03 Mei 2020 | Dilihat: 384 Kali
Peryataan Mosi Tidak Percaya BEM UNILAK Terhadap Walikota Pekanbaru
noeh21

Peryataan Mosi Tidak Percaya BEM UNILAK Terhadap Walikota Pekanbaru

PEKANBARU | www.mapikor-news.com 
Hari ini kan ulang tahun pak Firdaus maka kita beri beliau kado istimewa, yakni mosi tidak percaya karena pak Firdaus kita nilai sejak awal tidak serius dalam menangani covid-19 di pekanbaru. Hal itu terbukti dengan Perwako yang asal-asalan dan sangat memalukan banyak terdapat kesalahan yang sangat fatal di dalamnya dan pak Firdaus harus jujur lah bahwa beliau copy paste aja itu dari daerah lain. 

Yang kedua lambatnya pembagian sembako kepada masyarakat terdampak covid-19 padahal dari awal sudah kita ingatkan sebelum PSBB di tetapkan pemko harus membagikan sembako dulu kepada warga agar nanti gak ada yang kelaparan sehingga warga pun taat aturan pemerintah. Kita lihat malah ada warga di air hitam makan tungkul ubi selama dua hari untuk bertahan hidup,"sedih kita".terang Amir Arifin Harahap. 

Belum lagi penolakan sembako dari Forum RT/RW karena gak tepat sasaran, Pemko membagikan maka PT. Sarana Oangan Madani yang mengurus pembagian sembako bersekongkol ini dengan walikota maka pembagian tidak tepat sasaran, "pungkasnya.
 

Tambahnya, Demi keselamatan warga pekanbaru kita minta pak Firdaus mengundurkan diri lah karena BEM Unilak dengan tegas menyatakan mosi tidak percaya kepada Firdaus Walikota Pekanbaru.

Dan terakhir apa bila pak Firdaus tidak membagikan sembako kepada seluruh warga yg terdampak covid-19 di Pekanbaru dalam jangka 5 hari maka BEM Unilak bergerak bersama rakyat untuk menuntut Firdaus mundur dari jabatannya, "jelas Amir Arifin Harahap. 

Berikut penjelasan BEM Inilah :

1. Bahwa BEM Unilak meminta Walikota Pekanbaru agar melakukan evaluasi terhadap penetapan dan pelaksanaan PSBB yang telah meresahkan masyarakat Pekanbaru.

2. Bahwa Walikota Pekanbaru sejak awal dinilai tidak serius dalam menangani covid-19 (PSBB) hal ini terbukti dengan Perwako nomor 74 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan PSBB Pekanbaru yang di duga Copy Paste dari daerah lain sehingga terdapat kekeliruan yang sangat fatal dan memalukan didalamnya.

3. Bahwa penetapan dan pelaksanaan PSBB mengakibatkan keresahan di tengah masyarakat di karenakan pembagian bantuan sembako yg sangat lambat, pembagian bantuan sembako tidak tepat sasaran dan bahkan masyarakat yang terdampak covid-19 masih banyak yang belum menerima bantuan sampai hari ini, seperti salah satu warga air hitam yg harus makan tungkul ubi selama dua hari untuk bertahan hidup.

4. Bahwa Walikota Pekanbaru di duga bersekongkol dengan pengurus BUMD PT SARANA PANGAN MADANI untuk melakukan praktek KKN sehingga pembagian sembako tidak tepat sasaran sesuai data yg di ajukan RT/RW dan akibatnya Forum RT/RW menolak bantuan dari Pemko, "tutup Amir Aripin Harahap. (Romi)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999