27 April 2020 | Dilihat: 882 Kali
LANGKAH KAPOLRES PUHUWATO DIPERTANYAKAN MASYARAKT TERKAIT PENERTIBAN TAMBANG EMAS BOTUDULANGA AKIBAT PANDEMIK covid 19
noeh21

LANGKAH KAPOLRES PUHUWATO DIPERTANYAKAN MASYARAKT TERKAIT PENERTIBAN TAMBANG EMAS BOTUDULANGA AKIBAT PANDEMIK covid 19

Pohuwato - www.mapikor-news.com
 
Penertiban alat berat di tambang botudulanga di anggap tidak merata, hal ini di buktikan oleh awak media mapikor menyusuri lokasi emas tambang botudulanga yang bertempat di Desa hulawa kecamatan Buntulia kabupaten Pohuwato jum'at tanggal 17 april 2020.

Penertiban alat berat yang dilakukan dari bulan maret 2020 tersebut oleh pihak kepolisian terkait pandemik virus covid 19 seakan tidak dihiraukan oleh para pekerja alat berat (excapator) yang memaksakan diri untuk tetap bekerja tanpa menghiraukan himbauan dari pihak kepolisian.
 

Hal ini telah di koordinasi awak media Mapikor kepada Kapolres Pohuwato dirumah dinasnya pada (17.04.2020) menurut keterangan Kapolres yang diterima jurnalis Media Mapikor, bahwa selama covid 19 berlangsung, tidak ada kegiatan apapun di lokasi tambang emas botudulanga, akan tetapi kenyataannya dari hasil investigasi lapangan pernyataan Kapolres tersebut perlu dipertanyakan, apa yang ditemukan justru sebaliknya, jurnalis media mapikor berhasil merekam tiga alat berat yang sedang beroperasi  di lokasi tambang Emas Botudulanga pada hari jum'at tanggal 17 april pukul 13:20 siang, sesuai ketentuan undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Etika Jurnalis agar tidak terjadi Cover Bot Side, jurnalis media mapikor kembali melaporkan hal tersebut kepada Kapolres Pohuwato mengenai tindak lanjut tentang penertiban pekerja alat berat di tambang emas botudulanga lewat whatsApp, "saya akan koordinasi dulu dengan KPH" jawab  kapolres pohuwato.dan sampai saat ini jurnalis media mapikor belum mendapatkan jawaban yang pasti dari kapolres perihal penertiban tersebut.
Hal ini juga sangat di sayangkan oleh sebagian tokoh masyarakat mengenai alat berat yang sampai saat ini masi bekerja di lokasi tersebut. "kami mengharapkan tindak lanjut Kapolres Pohuwato agar semua alat yang bekerja di lokasi tersebut bisa ditertibkan agar sungai kami tetap terjaga dan tidak kabur lagi" tutur masyarakat desa Hulawa,  seperti keterangan ketua BPD Desa Hulawa" kami sudah susah pak, kalau musim hujan  rumah kami tergenang luapan air karena adanya Alat berat yang bekerja di lokasi tambang emas Botudulango" 
Hal ini akhirnya menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat terkait ketegasan Kapolres Pohuwato dalam bertindak tegas terhadap para pekerja yang masih mengoperasikan alat berat padahal sudah dilarang.
Masyarakat Khususnya Desa Hulawa mengharapkan ketegasan kapolres untuk menindak lanjuti para pekerja Yang tidak taat aturan dan tidak memperdulikan dampak selanjutnya yang akan menimpa masyarakat khusnya Desa Hulawa (Rianto Suleman)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999