02 Juni 2020 | Dilihat: 108 Kali
Sabu 400 Gram Jaringan Lapas Kelas IIB Berhasil Digagalkan Ditresnarkoba Polda Kalteng
noeh21

Sabu 400 Gram Jaringan Lapas Kelas II B Pangkalan Bun Berhasil Digagalkan Ditresnarkoba Polda Kalteng
 
 
Palangkaraya || www.mapikor-news.com — Peredaran Narkoba jaringan dari Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). berhasil digagalkan Dirresnarkoba Polda Kalteng. Sebelumnya, Institusi Kepolisian ini juga telah mengungkap penyalahgunaan Narkoba di Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya.
 
Hal tersebut disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., melalui Kabidhumas Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., saat konferensi pers tindak pidana Narkotika di ruang Ditresnarkoba, Selasa (02/06/2020) pagi.
 
"Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi Narkotika jenis sabu di Kota Sampit. Dimana, barang haram tersebut dikirim dengan cara diantarkan langsung oleh seorang kurir sabu dari Kota Pontianak Provinsi Kalbar," ungkap Kabidhumas yang didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol. Bonny Djianto, S.I.K.
 
Hal senada juga disampaikan Dirresnarkoba, diterangkannya, setelah mendapatkan informasi ini, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. "Pada hari, Jum'at (29/05/2020) lalu, kami berhasil menangkap seorang pelaku berinisial HM (40) di Jalan SPG Barat Perum Kencana Elok No. 05 RT. 016 RW. 004 Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentaya Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaingin Timur (Kotim) dengan barang bukti berupa lima paket sabu berat bruto 400 gram di dalam mobil Daihatsu Xenia warna merah maroon Nopol KH 1723 FR," jelasnya.
 
Setelah dilakukan pendalaman, lanjut Dirresnarkoba, pihaknya kembali melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya. "Selang beberapa jam kemudian, pelaku berinisial AG (34) Di Jalan Simpang Runtu Kecamatan. Pangkalan Lada Kabupaten. Kobar dengan barang bukti berupa sebuah mobil minibus Daihatsu Xenia warna hitam dengan Nopol KB 1451 WN," paparnya.
 
Berdasarkan keterangan yang diterima, AGmendapatkan upah dari EU senilai Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) setelah berhasil mengirimkan paket tersebut. "Jadi, kakak kandung AG berinisial WD yang berada di Lapas memerintahkan EU untuk menyerahkan sabu tersebut yang kemudian diantarkan ke Sampit," bebernya.
 
Selanjutnya, akibat perbuatannya kedua pelaku HM dan AG  akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Hendrik)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999