29 Juli 2020 | Dilihat: 443 Kali
Sidang Dugaan Pemalsuan Data Akte Kelahiran Anak Angkat Menjadi Anak Kandung
noeh21

Sidang Dugaan Pemalsuan Data Akte Kelahiran Anak Angkat Menjadi Anak Kandung
 
 
Bojonegoro || www.mapikor news.com — Pengadilan negeri Bojonegoro Sidangkan kasus dugaan pemalsuan data untuk mendapatkan akte kelahiran anak angkat yang dijadikan anak kandung sendiri dalam sidang yang digelar pada Selasa 28 Juli 2020 agenda  keterangan saksi dan saksi ahli.
 
Kronologisnya bahwa Yasin Syayuti nikah dengan Nurul Hidayati kemudian melahirkan seorang putra yang bernama 
Baros Rimbawanto dibesarkan dan disekolahkan hingga sampai sekolah dasar oleh orang tua kandungnya sendiri.
 
Kemudian mau mendaftar di SMP harus melampirkan surat akte kelahiran karena nikahnya diduga sirih secara administrasi negara pihaknya tidak bisa menunjukkan bukti-bukti termasuk data kependudukan negara , dan akhirnya dengan persetujuan orang tua kandungnya Yasin Syayuti dengan Nurul Hidayati maka selanjutnya untuk mendapatkan akte kelahiran akhirnya Baros Rimbawan di buatkan dan dimasukkan ke dalam KK Siswoyo dan Umi Kholifah jadi seolah-olah Baros Rimbawan seakan-akan anak kandung dari Siswoyo dengan Umi Kholifah.
 
Dalam sidang di pengadilan negeri Bojonegoro dihadirkan beberapa orang  saksi diantaranya Yasin Syayuti,Nurul Hidayati, Muh.Ridwan dan saksi ahli dari Diadu kabupaten Bojonegoro Bambang Sugiarto dan Darul Mahasin untuk dijadikan saksi dalam perkara pemalsuan data di akte kelahiran.
 
Menurut penasehat hukum Pinto Utomo,S.H,M.H dan Agus Eko PD ,S.H,M.H ,dari LBH Triyasa mengatakan bahwa kliennya yang bernama Siswoyo (terdakwa) kronologi singkatnya bahwa terdakwa beserta istrinya Umi Kholifah dan Dita Rimbawanto Dewi pindah dari desa Kanten kecamatan Trucuk ke desa jumput kecamatan Sukosewu Bojonegoro untuk mengikuti Pilkades.
Akan tetapi kepindahan nya tidak di Acc atau tidak diterima oleh kades jumput Ibtiyatun melainkan malah dilaporkan Pidana ke polres  Bojonegoro ,'tegas Pinto
 
Menurut Heru Mulyono selaku penasehat hukum terdakwa Muh.Ridwan mengatakan bahwa pihak kliennya didakwa dengan pasal 263 ayat I Jo pasal 266 ayat I yang mana kasus ini Muh.Ridwan pada waktu itu sebagai sekdes kemudian dalam masa transisi jelang Pilkades akhirnya menjadi Pjs. yang membuatkan surat keterangan sampai akhirnya dijadikan terdakwa, ungkapnya.
 
Sidang yang digelar selasa 28/07 dalam agenda mendengarkan keterangan saksi dan saksi ahli dari Disdukcapil Bojonegoro.
Dan sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Tri Unggul Esti Mulyono,S.H,M.H, Isdaryanto,S.H,M.H,Ainun Arifin,S.H,M.H,JPU, Dekri Wahyudi, dengan  panitera Kusairi ,S.H. dan sidang dilanjutkan Minggu depan (Haris)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999