29 Juni 2020 | Dilihat: 250 Kali
Miris Jika Melihat Bekas Bongkaran Pendopo Dan Perkantoran Kecamatan Trucuk
noeh21

Miris Jika Melihat Bekas Bongkaran Pendopo Dan Perkantoran Kecamatan Trucuk 
 
 
Bojonegoro || www.mapikor-news.com — Banyak nya puing puing dihalaman kantor kecamatan Trucuk, bukan akibat diporak poranda akibat  keruntuhan besar atau puting beliung, namun,sengaja dirobohkan , tetapi setahun ini, pelayanan tanda tangan kadang dilayani di bawah pohon.
 
Keadaan terkesan miris tatkala masih jam kantor namun turun hujan, maka Camat beserta seluruh staf jika rumah dinas camat penuh, mushola  penuh, kantor pelayanan KTP penuh, mau tidak mau sama sama 'jlegrang' dengan menenteng sepatu, karena kantor darurat asalnya tempat parkir pasti tergenang air.
 
Ironis memang, tetapi begitulah adanya. 'Jalan sudah mulai dibangun, tetapi pendopo dan kantor kecamatan 'kok' tidak ada tanda tanda kapan dimulai dibangun kembali", ungkap beberapa sumber secara berjamaah.
 
"Dulu begitu dibongkar, langsung ada Kontraktor yang melaksanakan, tetapi kisaran 27 %, macet. Berhenti beberapa bulan, mindik-mindik ada kontraktor baru , begitu berjalan beberapa minggu malah secara perlahan tenaga kerja nya berkurang, tak seberapa lama malah raib hingga sekarang."ini kantor Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk melayani masyarakat dan merupakan identitas wilayah Kecamatan, tetapi seperti hal nya Bojonegoro kurang dana pembangunan, padahal khan tidak", sindir warga.
 
Kesan yang lebih membuat miris, yakni UPTD Pertanian menempati bekas warung kopi (Depan/samping SMKN Trucuk), dengan lesehan. Dan untuk giat rapat staf (rutin), cukup dibawah pohon 'kers' yang kadang burung 'emprit' seenaknya mengeluarkan kotorannya 'crit'.
 
Kondisi seperti itu, Camat Trucuk Heru Sugiarto, SE.MM. Ketika dikonfirmasi wartawan mapikor-news.com, dengan enteng menjawab,"bahwa dengan kondisi seperti bagaimapun ,pelayanan pada kebutuhan masyarakat tidak terhambat, lancar lancar saja. Soal kapan dibangun kembali, bukan kewenangan kami menjelaskan". 
 
"Untuk kegiatan ceremonial yang membutuhkan tempat luas, yakni di Balai Desa entah kira kira mana,,sekaligus sebagai giat anjangsana (Tilik Desa-red). Kalau pemanfaat sisa area (halaman kantor) ini untuk senam bersama, kalau rapat staf cukup dibawah pohon 'kers' .Dengan silir silir hembusan angin sepoi sepoi, alias bablas angine. Soal tanda tangan dibawah sini , atau dimanapun. Tetep happy, kami hanya melaksanakan pelayanan, soal fasiltitas terutama tempat, bukan wewenang kami",ulas Camat.
 
Lebih memelas lagi, kalau banyak masyarakat datang ke kantor kecamatan, halaman penuh kendaraan, maka Satpol PP bertugas pun berteduhnya di teras warung 'mbah pah'. Demikian juga mantri ternak (karyono), jikalau mengerjakan laporan juga cukup sambil ngopi."jangan mengganggu, urusan masing masing brow', pinta manter (mantri Ternak-red) karyono.
 
 "Apa salah dosa kecamatan Trucuk, padahal kantor kecamatan bersamaan pemugaran diantaranya, kantor kecamatan Dander, Gondang, Kasiman, Ngambon, Tambakrejo, semua terwujud. Tetapi untuk Trucuk 'apes' yakni dapat kontraktor 'pong-pong nggolong /terkesan guyonan. "Gumamnya warga kecamatan Trucuk.
 
Kabag Pemerintahan Desa Tingkat Kabupaten Bojonegoro, Budi Sukisna, STTP.MM.ketika dihubungi via phon/ W.A. Ketika akan dikonfirmasi  perihal kapan dimulainya kembali pendopo dan kantor kecamatan Trucuk, belum tersambung.
 
Terkesan sangat dilematis, para ASN jika ditanya perihal mangkraknya Pendopo & Kantor kecamatan Trucuk, mirip lagunya 'Ebiet G. Ade, yakni Semua diam' ,walau lagunya Pak Haji Rhoma Irama, menyebutkan..'Sekian lama'.
 
"Prediksi, konon 'takut berkomentar. Atau bisa jadi takut terkutuk.hahaha",spekulasi komentator swasta.(Eko).

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999