27 Mei 2020 | Dilihat: 834 Kali
Ketua HTR Setia Bakti dusun Aik Asam Jangkang, mengharapkan ganti rugi tanaman kelapa akibat dampak Kumbang Tanduk.
noeh21

Ketua HTR Setia Bakti dusun Aik Asam Jangkang, mengharapkan ganti rugi tanaman kelapa akibat dampak Kumbang Tanduk.

Jangkang Dendang | Beltim-mapikornews.com
Disela sela suasana umat muslim sedang merayakan hari raya idul fitri 1441 Hijriyah, Aina ketua kelompok HTR ( Hutan Tanaman Rakyat) didampingi Kadus Aik Asam desa Jangkang, Dendang kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada hari selasa(26/5/2020), angkat bicara terkait masalah dampak Kumbang tanduk (oryctes. Rhinoceros) diduga akibat Replanting Kelapa sawit di sebuah perkebunan besar yang berdekatan dengan pemukiman dan kebun warga dusun Aik Asam.

Menurut Aina, sejak kurang lebih 4(empat) tahun silam, kira kira dari mulai tahun 2016, dan  diduga semenjak adanya kegiatan peremajaan pohon pohon kelapa sawit atau dikenal dengan istilah Replanting, Kumbang tanduk (oryctes. Rhinoceros) mulai meraja lela.
 

“Beberapa waktu yang lalu kami para anggota HTR dan masyarakat lainnya didusun kami telah berkumpul dalam suatu pertemuan, dan didapatkan data jumlah pohon kelapa milik masyarakat yang terdampak kumbang tanduk sekitar 4.000 (empat ribu)an pohon kelapa, yang dimiliki kurang lebih 200(duaratus) orang masyarakat disini.” Tutur Aina yang diaminkan juga oleh Sandri  tokoh pemuda dusun jangkang yang menjabat sebagai kadus Aik Asam Jangkang, saat ini.

Tak hanya dusun Jangkang saja yang terdampak, lewat penelusuran Awak media Mapikor, dusun dusun lainnya disekitar perkebunan, nampaknya juga tak luput dari dampak kumbang tanduk ini, namun sayangnya masalah ini tak pernah ada kelanjutan dalam proses penanganannya.

“ sebenarnya kami, pernah membawa masalah kumbang tanduk ini ke pemerintah Kabupaten Beltim, yaitu ke dinas Pertaniannya, pada tahun 2018 lalu dan ditindak lanjuti dengan datangnya ibu (M),pegawai dari dinas Pertanian Beltim ke dusun kami, kami ajak melihat langsung pohon pohon kelapa yang sekarat akibat terdampak kumbang tanduk, beliau berkata akan melakukan upaya tindakan lebih lanjut lagi, namun hingga saat ini, hal tersebut tak pernah ada” Sandri menambahkan.

Masih menurut Aina, pernah mereka juga mendatangi ke pihak perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit tersebut, namun pihak perusahaan membantah akan hal tersebut, pihak perusahaan perkebunan, beranggapan masalah replanting dan dampak kumbang tanduk itu adalah dua hal yang berbeda dan tak ada kaitannya.( Iwan Gabus )

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999