23 Mei 2020 | Dilihat: 498 Kali
Tanggapan Ketua LSM FAKTA Terhadap Dugaan Kasus Dana Sumbangan Masyarakat Bencana Banjir 2017
noeh21

Tanggapan Ketua LSM FAKTA Terhadap Dugaan Kasus Dana Sumbangan Masyarakat Bencana Banjir 2017

* Diduga ada Oknum DPRD Beltim melakukan pemerasan.

Beltim | www.mapikor-news.com

Dilansir Dikutip berita online, yang memuat isi berita yang mengatakan  bahwa Yeni Srihartati selaku staf ahli ekonomi keuangan dan pembangunan kepada awak media,  sejak dari Februari 2020 ia sudah menyampaikan kepada salah satu pejabat Daerah melalui WA (Whatsapp), untuk meminta tolong menyampaikan ke Kabag Kesra apakah bisa dari dana sejumlah Rp 288 juta,  dimanfaatkan untuk pembelian APD penanganan Covid-19. Dana tersebut merupakan sumbangan masyarakat pada Juli 2017 saat bencana alam banjir di Gantung Belitung Timur.

Atas statement Yeni tersebut, maka Ade Kelana Ketua LSM Fakta Belitung Timur pun, menanggapinya dengan nada mempertanyakan.

“Hal ini menurut saya tidak semestinya terjadi karena akan berdampak secara hukum untuk di pertanggung jawabkan oleh Yeni sendiri, Mengapa demikian?”

Lanjutnya, Pertama, mengapa Yeni harus menyuruh orang lain untuk menanyakan perihal dana tersebut, mengapa tidak bertanya langsung ke Djon sarjana selaku atasannya, toh mereka satu gedung hanya beda beberapa ruangan saja.

Kedua, Yeni sampai bulan Mei tahun 2018 masih menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur, artinya waktu bencana Palu dan Donggala pada tahun 2017 tanggung jawab penggunaan dana tersebut ada pada beliau.

Ketiga, Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi kasus pertama Covid-19 di Indonesia di Istana Negara tanggal 2 Maret 2020. Artinya Belitung Timur belum ada permasalahan serius dengan Corona pada saat itu, Mengapa Yeni bulan Februari sudah menginginkan pembelian APD dari dana sumbangan masyarakat tsb.

Keempat, Pejabat daerah yang disuruh Yeni mengkonfirmasi tentang dana sumbangan masyarakat tsb harus dijelaskan siapa orangnya agar dapat dikonfirmasi, siapa sebenarnya yang menyatakan dana 288 juta tersebut sudah habis, karena hal inilah yang membuat permasalahannya terjadi.

Kelima, Beredar rekaman audio oknum anggota DPRD Beltim inisial "O", yang mengaku sebagai mediator untuk meminta sejumlah uang (100 jt) "untuk dua orang" kepada Djon sarjana.

Keenam, Yeni harus mengungkapkan juga apa hubungan antara dia dengan "O" dan "dua orang" yang disebut sebut "O" dalam rekaman tersebut. Sepertinya ada semacam pemufakatan jahat terhadap Djon sarjana, ini harus terungkap.

Ketujuh, Djon sarjana menyatakan dana sebesar 288 juta masih ada di rekening Bagian Kesra Beltim.

Kedelapan, semestinya dana sumbangan masyarakat tsb tetap masih menjadi tanggung jawab Yeni, apapun jabatan dia saat ini, karena dana tersebut terkumpul di Dinas sosial bukan berbentuk sumbangan pihak ketiga yang dapat dicatat sebagai pendapatan daerah, dan tidak dapat disimpan di salah satu rekening apapun di Pemkab Beltim, dengan pengertian juga Bupati tidak ada hak dan tanggung jawabnya terhadap dana tersebut.” Jelas Ade Kelana Panjang lebar, Sabtu (23/05/2020)

Terkait permasalahan ini Ade Kelana sebagai Ketua LSM FAKTA menganggap ini adalah permasalahan serius, dan Ade pun menginginkan pihak penegak hukum segera turun untuk menegakkan aturan hukum yang seadil adilnya pada permasalahan ini, agar tidak ada korban yang dirugikan.

Sementara itu Yeni Srihartati, ketika dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, Apakah Yeni pernah menanyakan dana sumbangan dari masyarakat untuk banjir 2017 kepada bapak Djon, hanya menjawab singkat, bahwa Yeni Srihartati tidak pernah menanyakan langsung kepada pak Sarjana.

“ Saya nggak pernah menanyakan langsung kepada pak sarjana”. Jawabnya singkat ( Redaksi/Iwan Gabus)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999