18 Agustus 2020 | Dilihat: 53 Kali
Proyek Sumur Dalam Desa Alastuwo Kebakkramat Karanganyar Diduga Fiktif
noeh21

Proyek Sumur Dalam Desa Alastuwo Kebakkramat Karanganyar Diduga Fiktif
 
 
Karanganyar || www.mapikor-news.com — Informasi yang berhasil dihimpun dilokasi tersebut di Dukuh Wonokerto RT01/13 area persawahan telah berulang kali ditinjau dan diambil gambarnya namun hingga kini realisasi pekerjaan tersebut belum dilaksanakan. 
 
Bahkan pemilik lahan juga telah diminta menyerahkan fotocopy KTP,KK,dan Sertifikat tanah, sedangkan pemilik lahan sendiri telah membuat sumur dalam pertanian pribadi yang berlokasi tak jauh dari lokasi yang hendak dibangun oleh Pemdes setempat.

“Betul mas itu tanah sawah saya yang hendak dibangun sumur dalam oleh Pemdes , dan sumur dalam ini adalah murni biaya sendiri ,” ungkap Sarsono pemilik lahan dengan datar. Ditambahkan lokasi sumur dalam sendiri berbatasan dengan Dukuh Wonorejo hanya terpisah oleh jalan persawahan. 
 
Mengenai kedalaman anggota Kelompok Tani Makmur mengatakan sedalam 90 meter sudah mengeluarkan air dan termasuk sangat beruntung , karena sawah sebelah sudah dibor beberapa kali hingga pindah tempat tidak keluar air. Sedangkan pelaksana pekerjaan dikerjakan oleh warga Desa Krebet Masaran , dan mengenai biaya pihaknya enggan mengatakan. 
 
Dijelaskan pula selain sumur dalam yang belum terealisasi juga pembangunan gapura di Dusun Wonorejo juga belum dilaksanakan. “Untuk lebih jelasnya tanyakan langsung dengan Pak Lurah , ungkap Pak Sarsono. 
 
Sementara itu Kepala Desa Alastuwo ketika ditemui mengatakan seluruh kegiatan Bangkeu Sarpras Desa yang bersumber dari APBD Karanganyar senilai Rp.1,3 M dengan jumlah pekerjaan sebanyak 18 titik. “ Yang belum dilaksanakan ada 2 titik yakni pekerjaan talud di Dusun Sarirejo dan Dusun Ngegoh !” ungkapnya di Balai Desa.Kepala Desa yang menjabat selama 3 periode ini terhenyak dan kaget ketika di klarifikasi tentang pembangunan Gapura Dukuh Wonorejo. 
 
Menurutnya dana tersebut telah di serahkan kepada masyarakat sekitar dan menolak dikatakan fiktif. “ Tidak benar kalau pekerjaan tersebut fiktif , mungkin terkendala waktu saja karena masih pendemi Corona covid-19 ! “ tukasnya sengit. 
 
Ditambahkan mengenai sumur dalam dan lokasinya tidak di persawahan tetapi ditengah perkampungan,  dan saat ini baru dimusyawarahkan karena dananya juga belum cair.
 
Dia berencana mengalihkan fungsi airnya tidak untuk pengairan sawah tetapi dialihkan ke penyediaan sarana air bersih warga mengingat di daerahnya termasuk daerah rawan air. 
 
Penjelasan pak Lurah tersebut tidak sesuai seperti yang dikatakan yang mengatakan bahwa di wilayahnya yang belum dikerjakan dari dana BANKEU APBD adalah dua titik namun kenyataannya ternyata ada 3 titik.
 
Satu titik lagi adalah pekerjaan pembuatan sumur dalam yang dikatakan sudah selesai,namun setelah diklarifikasi belum dilaksanakan ternyata Pak Lurah mengatakan berbeda dan menjelaskan meralat ucapannya karena dana belum cair.(Gsw).

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999