28 Mei 2020 | Dilihat: 123 Kali
Tak Terima Rusmadiansyah Di Vonis Meninggal Karena Covid-19, Keluarga Akan Menempuh Jalur Hukum
noeh21

Tak Terima Rusmadiansyah Divonis Meninggal Karena Covid-19, Keluarga Akan Tempuh Jalur Hukum
 
 
Palangkaraya || www.mapikor-news.com — Peristiwa meninggalnya, Rusmadiansyah (40) Warga Jalan Pantai Cemara Labat II, Kota Kota Palangkaraya secara mendadak, Rabu (27/05/2020) pagi di Pasar Lama Kuala Kurun Jalan Sangkurun, Kabupaten Gunung Mas menyisakan luka mendalam bagi pihak keluarga. Terlebih lagi dengan adanya surat keterangan kematian dari RSUD. Kuala Kurun yang menyatakan bahwa yang bersangkutan positif terpapar covid-19.
 
Menurut keterangan pihak keluarga, H.M. Syahrin, S.ag yang merupakan Ipar sekaligus Ketua PC NU Kota Palangkaraya menuturkan, petugas RSUD. Kuala Kurun terlalu dini menyatakan kalau almarhum Rusmadiansyah positif covid-19. Kami membantah hal tersebut pasalnya selama berdagang ikan dan setiap minggu bolak balik, Palangkaraya-Kuala Kurun yang bersangkutan kondisinya dalam keadaan sehat.
 
"Saat mengantar ikan ke Kuala Kurun, mobil pick up yang dikendarai Rusmadiansyah,  diperjalanan selalu singgah di pos covid-19. Dan di cek termoter (pengukur panas suhu tubuh) oleh petugas covid-19 dan hasilnya tidak ada yang menyatakan kalau dia positif covid-19," ungkap Syahrun kepada sejumlah awak media, Rabu (27/05/2020) sore.
 
Lebih lanjut, Ketua PCNU Kota Palangka raya ini menceritakan, setelah mendapat informasi meninggalnya Rusmadiansyah, ia bersama keluargga dengan mengunakan mobil NU dan satu mobil ambulan bertolak ke Kabupaten Gunung mas dengan tujuan bermaksud membawa jenazah untuk dikuburkan di Kota Palangkaraya.
 
"Dari informasi warga setempat,, pada hari Rabu (27/05/2020) dinihari, Rusmadiansyah bersama rekannya membongkar ikan di Pasar Lama Kuala Kurun. Pada waktu itu,  ia mengaku sakit perut dan meminta ijin hendak ke toilet untuk buang air besar (BAB). Setibanya di toilet, korban terpeleset dan terbentur, kemudian jatuh hingga menghembuskan napas terakhir," terangnya
 
Ia menambahkan, saat ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh warga setempat, tak satupun warga yang mau mendekat dan menolong, karena mereka kwatir kalau Rusmadiansyah meninggal akibat covid-19. Dari informasi warga, Tim Gugus Covid-19 kemudian datang menjemput ke lokasi dan langsung mengevakuasi jenazah ke RSUD.Kuala Kurun untuk dilakukan otopsi.
 
"Saat kami sampai di Kuala Kurun, jenazah   diperlakukan sesuai protap pasien covid-19 dan sudah berada didalam peti, siap akan dikubur. Melihat hal itu, kami mencoba  bernegosiasi dengan Tim gugus tugas covid-19 agar jenazah bisa dibawa pulang ke Palangka Raya, namun tak berhasil kami ditolak sehingga terjadi perdebatan. Tim gugus tugas covid-19 saat itu menjelaskan, sesuai hasil diagnosa dari dokter di RSUD Kuala Kurun, jenazah Rusmadiansyah dinyatakan positif covid-19 dan harus dikubur sesuai prosedur covid-19," ujar Syahrin menuturkan dengan nada kecewa.
 
Selaku pihak keluarga, kami sangat kecewa dan menyayangkan pihak RSUD. Kuala Kurun terlalu cepat menyatakan bahwa Rusmadiansyah positif covid-19. Padahal uji lab dan swab hasilnya belum jelas dan belum keluar.
 
"Karena statement bahwa Rusmadiansyah positif terpapar covid-19  Kami sebagai pihak keluarga sangat dirugikan, pasalnya keluarga, tetangga dan masyarakat sekitar jadi menjauh dan ketakutan karena hal itu," ucap Syahrin.
 
Ditegaskannya, apabila hasil uji lab dan sweb tersebut sudah keluar dan hasilnya menyatakan Rusmadiansyah negatif covid-19, kami akan menempuh jalur hukum. Dan apabila hasilnya sebaliknya kami akan menerima dengan iklas. (Tim)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999