30 Mei 2020 | Dilihat: 86 Kali
Direktur RSUD Masohi,dr Ursulla Surjastuti dalam Konpres menanggapi Status FB Milik Pasien covid-19.
noeh21

Direktur RSUD Masohi,dr Ursulla Surjastuti dalam Konpres menanggapi Status FB Milik Pasien covid-19.

Masohi | www.mapikor-news.com.
 
Direktur RSUD Malteng,dr Ursulla Surjastuti beri keterangan dalam konferensi pers yang digelar Gustu Malteng,terkait dengan status di FB milik pasien covid.Direktur RSUD Malteng tang didampingi, Juru Bicara Gustu dr Jeni Adijaya ( Kadis Kesehatan) dan Sekertaris Tim Gugus, Ir Bob Rahmat (Kadis BNPB) Malteng. Dalam penjelasannya, Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan dan Pencegahan covid-19, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), memastikan, pasien Positif covid-19 berinisial BKT sudah empat kali dilakukan pemeriksaan Swab yang diuji melalui PCR.

Hasilnya, BKT yang saat ini dirawat di RSUD Masohi, tetap masih terkonfirmasi positif covid-19.
Menanggapi status BKT (Pasien covid-19) yang saat ini dirawat di RSUD Masohi.Dirut RSUD dakam penjelasannya, Secara garis besar, tanggal 28 April 2020 dia dirawat, kemudian kita rapid test yang bersangkutan reaktif.

17 Mei, kita lakukan PCR pertama dan kedua, konfirmasi positif. Kemudian dilakukan tes PCR ulang ketiga dan keempat, Ia masih terkonfirmasi positif (covid-19), hasil terakhir 27 Mei,” kata Direktur RSUD Masohi, Dokter Ursulla Sujastuti,

Hal itu merupakan tanggapan terhadap status Facebook BKT melalui akunnya berinisial AZT.
              
Tambah Ursulla.             Kemudian sama dokter spesialis penyakit dalam, (BKT) sudah dilakukan perawatan sesuai SOP (covid-19)

Ursulla juga menjelaskan, BKT selama diruang isolasi, pelayanan terhadapnya selalu dilakukan seperti pasien umum lainnya. Ada pemeriksaan terhadap perkembangan kondisi pasien.

“Pelayanan pasien berdasarkan diagnosis penyakit dalam, kemudian dilakukan terapi sesuai Standar Prosedur Operasional yang ada. Dan sampai sekarang masih dalam perawatan dan kondisinya masih bagus, jelasnya.

Selain itu, untuk jatah makan  yang dikeluhkan BKT, kata Ursulla, tidak ada bedanya jatah makan pasien corona dengan pasien umum lainnya.
Dan pemberian makanan sesuai dengan kebutuhan gizi sama dengan pasien lain. Yang membedakan kebutuhan gizi itu pasien masing masing. Dan yang menentukan itu spesialis gizi.

Selain itu, terkait dengan pintu ruang pasuen yang isolasi digembok pakai rantai, Ursulla membenarkan,ya hal itu benar. 

Namun kata Dirut, hal itu lantaran BKT sering keluyuran diwaktu malam tanpa sepengetahuan pihak RSUD.
Memang untuk pasien covid ini kita isolasi sendiri dari pasien pasien lain. Memang pengalaman isolasi dia (BKT) pernah keluar dari ruangan (isolasi). Setelah itu kita minta pol pp untuk jaga, sejak saat itu sudah tidak bisa keluar. Dia kelaurnya malam. Memang pintu digembok pakai rantai tapi sekarang sudah dilepas karena sudah dijaga oleh Pol PP, Itu dilakukan karena dia pernah keluar.

Sementara itu, Juru Bicara Gustu Malteng, Dokter Jeni Adijaya mengatakan dalam waktu dekat pasien BKT akan dilakukan Swab ulang untuk memastikan   sembuh dari covid-19.kata kadis kesehatan. (Tari)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999