23 Mei 2020 | Dilihat: 68 Kali
Fasilitas Kantor Negeri Haya di Bakar oknom warga,karena kesal BLT di bagi pilih kasi.
noeh21

Fasilitas Kantor Negeri Haya di Bakar oknom warga,karena kesal BLT di bagi pilih kasi. 

Malteng | mapikor-news.com. 

Fasilitas Kantor Neger Haya di bakar oknom Masyarakat Negeri Haya Kecamatan Tehoru- Maluku Tengah.Masyarakat melakukan protes terhadap pemerintah Negeri Haya terkait mekanisme pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) bagi warga miskin yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Pada Kamis (21/5) malam, warga meluapkan kemarahannya dengan melempar Kantor Desa yang berada RT 08 itu.

Warga yang emosi menghancurkan sejumlah fasilitas di Kantor Desa dan membakar sejumlah perabotan di rumah karantina yang disediakan Pemerintah Desa. Kericuhan ini mulai kondusif hingga pukul 01.00 WIT

Salah satu warga Haya yang enggan namanya diberitakan mengatakan, warga marah sebab prosedur penyaluran BLT tidak merata dan membingungkan.

“Awalnya kita disuruh kumpul Kartu Keluarga (KK), kemudian belakangan kita diminta untuk membeli kupon. Kupon itu untuk syarat mendapat BLT,” kata sumber tersebut.

Sumber menjelaskan, bahwa kupon tersebut hanya didapat oleh beberapa orang yang diduga punya ikatan emosional dengan pemerintah Negeri Haya. “Kupon itu diduga diberikan ke sekitar 20 orang saja,” kata sumber.

Sementara itu, salah satu staf Desa saat dikonfirmasi wartawan  menjelaskan, bahwa Pagu BLT DD itu sudah sesuai prosedur yang mana akan disalurkan ke 320 warga miskin di Haya.

“Jadi begini, Pagu BLT DD itu ada 35 persen. Jadi ada sejumlah 320 orang yang dapat, sesuai kriteria. Data itu dari tiap-tiap RT yang masukan, setelah disetujui Pemda baru kartu nama, baru kopon dari desa keluar berdasarkan nama-nama itu,” kata dia yang menolak namanya diberitakan, Kamis (21/5) malam.

Dia menilai, konflik yang terjadi diduga karena ada permainan politik. “Karna isu politik yang masuk, jadi problem,” sambung dia.

Dia mengatakan, rencana pembagian BLT 35 persen untuk 320 KK itu rencananya akan disalurkan pada Jumat (22/5), namun akan dipertimbangkan sebab adanya kericuhan itu.

“Mengingat kebutuhan lebaran ini maka rencana pembagian BLT 35 pesen untuk 320 KK direncanakan besok hari Jumat namun konflik jadi akan di pertimbangkan,”katanya.

“Itu dibayar 3 bulan, mulai pada Mei sampai Juli 2020 berdasarkan tahapan pencairan,” tutupnya.

Diketahui, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (Kemendes PDTT) telah melakukan perubahan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Peraturan ini diubah menjadi Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 6 Tahun 2020. Hal ini sebagai respon terhadap dampak virus corona bagi masyarakat.

Menteri Desa, Abdul Halim Iskandar mengatakan, presiden telah memerintahkan agar penyaluran dana bantuan bisa selesai sebelum lebaran, atau paling lambat saat lebaran. Dia mengatakan, sejatinya proses pencairan dana bantuan negara hingga sampai di tangan warga dengan proses yang sederhana.(tim)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999