26 April 2020 | Dilihat: 129 Kali
Memberantas RMS Tidak Harus Dengan Senjata Atau Dengan Cara Represif.
noeh21

Memberantas RMS Tidak Harus Dengan Senjata Atau Dengan Cara Represif.

Maluku | www.mapikor-news.com

Provinsi Maluku kembali Dihebohkan terkait adanya kelompok yang melakukan pawai sambil membawa Bendera RMS, bahkan ada kelompok yang sengaja memasuki Mapolda Maluku dengan membawa bendera tersebut, sehingga kejadian tersebut menjadi viral di media sosial khususnya di Maluku.
Kejadian yang berungkali terjadi ini harus disikapi dengan bijak baik oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, apa yang menyebabkan gejolak seperti ini terus terjadi, menurut saya sebagai masyarakat asli Maluku, ada keinginan dari sebagian masyarakat Maluku yang sampai saat ini belum diakomodir Pemerintah Pusat,  sehingga masih ada sebagian masyarakat yang menginginkan berdirinya Negara Republik Maluku Selatan atau yang kita kenal dengan RMS.
Pemerintah Pusat harus memberikan perhatian khusus bagi masyarakat Maluku dengan membangun Infrastruktur diseluruh wilayah Maluku, membuka lapangan kerja yang bisa mempekerjakan rakyat Maluku tanpa sarat, membangun sarana pendidikan setara dengan provinsi lain yang ada di pulau Jawa,  pengelolaan sumber daya alam (SDA) diberikan kepada masyarakat asli Maluku, berikan Maluku status daerah otonomi khusus seperti Aceh dan Papua, lalu jadikan Maluku sebagai pusat lumbung ikan nasional (LIN).

Sebagai mana diketahui bahwa Maluku adalah provinsi seribu pulau sehingga pembangunan pelabuhan laut, atau dermaga harus jadi prioritas agar tidak ada pulau-pulau di Maluku yang terisolasi, agar ongkos tranportasi menjadi murah dan mudah dijangkau oleh rakyat kecil, bangun Infrastruktur jalan dan jembatan dengan baik agar tidak ada masyarakat di pegunungan yg terisolasi, bangun tower dimana-mana agar tidak ada yang kesulitan jaringan sehingga semua punya akses yang sama untuk komunikasi. 
Selain hal di atas perlu adanya pemekaran daerah otonomi baru melalui regulasi pembentukan Kabupaten dan Kota baru juga harus segera dilakukan agar dapat merangsang pertumbuhan perekonomian melalui pemberian anggaran Negara yang simultan dan merata. 
Pemerintah Pusat juga harus memberikan pagu anggaran pendidikan yang besar bagi universitas-univeritas di Maluku agar dapat bergerak cepat mengejar ketertinggalan pendidikan, sebab kebijakan anggaran terkait dana pendidikan sangat tidak adil, Maluku mendapat porsi kecil dibandingkan universitas-universitas di pulau jawa, dan yang paling signifikan ialah terkait Pengelolan Blok Masela sebagai penghasil gas abadi yang diperkirakan mulai beroperasi pada tahun 2024 nanti, diharapkan akan bisa mensejahterakan masyarakat Maluku dengan pembagian hasil yang berimbang dengan pemerintah Pusat, dengan skema bagi hasil 50% untuk Maluku, bukan 10% apalagi ada indikasi mau dibagi 5% dengan Nusa Tenggara Timur,  dengan skema bagi hasil 50% akan memberikan sumbangsih besar dan efek kejut bagi pembangunan infrastruktur dan SDM di Maluku.
Menurut saya itu cara yang strategis dan sangat taktis untuk untuk menghilangkan gejolak sebagian keinginan masyarakat untuk mendirikan Negara RMS,  kalau  hanya dengan menggunakan kekerasan senjata  atau dengan cara-cara feodal, tidak akan mampu untuk memberantas, sebab ideologi harus dilawan dengan ideologi agar semua kalangan akar rumput merasa dimakmurkan dan merasa bahwa Negara benar-benar hadir untuk mereka.
Adanya gejolak RMS, ini sebagai bukti bahwa masih ada praktek-praktek ketidakadilan terhadap Maluku, sebab Maluku adalah Negeri Para Raja yang punya hasil kekayaan laut dan hutan yang luar biasa banyak begitu pula dengan hasil tambang baik emas dan miniral yang tiada Tara, Blok Masela akan menjadi penghasil gas abadi itu salah satu contoh bahwa Maluku adalah Provinsi kaya raya dan harus ada perlakuan istimewa dari pemerintah Pusat, jika ada  keberpihakan Pemerintah pusat melalui bagi hasil yang sama rata, gejolak untuk merdeka akan hilang dengan sendirinya.(AH Putra Maluku)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999