01 Mei 2020 | Dilihat: 450 Kali
Nelayan Jangkang dan Balok mengharap Pemerintah Beltim membangun Dermaga Tambat di Sungai Pala Dendang.
noeh21

Nelayan Jangkang dan Balok mengharap Pemerintah Beltim membangun Dermaga Tambat di Sungai Pala Dendang.

*Limbah yang berbau langsung mengalir ke sungai

Dendang, Beltim | www.mapikornews.com

Curah hujan yang begitu  lebat baru baru ini membuat gelisah para nelayan pencari kerang, dan hasil tangkapan lainnya yang kebanyakan berasal dari desa Jangkang dan beraktifitas di sungai Pala desa Balok kecamatan Dendang. 

Pasalnya hujan yang lebat seringkali menyebabkan debit air yang mengalir dari arah daratan yang merupakan sisi sungai tumpah ruah menuju sungai.

Pantauan Mapikor.com dilapangan, seputaran area tambat perahu milik nelayan adalah merupakan lahan perkebunan kelapa sawit milik PT. ANJ (Austindo Nusantara Jaya) yang dioperasikan oleh anak perusahaannya PT. Sahabat Mewah dan Makmur (PT SMM).

Saat ini area lahan perkebunan kelapa sawit tersebut dalam kondisi replanting dan sedang diratakan dengan buldozer. Diduga hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi kondisi debit air di sungai ketika turun hujan lebat, akibat tak ada tanaman yang tumbuh dan menjadi penghambat lajunya air hujan yang turun ke tanah dan mengalir ke sungai melalui kanal kanal kecil buatan.

“ Saya Edi Johanes, Ketua Nelayan disini, saya mewakili kawan kawan nelayan yang beraktifitas disini, mengharap agar aliran ini (aliran kanal Perkebunan-red) dilangsungkan ke sisi sebelah sungai didepan sana, jangan dibelokkan ke arah area tambat perahu kami, akibatnya kalau hujan lebat air dari perkebunan sawit ini langsung jatuh ke sungai dan berbau, kami menduga itu adalah limbah” ujar Edi Johanes kepada Mapikor.com, Jum'at (30/04/2020).

Sementara itu Ginting, seorang pegawai bagian humas PT. ANJ, menyanggah apa yang dikatakan Edi Johanes.

“ itu bukan limbah, itu adalah line aplikasi pupuk dari limbah yang telah diolah dengan baik, dialirkan ke pipa pipa (PVC-red) yang kami pasang” Kilak Ginting.

Masih melalui pantauan Mapikor.com, memang disepanjang parit buangan yang berupa tanah dan tidak dibeton, aliran cairan dari pipa PVC tersebut, mengalir dan tumpah melalui ujung ujung pipa di lobang penampung yang juga tidak dilapisi beton, walaupun tidak dalam kondisi hujan, juga merembes ke parit pembuangan, yang berujung ke kanal kanal pengairan perkebunan sawit tersebut.

“ Kami Nelayan disini sangat berharap kepada pemerintah Beltim agar dibantu buatkan dermaga tambat untuk perahu kami, agar kami mudah beraktifitas ke sungai ataupun laut” Pungkas Edi Johanes. (Iwan Gabus)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999