29 April 2020 | Dilihat: 48 Kali
Dinyatakan Sembuh, 7 Mahasiswa dan 1 Warga Dipulangkan ke Keluarga
noeh21

Dinyatakan Sembuh, 7 Mahasiswa dan 1 Warga Dipulangkan ke Keluarga

Namlea | www.mapikor-news.com
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buru, Ramly Ibrahim Umasugi SPI MM, secara simbolis melepas pemulangan tujuh mahasiswa dan satu warga masyarakat yg hasil PCR negatif, Rabu (28/4). 

Pemulangan Kedelapan warga Kabupaten Buru ini dibekali dengan surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan dan dokter yang merawat mereka, diberikan langsung oleh Ramly Umasugi, bert mpat di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Buru.
 

Kedelapan warga yang hasil PCR negatif dan dinyatakan telah sehat itu masing-masing satu orang dewasa Makaraeng Rate (Namlea), dan tujuh mahasiswa H. Asri  (Namlea), Muh Dzuiharnaen (Namlea), Abdul Rauf Masbait (Warmorat), Alwi Alu (Waemiting), Eston Leslesy (Waekase II), Jeremias Waemese (Waekase II), dan Wendri Waemese (Waegrahe).

Walau sudah dinyatakan sehat, kepada delapan warganya itu, Ramly menitip pesan, setibanya nanti di rumah sesuai protokoler kesehatan penanganan covid 19, mereka disarankan tetap melanjutkan prosedur karantina mandiri di rumah masing-masing.

Bahkan diminta jangan kontak fisik langsung dengan keluarga inti di dalam rumah."Jadi kamong pulang, sampaikan salam buat orang tua.Mungkin jangan bergabung Dolo sekitar satu Minggu,makan juga jangan satu piring , kamong pux Tampa makan sandiri Dolo selama satu Minggu,"pesan Ramly.

​​​​Ramly meyakinkan kepada warganya ini mereka kini semua sehat. Statusnya sama dengan masyarakat di kampung yang sehat-sehat juga .

Secara khusus Ramly akan meminta kepada para kades untuk mensosialisasi kondisi kesehatan warganya ini agar mereka diterima dan tidak ditakuti warga lain.

Dalam kesempatan itu, Ramly sempat menanyakan perlakuan penanganan kedelapan warga Buru ini selama diisolasi dan dikarantina, mulai dari pelayanan, jatah makanan dan lain sebagainya. Dan dijawab baik, termasuk diberi obat-obatan.

Ramly menyatakan rasa syukurnya di hadapan delapan warganya ini, setelah Diswab hasilnya negatif. Hanya Fandi (FN) saja yang hasil PCR positif."Fandi juga dalam keadaan baik. Tadi malam Beta ada telepon dia agar patuhi aturan, seng boleh stress dan beristirahat yang cukup,Insya Allah dia akan sehat,"ungkap Ramly.

Dalam kesempatan itu, Eston Leslesy sempat menyampaikan keluhannya karena dijemput lagi di kampung halamannya, sehingga ada kesan buruk dari masyarakat terhadap keluarga dan kampungnya.

Menanggapi itu, Ramly yang juga Bupati Buru balik bertanya kepada Eston Leslesy"Mau baik ka seng, mau saudara - saudara baik ka seng ?," dan dijawab oleh Eston mau baik dan mau saudaranya juga selalu baik .

Menyambung jawaban itu, Ramly menegaskan, yang dilakukan oleh Satgas Covid 19 Kabupaten Buru sudah sesuai prosedur.Tidak ada niat lain dan jangan bikin masalah."Katong tampung di karantina harus kasih makan, bayar uang kamar.Srng mungkin Katong bikin sesuatu yang menyalahi aturan.  Katong bikin par samua punya baik, ikuti saja,"tegas Ramly.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid 19 Buru, Nani Rahim kepada wartawan menjelaskan, tim masih kesulitan tracking teman kontak erat Pasein 02 Buru (23 Maluku)."Kami agak kesulitan dapat info karen la mereka yang diwawancarai sangat tertutup,"akui Nani Rahim.

Tim satgas terus bergerak cepat dengan mengumpulkan l informasi di seputaran Kampus Uniqbu, warung kopi dan salah satu kos-kosan di Lorong Pohon Jati 1, juga tidak jauh dari Kampus, tempat biasa FN selalu nongkrong dengan rekan-rekannya.

Ada dua oknum satu Alumni Uniqbu dan satu masih aktif di kampus  yang terkonfirmasi satgas pernah kontak langsung dengan FN dan HM.Hanya disayangkan keduanya tidak kooperatif."Keduanya tidak mau mengakui pernah kontak dengan FN dan HM,"sayangkan Nani Rahim.

Walau demikian, tim sudah mendapat tujuh nama teman kontak erat FN, termasuk pacarnya berinitial ESW."E, tadi sudah langsung dirapid test , hasilnya negatif.

Sebelumnya E juga telah selesai jalani karantina karena baru pulang dari zona merah,"jelas Nani Rahim.

Sesuai rencana, esok empat teman kontak juga akan jalani rapid test. Keempat orang ini sangat kooperatif.

Selain tracking dalam kota, tim juga akan lakukan tracking sampai di kampung halaman FN di Desa Silewa, Kec.Fenalisela. Ada empat keluarga dekat FN yang akan diperiksa kesehatan.

"Tim sudah ke Silewa, hanya kami belum dikonfirmasi ada tambahan jumlah tracking atau hanya empat kekuarga dekat FN ,"imbuh Nani Rahmi. (Tim)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999