22 Juni 2020 | Dilihat: 53 Kali
Coffee Morning Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Seram Bagian Timur (SBT)
noeh21

Coffee Morning Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Seram Bagian Timur (SBT)

Masohi| mapikor-news. com - 
Komandan Komando Distrik Militer (Dandim 1502/Masohi), Letnan Kolonel (Letkol) Nunung Wahyu Nugroho, S.IP. Menggelar kegiatan Coffee Morning bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Malteng dan Kabupaten Seram Bagian Timur Jumat (19/6).
Diskusi yang berlangsung di Aula Makodim 1502 dan dihadir Bupati Malteng Tuasikal Abua, SH. Bupati SBT Mukti Kaliobas, Kapolres Malteng, Kapolres SBT,  Kajari Masohi, Ketua Pengadilan Negeri Masohi, pimpinan OPD Malteng dan SBT, Danyon 731/Kabaressy, Danden POM, Pimpinan Perbankan di Masohi.
Pada kesempatan tersebut Bupati Malteng Tuasikal Abua, dalam sambutannya berharap melalui pertemuan ini, kedepannya Forkopimda Malteng dan Seram Bagian Timur, (SBT), akan lebih bersinergi dan meningkatkan Koordinasi terutama dalam pengambilan kebijakan terkait penanganan COVID-19 serta persiapan pelaksanaan New Normal di masing-masing daerah serta berharap dukungan dan peran aktif dari seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah baik Malteng maupun SBT.

Sementara itu Bupati SBT Mukti Kaliobas, mengatakan bahwa untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di dua kabupaten perlu menyatukan konsep, sebab kita tidak pernah tau kapan wabah ini akan berakhir.
 

Penanganan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, adalah satu tujuan hari ini kita ketemu untuk mengumpulkan berbagai gagasan,  apa yang dilakukan Pemkab Malteng dengan memperketat pintu masuk termasuk daerah perbatasan kabupaten merupakan langka tepat dan hal ini kami sangat mendukung, sebagaimana kita tau bahwa wilayah pulau seram sangat luas dan pintu masuk dari berbagai penjuru ada, mau dari papua melalui SBT maupun Malteng semuanya bisa, sebaliknya dari Ambon maupun Maluku Tenggara bisa melalui melalui SBB,  Malteng dan juga SBT. 
Saat ini aparat semakin ketat,   sebaliknya masyarakat juga semakin pintar untuk beralasan dan melalui segala jalur jalan yang penting mereka bisa pulang sehingga tidak terdeteksi oleh aparat gugus covid 19.
 

Begitu pula masyarakat Seram Bagian Timur khususnya mahasiswa yang ada di Ambon kita larang untuk kembali ke kampung,  dan biaya hidup mereka menjadi tanggung jawab pemda, namun saat ini meraka minta untuk kembali pulang alasannya bahwa biaya hidup dari pemda sudah habis,  ini menjadi persoalan baru untuk kita pikirkan bersama agar bisa terkondisikan ungkap Bupat Seram Bagian Timur.  (tim)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999