16 April 2020 | Dilihat: 1077 Kali
Diduga Penipuan Wakil Bupati Bangka Selatan Diperiksa Polda Babel Selama Enam Jam
noeh21

Diduga Penipuan Wakil Bupati Bangka Selatan Diperiksa Polda Babel Selama 6 Jam

 
 
Pangkalpinang || mapikor-news.com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimmum) Polda Bangka Belitung (Babel), memeriksa Wakil Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid selama 6 jam atas laporan dugaan penipuan senilai Rp700 juta, Kamis (16/4/2020).
 
Selama diperiksa sejak pukul 09.40 WIB hingga pukul 16.00 WIB, Ketua PAC PDIP Bangka selatan (Basel) memenuhi panggilan Penyidik Ditreskrimmum yang di laporkan oleh seorang pengusaha asal Toboali Jimmy Saputra dengan laporan penipuan dan penggelapan pada 20 Maret 2020 lalu.
 
Riza tiba di Polda Babel, sekitar pukul 09.40 WIB bersama dengan Ketua DPRD Bangka Selatan, Erwin Asmadi yang juga dipanggil terkait kasus laporan tambak udang.
 
Di pintu masuk kantor Ditreskrimmum Polda Babel, Riza membenarkan bahwa dirinya memenuhi panggilan Polda Babel terkait dengan adanya laporan dari Jimmy Saputra.
 
Namun ia mengatakan belum mengetahui seperti apa laporan tersebut. apakah masih berbentuk laporan informasi atau sudah dalam bentuk laporan pengaduan.
 
Untuk keterangan selanjutnya kata Riza, ia meminta agar media mengkonfirmasikan kepada penasehat hukumnya, Iwan Prahara yang juga kader PDIP Babel. “Nanti sama Iwan Prahara aja ya keterangannya,” katanya singkat.
 
Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Budi Hermawan mengatakan pemanggilan terhadap Riza Herdavid saat ini baru sebatas sebagai saksi untuk penyelidikan atas laporan Jimmy Saputra.
 
“Memang benar hari in ada pemeriksaan terhadap Wakil Bupati, Riza Herdavid dalam rangka penyelidikan sebagai saksi dari laporan Jimmy Saputra,” ujarnya.
 
Menurut Budi, saat ini pihaknya masih melakukan upaya penyelidikan untuk membuktikan ada tidaknya unsur pidana dalam laporan itu. Terkait ada tidaknya upaya mediasi dari pelapor dan terlapor dirinya belum mengetahui.
 
“Kita hanya melakukan penyelidikan dulu untuk mengetahui apakah laporan yang di laporkan ini masuk nggak unsur pidananya,” tegasnya.
 
Dia menjabarkan, panggilan ini adalah panggilan pertama kepada Riza Herdavid. Sebelum ini pihaknya sudah memanggil beberapa orang untuk di mintai keterangan, saksi yang dipanggil termasuk pihak pelapor.
 
“Terkait adanya surat tanah yang dijamin atas nama orang lain dari Riza ke Jimmy, kita belum memeriksa apa bentuknya. Nanti kita akan panggil nama-nama yang ada di surat tanah tersebut dan akan kita telusuri sejauh mana persoalannya,” tukasnya.
 
Sementara Iwan Prahara yang mengaku telah menjadi penasehat hukum Riza Herdavid mengatakan kalau saat ini belum bisa memberi keterangan terkait hasil pemeriksaan tesebut karena hasil pemeriksaan belum selesai, nanti kalau sudah selesai, baru bisa memberi keterangan.
 
Namun Iwan menegaskan sebagai Kader PDIP, dirinya akan mendamping Riza Herdavid dalam menghadapi persoalan hukum tersebut. “Saya akan mendampinginya sesuai instruksi partai,” tukasnya.
 
Sedangkan, wakil bendahara umum DPP PDI Perjuangan Rudianto Tjen mengatakan PDIP akan melakukan langkah terkait persoalan ini.
 
Saat dihubungi sejumlah wartawan, Rudianto menegaskan sebagai kader, PDIP akan mempelajari persoalan ini.
 
“Tentu saja sebagai kader partai kita akan pelajari kebenaran nya, atau hanya fitnah menjelang pilkada. Kita akan pelajari juga motif-motif apa sampai ada yang melaporkan seperti itu, akan kita pelajari semua,” ujarnya.
 
Selain itu, sebagai kader, PDIP sudah mempersiapkan langkah hukum. “Tentu saja sudah menjadi kader, team hukum kita akan mendampinginya dan ternyata kalau fitnah, kita harapkan ada jalan keluarnya,” kata Rudianto Tjen. (Ahmat Aryandi)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999