kabid Madrasah H Khaidir, Kepala MTsN Yusmanto, ketua PPDB MTsN dan Komite sekolah sebagai berikut. 
 
Untuk seragam siswa laki laki Rp1.630.000, dan untuk Putri Rp1.7 juta lebih. Pantauan awak media ke toko dan pasar yang menjual pakaian perlengkapan sekolah di dapat harga yang sangat berbeda dari harga yang di buat koperasi MTsN Bengkalis. 
 
Seperti contoh baju seragam putih biru yang ada pasaran Rp.170.000,- Kopiah Rp.35.000,- Sepatu Rp.120.000,- dan Dasi Rp.10.000,-. 
 
Dari harga yang di dapat awak media dari pedagang, tentunya pedagan telah meraih keuntungan dari harga tersebut. Jika di bandingkan dengan harga koperasi sekolah ini sangat memberatkan siswa dan di nilai koperasi MTsN meraup keuntungan yang luar biasa. 
 
"Jika kita bandingkan dengan harga konveksi koperasi MTsN diperkirakan meraih keuntungan 100 persen dan ini bnukan koperasi namanya bisa di bilang lintah darat. Kalau koperasi MTsN mau membantu siswa bukan segitu harganya, "ungkap Edi Suparno tokoh masyarakat Kelurahan Kota Bengkalis ketua kepada awak media, Jumat (3/7/2020). 
 
Lebih lanjut Edi mengungkapkan hal ini tidak boleh di biarkan berkelanjutan dan harus segera di hentikan, karena ada unsur pungli di dalamnya. 
 
Di minta kepada Aparat penegah hukum untuk dapat menindak lanjuti pungutan seragam dan perlengkapan siswa MTsN 1 Bengkalis ini, karna di nilai sarat pungli dan Mark up harga. 
 
Pungutan ini juga sudah berjalan dari tahun ke tahun sepertinya ada kong kali kong atau persekongkolan antara Koperasi, Komite dan Kepala sekolah MTsN Bengkalis. 
 
Sekali lagi saya mohon kepada aparat penegak hukum di Kabupaten Bengkalis khususnya Polres Bengkalis untuk segera menindak pungutan seragam dan perlengkapan siswa di MTsN 1 Bengkalis ini,"tegasanya. 
 
Ungkapan yang sama di sampaikan Wakil Ketua Ormas LAKI Jefri kepada awak media, Jelas ada ungsur pungli dalam pungutan seragam dan perlengkapan sekolah di MTsN 1 Bengkalis ini. 
 
Dari proses musyawarah yang hanya melibatkan 17 orang perwakilan dari sekolah, guru, komite, dan wali murid di nilai hanyalah formalitas saja. Wali murid baru tidak dilibatkan dan di beritahu terlebih dahulu tetang rapat tersebut.
 
Jefri melanjutkan, "Dalam hal ini Kemenag Bengkalis yang seharusnya memantau dan membina MTsN ini dinilai merestui akan adanya pungutan tersebut, karena sampai saat ini belum ada tindakan atau teguran yang dilakukan Kemenag terhadap masalah pungutan seragam dan perlengkapan sekolah di MTsN 1 Bengkalis. 
 
Saya mengharapkan Polres Bengkalis dalam hal ini sebagai Penegak Hukum untuk segera menindak pelaku persekongkolan pungutan seragam dan perlengkapan sekolah di MTsN Bengkalis ini karena sarap pungli dan Mark Up, "harapnya.(Feri)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999