24 April 2020 | Dilihat: 645 Kali
Giat Monitoring dan Evaluasi Pengawasan Pandemi Covid 19, KSOP Pangkalbalam Temukan ABK Kapal Tinggalkan Kapal
noeh21

Giat Monitoring dan Evaluasi Pengawasan Pandemi Covid 19, KSOP Pangkalbalam Temukan ABK Kapal Tinggalkan Kapal


* KSOP Pangkalbalam Minta ABK yang Turun Dari Kapal Tandatangan Surat PernyatPernyataan
 

Pangkalpinang | www.mapikor-news.com
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)  Pangkalbalam, Polsek Was Pangkalbalam dan bersama instansi terkait lainnya melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi pengawasan  terhadap keluar masuk kapal melalui pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, Jum'at (24/4/2020).

Kegiatan tersebut dilakukan atas keputusan pemerintah daerah agar tidak ada lagi kegiatan pelayaran yang melayani pengangkutan penumpang kecuali kegiatan pelayaran pengangkutan logistik atau kebutuhan bahan pokok sandang pangan. Dan pula merupakan dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona Covid 19.

Kepada Pers, Izuar Kepala KSOP Pangkalbalam mengatakan kegiatan yang mereka lakukan tadi merupakan bentuk pengawasan terhadap aktivitas di Pelabuhan Pangkalbalam, karena sebelumnya berdasarkan hasil rapat terpadu dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bahkan agar adanya  keluar masuk penumpang yang melalui pelabuhan Pangkalbalam dan Sadai sudah tutup. 

Hasilnya, dari kegiatan tersebut ternyata masih ada pihak kapal atau pihak perusahaan pelayaran yang tidak mengindahkan peringatan yang telah disampaikan, agar Abk (anak buah kapal) kapal tidak boleh turun ke pelabuhan karena dikuatirkan berdampak sebagai pembawa virus Corona Covid 19 apabila turun kapal.

" Berdasarkan SOP yang disepakati kami sudah menyampaikan kepada pihak perusahaan pelayaran atau pihak kapal agar melarang Abk untuk ke pelabuhan walaupun hanya sebentar saja, karena segala kebutuhan pokok mereka sudah disiapkan oleh pihak perusahaan pelayaran selama kapal tersebut belum berlayar ke tujuan lainnya " Kata Izuar kepada Jurnalis Babel, Jum'at sore (24/4/2020).

Sebagai tindak tegas terhadap ABK yang tidak mengindahkan SOP yang sudah disepakati agar menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi kesalahannya.

" Kami agar berikan sanksi tegas kepada ABK atau perusahaan pelayaran yang tidak mengindahkan SOP tersebut karena upaya pemutusan mata rantai  pandemi Covid 19 adalah kebijakan nasional yang harus kita laksanakan bersama, dan pula kapal  yang masuk ke Pelabuhan Pangkalbalam tersebut berasal dari pelabuhan pulau Jawa yang kita ketahui dari zona merah pandemi Covid 19, hal ini kita kuatirkan ABK bisa dikatakan sebagai karir atau pembawa virusnya, " tegas Izuar.

Pantauan Jurnalis Babel, kegiatan kapal penumpang sudah tidak ada lagi sejak hasil keputusan rapat terpadu dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu yang lalu, dan saat ini hanya terlihat aktivis bongkar muat kapal  yang memuat kebutuhan  sembako dan logistik lainnya. (Rikky Fermana)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999