12 Mei 2020 | Dilihat: 1093 Kali
Atas Ijin Bupati Malteng, Raja Negeri Tananahu jadikan 400 Ribu Dana BLT Dengan Bahan Pokok sembako.
noeh21

Atas Ijin Bupati Malteng, Raja Negeri Tananahu jadikan 400 Ribu Dana BLT Dengan Bahan Pokok sembako.

Malteng | www.mapikor-news.com
Raja Negeri Tananahu, Ny Julia. Awayakuane, uang sejumlah 400.000,( empat ratus ribu) dijadikan sembako untuk dibagikan kepada masyarakat Negeri Tananahu,Kecamatan Teluk Elpaputi, Kabupaten Maluku Tengah Sebanyak 230 Kepala Keluarga penerima Bantuan Langsung Tunai ( BLT) yang dilaksanakan di Kantor Negeri Tananahu, Sabtu 9 Mei 2020.

BLT sebesar 600 ribu yang bersumber dari Dana Desa itu, disalurkan ke penerima secara tunai dan non tunai. Artinya, pembagian  separuh BLT dilakukan  dengan  uang kes,sebesar 200.000/ KK dan sisanya 400.000 diserahkan dalam bentuk kebutuhan bahan pokok.

Artinya warga hanya menerima uang tunai sebesar 200 ribu, dan sebagian dari dana itu yakni 400 ribu, telah dikonversikan dengan sejumlah bahan pokok.

Raja Negeri Tananahu, Yulia Awayakuane, kepada wartawan,
mengatakan, dari 600 ribu dana BLT tahap satu, masyarakat hanya menerima dana tunai sebesar 200 ribu, Sementara sisa dari dana BLT sebesar 400 ribu, dikonversikan ke sejumlah bahan pokok yang diserahkan ke warga penerima.
Julia memjelaskan pembagian dana BLT sebagian dengan kebutuhan bahan pokok Itu, berawal dari kesepakatan Negeri (dalam musyawarah khusus), antara Pemerintah Negeri, Saniri Negeri dan Relawan, para RT dan masyarakat. Kesepakatan itu termuat dalam notulensi rapat dan disampaikan ke Camat, Dinas Pemberdayaan, Dinas Sosial, Pak Sekda dan juga ke Bapak Bupati,” ujar Awayakuane.

Disinggung soal konversi BLT ke kebutuhan bahan pokok tidak sesuai dengan regulasi dari Pemerintah Pusat, Julia tidak mengelak dan mengakui belum ada aturan soal konversi tersebut.

Namun lanjut Yulia, apa yang menjadi kebijakan itu merupakan kesepakatan bersama, yang bertujuan untuk meringankan warga penerima, untuk dapat mengakses kebutuhan pokok dengan mudah dan harga terjangkau.

Pertimbangan lain, lantaran akses warga Tananahu ke Kota jauh, Sehingga untuk beli bahan pokok di Kota, konsekwensinya harus ada pengeluaran ongkos transport.
Jadi dalam notulensi rapat bersama di Negeri itu tertera berapa dana BLT yang kita serahkan langsung dan berapa dana yang kita salurkan dalam bentuk bahan pokok. Dan notulesni itu disampaikan, kemudian disetujui Pak Bupati. Sehingga kebijakan atas kesepakatan kita di Negeri, dapat kita laksanakan dengan baik. Dan semangat kita waktu itu sama, yakni memudahkan masyarakat untuk dapat membeli kebutuhan bahan pokok,” tandasnya.

Apalagi kata Yulia, disaat musim pandemi COVID-19, Bulan Puasa dan akses ke kota jauh, menjadi salah satu pertimbangan urjen Pemerintah Negeri untuk mengkonversikan sebagian dana BLT dengan sejumlah kebutuhan bahan pokok.

“Dan ini juga ini dalam kondisi COVID-19, jangkauan ke kota juga jauh, dan dalam bulan puasa. Jadi kita membantu masyarakat agar mudah dapatkan kebutuhan bahan pokok. Yang penting, jumlah harga bahan pokok yang diberikan itu sesuai dengan jumlah uang 400 ribu,” tegasnya.

Dijelaskan, sisa dana 400 ribu yang dialihkan ke bahan pokok itu diantaranya beras anggur sebanyak 20 kg, minyak kelapa bimoli 2 liter, gula 2 kilo, tepung terigu 2 kilo, tepung sagu 15 kilo, dan telur.

“Saya kira kebijakan yang kita buat tidak ada salahnya, yang penting 600 ribu itu benar-benar tersalur meski ada yang dalam bentuk uang dan ada dalam bentuk bahan pokok, kata Awayakuane.
Awayakuane juga mengatakan, pembagian BLT tidak hanya dilakukan Pemerintah Tananahu dan Saniri, Namun dalam pembagian itu juga diawasi oleh Camat, pihak Polsek dan pihak Koramil.Tutupnya.(Tim)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999