31 Mei 2020 | Dilihat: 716 Kali
Bergerak Bersama Sebagai Kontrol Sosial Menguak Masalah Masyarakat Beltim Yang Tak Kunjung Usai.
noeh21

Bergerak Bersama Sebagai Kontrol Sosial Menguak Masalah Masyarakat Beltim Yang Tak Kunjung Usai


Beltim | www.mapikor-news.com - 
Ibnu, Ketua Ormas LAKI ( Laskar Anti Korupsi Indonesia) DPD Babel, ditemani salah seorang anggotanya, Suhendra, menyambut hangat kedatangan dua orang personel TRC BPAN LAI ( Tim Reaksi Cepat Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia ) Tora dan Yanto di kediamannya di dusun Batu Air desa Tanjung Batu
Itam kecamatan Simpangpesak, Beltim pada Minggu (31/5/2020).

Awak media Mapikor.com yang ditemani  Garry anggota Sapma ( Satuan Pemuda Mahasiswa ) MPW Pemuda Pancasila Babel yang  telah lebih dulu datang di rumah Ibnu dalam rangka  silaturahmi lebaran, berbagi tempat dengan personel TRC BPAN LAI tersebut, tak lupa tuan rumahpun menyuguhi aneka kue kering dan minuman kopi untuk menemani obrolan.

Pertemuan informal yang sengaja direncanakan sehari sebelumnya ini, selain silaturahmi berlebaran sebenarnya adalah untuk membahas beberapa hal serius tentang masalah yang dialami masyarakat Beltim dimana selama ini terasa seakan tak kunjung usai dan tak ada solusinya.

“ Masalah masalah serius sebenarnya adalah PR bagi para Pejabat dinas terkait dan aparat penegak hukum yang bertugas di Beltim maupun yang ada di Provinsi hingga pusat, tak lain adalah masalah yang itu itu saja, dari tahun ke tahun selalu yang jadi masalah adalah tata kelola lahan pertambangan baik itu pasir, tanah liat maupun mineral, serta perkebunan besar yang ada disini, kita disini adalah untuk berdiskusi memikirkan langkah apa yang akan kami tempuh guna membantu pemerintah menyelesaikan masalah tersebut” ujar Ibnu.

Sementara Tora sapaan lelaki tegap berbadan gempal ini, mengatakan bahwa selaku bagian dari Badan Penelitian Aset Negara, sesuai tupoksinya  berhak menelisik data data yang berkaitan dengan hal tersebut dengan menelusurinya bersama tim TRC BPAN LAI yang dipimpin oleh Iwan Andriyansyah, yang saat itu berhalangan hadir. Hal ini di amini oleh Yanto yang menambahkan pula bahwa semua yang akan dilakukan adalah kesepakatan bersama tim dan selalu didiskusikan bersama ketuanya. 

“ Kita tahu tata kelola lahan pertambangan dan perkebunan besar, selalu berdampak bagi masyarakat sekitarnya, baik itu secara sosial ekonomi maupun lingkungan, kami dari LAKI akan coba mengurainya dari dasar dasar perizinannya, apakah benar mereka menambang dan berkebun sesuai IUP atau HGU nya, perizinan AMDALnya, izin Pelsusnya, pinjam pakai lahan , dana CSR dan lain sebagainya” kata Tora.

Data data perizinan tentang tambang dan perkebunan sudah seharusnya mudah diakses oleh seluruh masyarakat sekitar lokasi , agar bisa sama sama mengawasi gerak jalan kegiatan usaha yang dibuka oleh para pengusaha lokal ataupun investor yang membuka usaha dan menanamkan modalnya di Beltim, agar bisa meminimalisir permainan curang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“ Bergerak bersama sebagai kontrol sosial dengan mengedepankan supremasi hukum adalah langkah utama kami” pungkas Ibnu.

Pertemuan diakhiri dengan berphoto dikawasan salah satu Pelsus yang ada di Batu air, disinari matahari sore dan background Tongkang yang sedang loading muatan pasir.  
( Iwan Gabus )

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999