28 Juli 2020 | Dilihat: 215 Kali
RS Sembiring: Prosedur Pemulasaran Jenazah yang Viral Sudah Sesuai Fatwa MUI
noeh21

RS Sembiring: Prosedur Pemulasaran Jenazah yang Viral Sudah Sesuai Fatwa MUI

Medan | www.mapikor-news.com


Sebuah foto yang memperlihatkan jenazah warga reaktif COVID-19 dikubur masih menggunakan daster viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.
 

PihakRumah Sakit Sembiring, Deli Tua, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang sempat menangani pasien tersebut pun buka suara.

Melalui Kabag Humas, Sentosa, MKes, yang ditemui kru media ini, Senin (27/07/2020) mengaku, pihak Rumah Sakit Sembiring telah menangani Jenazah korban sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut Sentosa Barus, korban masuk ke RS Sembiring pada, Kamis (23/07/2020) jelang tengah malam. “Kondisi pasien kala itu sesak saat bernafas,” ungkap Sentosa Barus.

Begitu korban datang, sebut Sentosa, dokter langsung menanganinya dengan melakukan rapid test. “Hasilnya reaktif Covid-19. Dan esoknya sekira pukul 15.00 WIB, pasien dinyatakan dokter telah meninggal dunia,” kata Sentosa Barus.

Dalam proses pemulasaran jenazah, kata Sentosa Barus, pihak rumah sakit melakukan sesuai Standard Operational Projeck (SOP) dan Fatwa MUI. “Tahap demi tahap kita lakukan sesuai Fatwa MUI termasuk Memandikan Jenazah. Dan terakhir peti dibalut pakai plastik dengan rapi,” beber Sentosa Barus.

Sebelumnya, dalam foto yang beredar di media sosial, tampak Jenazah wanita tersebut telah dimasukkan ke liang lahat. Namun petinya terbuka dan terlihat di antara balutan kain kafan, jenazah wanita itu mengenakan daster.

Sementara itu, Lurah Suka Maju Harry Agus Perdana, seperti dilansir dari laman antara.com, Senin (27/07/2020) membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi, Jumat (24/7).

Harry mengatakan bahwa wanita ini sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Sembiring pada Kamis (23/7) karena historis penyakit jantung. Akan tetapi pada Jumat (24/7) pagi pasien ini dinyatakan meninggal.

 

“Tapi itu belum dipastikan COVID-19 atau tidak. Informasi yang kami terima dari rumah sakit, warga kita yang meninggal hasil rapidnya reaktif,” katanya.

Karena hasil tes cepat reaktif COVID-19, Harry mengatakan bahwa pihak rumah sakit mengarahkan keluarga agar pemakamannya dilakukan sesuai protokol pemulasaran Jenazah COVID-19.



“Waktu proses pemakaman awal tidak ada masalah, tapi info yang diterima dari keluarga bahwa petinya tidak muat, lalu oleh pihak keluarga petinya dibongkar, sehingga nampak lah jenazah yang masih berdaster itu,” katanya.

Keluarga yang melihat itu pun, lanjut Harry, beranggapan jika jenazah almarhum belum dimandikan, sehingga pemakamannya tidak sesuai fardhu kifayah agama Islam.

“Setelah ditanyakan ke petugas RS Sembiring mengaku jika dia sendirilah yang memandikan jenazah tersebut. Sehingga keinginan keluarga untuk memandikan jenazah pun saya tolak, dan pemakaman pun tetap dilanjutkan sesuai protokol COVID-19. Karena kalau dikeluarkan dari peti, kan tidak sesuai protokol lagi,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah yang dikonfirmasi terkait kejadian ini mengatakan, bahwasanya berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2020 tentang prosedur memandikan jenazah yang terpapar COVID-19 dapat dimandikan tanpa harus dibuka pakaiannya.

Sedangkan apabila jenazah tidak bisa dimandikan, dapat digantikan dengan tayamum.
 

“Jadi diperbolehkan, tidak ada masalah. Kan mayat (pasien COVID-19) itu tidak boleh diapa-apain kalau sudah meninggal. Siapa lagi yang berani membuka bajunya,” ujarnya.

Begitu juga, lanjut dia, sesuai fatwa tersebut, Jenazah juga boleh dikafani dalam keadaan berpakaian. Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan, karena cairan Jenazah pasien COVID-19 dapat menularkan.

“Kalau peti jenazah itu dibongkar malah akan terjadi kesalahan prosedur dalam pemakaman. Ini tidak boleh,” ujarnya.(edi Guru singa)



Ket:Poto peti saat tidak muat saat penguburan

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999