13 Juli 2020 | Dilihat: 94 Kali
Kekompakan RPH Sumberarum BKPH Terwujud
noeh21

Kekompakan RPH Sumberarum BKPH Dander Terwujud 
 
 
Bojonegoro || www.mapikor-news.com — Dalam Monografi luas RPH Sumberarum 995,5 hektar, dengan SDM sebanyak 7 personil, walau minim namun karena kompak serta sinergy, maka tugas dari perintah pimpinan berjalan sesuai juknis dan juklak.
 
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sumberarum Dwi Prianto, menjelaskan bahwa perihal laporan rutin adalah sumber realita yang dilaksanakan dari inventarisir, bukan copy paste, karena hal ini guna mengantisipasi bila ditinjau tidak terjadi selisih data."Kami laporan riil, bukan acuan pendahulu, termasuk mana petak rawan mana petak normatif, sehingga punya data.

Walau dihutan tidak punya pos akan tetapi punya strategi. Dan di RPH Sumberarum masih punya KU 10 seluas 11 hektar (tidak usah disebut petaknya-red), sedangkan petak rawan yakni 69,70,71,101. Di petak tersebut terdapat pula KU 3-4. Mengingat hutan tidak dipagari tembok tinggi , memang dalam 1 semester kehilangan 11 pohon, tujuan mereka hanya memperluas lahan garapan. Dan apabila lahan garapan sudah tutup kontrak dengan penggarap maka perawatan, pengamanan sepenuhnya tanggung jawab Perhutani, bukan lagi penggarap. Kecuali yang PKS (perjanjian kerja sama), dengan system sharing".
 
Lebih lanjut, mantan KRPH Clebung ini menyampaikan pula bahwa, dari awal masuk RPH Sumberarum, kondisi lahan hutan adalah katagori TBK/TK seluas 600-san hektar,,sedangkan potensi sekitar 300.

Alhamdulillah, kondisi me-'re' (reboisasi), seluas 2 x lipat potensi, ini justru menjadikan nilai kepuasan yang mahal, karena suatu saat dipindah tugas dari sini, punya tinggalan tanaman, hasil jerih payah untuk melestarikan hutan , menjaga, merawat.

Dan sedikit harapan belum tercapai yakni, guna sedikit demi sedikit menanggulani erosi, hendaknya menanami jenis jati. Karena setiap hujan deras, sudah pasti terjadi banjir, dan bibit yang tahan banjir adalah tanaman jati dari pada pohon kayu putih.

Dan untuk hara kayu putih, di sumberarum tidak begitu mendukung, termasuk hanyanya kayu putih, yakni 'rayap' & 'Tikus'. Karena sudah jadi keputusan pimpinan bahwa seluas 126 hektar tahun 2020, penanaman kayu putih, dan cuma 1 anak petak yang ditanami jati.

Untuk faktor penyebabnya kemungkinan kayu di lahan itu lebih dominan kayu putih, karena bila jati, tidak pernah jadi. Sedangkan claster saat ini berupa tanaman kayu putih di 3 anak luas 29,5 hektar", uraian KRPH Sumberarum.
 
"Untuk produksi 2020, berupa tebangan 'B' dari petak 86 luas 9 hektar dengan target produksi 20-m3 (Dua puluh meter kubik). Sedangkan untuk lepas kontrak yakni tanaman tahun 2018 petak 84, luas 13, 2 hektar.

Dengan pola rambate rata hayo antara KRPH Dwi Prianto,polhut Ngadirin, pitono, widodo, mandor tanam Lasmidi,Sutiyono, serta Gunadi (RKP), pola piket bergilir 2 hari 2 malam, tetapi tiap patroli tetep kompak, terbangun komunikasi internal baik, komsos dengan kades , tokoh masyarakat, pemuda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kanit intel, serta dukungan istri rimbawan , maka dapat melaksanakan tugas berusaha semaksimal mungkin sesuai Harapan pimpinan",ulas mbah mantri Dwi (sapaan akrab KRPH Sumberarum).
 
Administratur (Adm/KKPH) Bojonegoro Dewanto,S.Hut. MSc. Didampingi Waka Sub Tengah H. Juwanto, S.Hut.MM. KSS (Humas), Markum, Asper Dander H.Harihadi, menjelaskan bahwa , untuk RPH Sumberarum di tahun 2020, terluas claster jenis kayu putih, memang ada faktor penyebabnya, yakni banyak faktor faktor penyebab sebagai pertimbangan, karena sudah berulang kali menanam kembali jenis jati tidak jadi alias gagal, mudah mudahan mulai tahun bisa seperti di BKPH Sub Barat, tentunya nanti ada langkah langkah pencegahan untuk terhindar dari hama hama itu, misal rayap & tikus.(bersambung).(Eko).

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999