11 Agustus 2020 | Dilihat: 321 Kali
Komunitas Musik Maluku Basudara Dilantik Wakil Walikota Ambon
noeh21

Komunitas Musik Maluku Basudara Dilantik Wakil Walikota Ambon

Ambon - www.mapikor-news.com

Komunitas Musik Maluku Basudara (MASARA) akhirnya dillantik oleh Wakil Wali kota Ambon, Syarif Hadler berdasarkan surat Keputusan (SK) Walikota Ambon nomor 382 Tahun 2020 tentang pembentukan komunitas musik Maluku Basudara, Pelantikan itu berlangsung di aula RRI Ambon, pada Senin (10/08/2020)
 

MASARA adalah sebuah organisasi profesi yang dibentuk Pemerintah Kota Ambon untuk menghimpun para musisi dan seniman asal Maluku yang memiliki talenta di bidang seni dan musik, dalam rangka mendorong berbagai kegaiatan seni untuk mempertahankan Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO, maka dibutuhkan berbagai organisasi profesi dalam bidang seni, musik dan budaya.

Komunitas yang digagas oleh Rektor Universitas Pattimura Ambon, M. J Sapteno itu dalam berbagai aktivitasnya merupakan bagian dari upaya pengembangan ekonomi kreatif. Komunitas ini dibentuk untuk mendukung Pemerintah Kota Ambon dalam mempertahankan Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
 

Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi tinggi kepada para penggagas yang telah membentuk organisasi untuk merangkul para musisi dan seniman dari berbagai latar belakang agama dan budaya yang ada di Maluku.

Syarif optimis MASARA akan menjadi jembatan untuk mewujudkan harmonisasi sosial di Kota Ambon dalam menggapai cita-cita Ambon yang harmonis, sejahtera dan Ambon yang religius. “Karena musik tidak mengenal batas agama, batas budaya, batas usia dan batas negara,” ujar Syarif.

Dikatakan, Kota Ambon telah ditetapkan sebagai salah satu Kota kreatif berbasis musik oleh UNESCO pada tahun 2019 lalu. Hal itu merupakan suatu perjuangan panjang dan melelahkan dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat serta stakeholder lainnya, terutama pecinta musik yang ada di Maluku dan Kota Ambon.

Mendapatkan pengakuan dari UNESCO sangat tidak mudah. Sebab, berbagai daerah di Indonesia juga tengah berusaha untuk mendapatkan pengakuan tersebut. Untuk itu, patut bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa dan membangun kesadaran komitmen bersama serta kerja keras bersama semua pihak untuk mengisinya dengan berbagai potensi atau talenta yang dimiliki.

“Meraih Prestasi itu gampang, tetapi bagaimana mempertahankan prestasi itu tidak mudah,” terangnya.

Menurutnya, hal itu membutuhkan langkah strategis dan kebijakan yang tepat sehingga prestasi itu harus dipertahankan sebagai warisan sejarah yang dinikmati manfaatnya bagi generasi yang akan datang. Salah satu strategi yang dimaksud adalah dengan membangun kerjasama diantara musisi dam seniman di Maluku dan khusus di Kota Ambon yamg secara alamiah memiliki bakat yang luar biasa.

Kolaborasi ini juga dapat dibangun dengan berbagai stakeholder lainnya, sehingga Ambon sebagai Kota Musik Dunia dapat memperlihatkan ciri khasnya yang unik.

“Bakat dan potensi yang tinggi harus diwadahi secara baik dan benar melalui suatu organisasi profesi yang baik, sehingga bermanfaat bagi diri pribadi dan juga bagi pihak lain atau sesama,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dengan hadirnya komunitas MASARA, diharapkan dapat mengkoordinir kegiatan yang dilakukan dari berbagai komunitas musisi, guna terprogram secara baik dan mencapai tujuan yang diinginkan.

“Kami berharap MASARA dapat berkontribusi secata baik bagi Ambon Kota Musik dan dapat mendidik, membina serta
mengarahkan para musisi agar lebih profesional dimana mendtang,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pelindung komunitas MASARA, M. J. Sapteno mengatakan, awal mula organinsasi ini digagas lantaran melihat pada kondisi para musisi dan seniman asal Maluku, dimana tidak ada wadah profesi yang bisa mengakomodir mereka dalam pengembangan talenta pada bidang seni dan musik.
 

“Inti dari pembentukan MASARA ini agar generasi Maluku dan Ambon bisa menjadikan musik sebagai sumber kehidupan. Saya ingin mendorong anak muda Maluku dan Kota Ambon untuk bisa menjadikan musik sebagai salah satu sumber kehidupan,” kata Sapteno.

Setelah dilantik, kata Sapteno, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi antar pengurus bersama Pemerintah Kota untuk menyusun berbagai program kegiatan organisasi. “Salah satu sasaran kita adalah mempertahankan Ambon sebagai Kota Musik Dunia sebagaimana telah ditetapkan oleh UNESCO supaya tetap menjadi kembanggaan kita sebagai warga Maluku,” tandasnya.

Menurutnya, MASARA memiliki logo dan Arti tersendiri diantaranya, gambar tiga gunung yang berwarna melambangkan puncak prestasi dalam bermusik yang dilandasi rasa rendah hati yang dimiliki seniman Maluku, Lautan yang melambangkan unsur air melambangkan kedamaian dihati para seniman Maluku.

Ada juga kunci G mewakili semua genre musik yang dimainkan oleh aragger baik etnik maupun modern, tiga gelombang putih melambangkan tahapan dalam berkarya seni awal,pertengahan dan ahkir.

Sementara simbol Burung kakatua melambangkan seniman Maluku mayoritas yang memiliki kemampuan secara alami atau Autodidak seperti burung kakatua yang memiliki kemampuan yang sama dan juga sebagai bentuk pelestarian burung kakatua, dan Hati yang memiliki filosofi kunci juga melambangkan seniman Maluku selalu mengedepankan hati dan rasa dalam berkarya seni.

Dalam rangkaian proses pelantikan tersebut, dihadirkan juga penyanyi legend Maluku, Opa Zeth Lekatompessy bahkan tampil menyanyikan lagu ‘Baru Kusadari’.(tim)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999