21 Agustus 2020 | Dilihat: 69 Kali
Kului Bos Tambang, Hajar Kawasan Hutan Lindung Desa Lubuk Besar Koba Kabupaten Bangka Tengah
noeh21

Kului Bos Tambang, Hajar Kawasan Hutan Lindung Desa Lubuk Besar Koba Kabupaten Bangka Tengah

* Diduga dibekingi oknum aparat

Lubuk Besar | www.mapikor-news.com

Kegiatan merambah kawasan hutan lindung dan hutan produksi di wilayah Desa Lubuk Besar Kecamatan Lubuk Besar kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berlangsung, parahnya lagi aktivitas penambangan timah ilegal ini menggunakan alat berat jenis Excavator dan Doser yang secara leluasa menghantam kawasan hutan.
 

Berawal dari informasi yang diterima Wartawan dari masyarakat bahwasanya ada kegiatan penambangan pasir timah ilegal yang berada di kawasan Hutan Blok C11desa Lubuk Besar Koba.

Saat wartawan melakukan investigasi langsung ke lapangan 15 Agustus 2020 didapati lubang galian yang menganga dengan diameter yang cukup besar.

Dilokasi juga ditemukan dua unit excavator merek Hitachi dan satu unit doser yang digunakan pemilik tambang untuk mendukung kegiatan penambangan ilegalnya.

Warga desa lubuk yang berhasil ditemui wartawan saat investigasi mengungkapkan, "bahwa kegiatan penambangan untuk merusak kawasan hutan di desa kami, padahal mereka orang desa kita juga.

" Dari informasi yang saya dengar langsung dari pemilik tambang yang bernama Kului, untuk koordinasi alat berat jenis excavator atau PC dan dozer itu dipegang oleh orang kuat, tapi namanya saya tidak tahu dan untuk timahnya di ambil oleh bos si kului itu juga yang tinggal si Pangkalpinang, "ujar Ew alias RM kepada awak media.

Warga tersebut juga menuturkan,  "bahwa kegiatan penambangan ilegal di kawasan hutan lindung itu sudah berlangsung sekitar dua bulan lebih, Padahal belum lama berselang setelah adanya penangkapan yang dilakukan Ditkrimsus Polda Babel maret 2020 yang lalu.

Lokasi tambang ilegal milik kului itu berada pada koordinat 48M 687106E, 9715247S , dan menurut informasi rumah kului sendiri berada persis didepan polsek lubuk besar.
 

Untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima redaksi tentang keterlibatan oknum aparat dalam kegiatan ilegal tambang kului itu wartawan coba menghubungi kului melalui nomor ponsel nya namun nomor ponsel tersebut tidak aktif.

Diupayakan kembali menghubungi kului oleh redaksi hari ini kamis 20 Agustus 2020 namun nomor tersebut tetap tidak aktip Bahkan sudah berkali kali di hubungi belum juga aktif. (Tim)

Terkait

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999