24 Juli 2020 | Dilihat: 113 Kali
Kapolsek Trucuk Pro Aktif Komsos Himbau Warga
noeh21

Kapolsek Trucuk Pro Aktif Komsos Himbau Warga
 
 
Bojonegoro || www.mapikor-news.com — Meskipun sudah agak sedikit reda pandemi covid-19, namun kepolisian sektor Trucuk tiada henti melakukan komunikasi sosial, guna mengantisipasi penularan kembali wabah yang tak bisa dilihat mata secara langsung dan tak bisa diraba, bernama corona .
 
Kapolsek Trucuk AKP.Sugimat, S.Ag. Ketika dikonfirmasi perihal tugas mengantisipasi Pandemi covid-19, menjelaskan bahwa walau sekarang ini konon sudah new normal, tetapi belum 99 %, maka Polsek Trucuk tetep melakukan pembinaan pada warga masyarakat yang berkumpul walau bukan secara massal, alias sedikit pun, harus memperhatikan 3 hal, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak, memakai masker. Apalagi berkerumunan belum boleh. Yang disawah masih ditolerir masker kaos diblungsungno, yang penting mulut dan hidung ter-filter, gak ngowos loos.
 
"Memang untuk kecamatan Trucuk dua bulan lalu viral, kalau warga terjangkit hingga berjumlah lumayan, bahkan tercatat meninggal 2, warga desa Sranak dan desa Mori. Lainnya sudah di nyatakan sembuh. Sedangkan muara kalau kecamatan Trucuk telah ada yang terjangkit diantaranya oknum dokter beralamat kecamatanTrucuk, lalu tersiar kabar, warga kecamatan ada yang sudah kena covid.

Maka muncul penutupan jalur . Sedangkan oknum dokter yang masuk jadi katagori pasien covid telah dikarantina di Bojonegoro. Sedangkan petugas kesehatan yang meninggal bukan warga kecamatan Trucuk. Tetapi warga kecamatan kota. Dari fenomena itu, karena covid-19 ini atensi Negara.

Maka sebelum Pemerintah menyatakan sudah 'bebas' , maka tetep mengacu protokol kesehatan. Adaptasi kehidupan baru, tetep memperlakukan sesuai  protokol kesehatan. Semua itu demi kesehatan bersama".ungkap AKP.Sugimat, S.Ag.
 
Camat Trucuk Heru Sugiarto, SE.MM. menambahkan bahwa ,seluruh pelaksana pemerintahan se-kecamatan Trucuk masih memberlakukan protokoler kesehatan , sampai batas waktu yang ditentukan pemerintah pusat.
 
Misal jangankan masuk lingkungan kantor kecamatan, warga akan membutuhkan pelayanan di kantor desa, harus memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan jarak antrian minimal 1,5 meter."suuuilahkan chek and crosschek, dilapangan",himbau camat Trucuk yang juga mantan kabag humas Pemkab Bojonegoro.
 
Dengan anjuran tersebut, wartawan menelusuri secara acak, yakni desa Tulungrejo, Trucuk, Sumbangtimun, Kanten, ternyata semua ready dengan fasilitas (cuci tangan pakai sabun.
 
Jawaban semua kades yang diacak keberadaan fasilitas dan system pelayanan, yakni kades Tulungrejo Darto,SE.,kades Trucuk Sunoko, serta kades Sumbangtimun H. Rokhim, dan kades Kanten Drs. Syamsul Hadi, menambahkan bahwa melayani masyarakat selalu berprotokol kesehatan, seperti anjuran 'dhuwuran' , Syukur kalau bisa bermasker dimana tempat juga malah bagus, termasuk cuci tangan pakai sabun jadi budaya tetap malah jooos.(Eko/Haris).

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999