17 Juni 2020 | Dilihat: 268 Kali
Angka Kasus Kenakalan Anak Meningkat di Beltim.
noeh21

Angka Kasus Kenakalan Anak Meningkat di Beltim.

Manggar, Beltim | www.mapikor-news.com


Kasus kenakalan anak-anak dan remaja mendominasi kasus yang ditangani Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur. Hingga Mei 2020 ini, dari total 8 kasus yang ditangani, 5 diantaranya merupakan kenakalan remaja.

          Ada pun kasus kenakalan anak atau remaja mulai dari konsumsi minuman keras, pencurian hingga tindak asusila. Seluruh kasus sudah diselesaikan dengan proses kekeluargaan dengan mengedepankan hak anak. 

          Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Efita Santy mengatakan meski tak terlalu seignifikan, angka kasus kenakalan remaja di tahun 2020  mengalami kenaikan. Tahun lalu, hingga Mei 2019 baru 4 kasus yang ditangani.

          “Mudah-mudahan tidak bertambah lagi. Soalnya tahun lalu, belum sebanyak sekarang. Kalau tahun 2019 total kasus kenakalan anak 12 kasus,” ujar Efi kepada Diskominfo Beltim di ruang kerjanya, Rabu (17/6/20).  

          Menurutnya, hampir seluruh kasus kenakalan anak dan remaja dikarenakan kurangnya perhatian orang tua. Bahkan disinyalir, anak-anak yang terseret kasus lantaran keluarganya sudah ‘tidak utuh’ lagi.

          “Anak-anak ini biasanya berasal dari keluarga broken home. Mereka tidak tinggal dengan ayah ibunya tapi dititipkan ke nenek atau keluarga lainnya. Mereka kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian orang tua,” ungkap Efi.

          Selain faktor kurangnya kepedulian dan kelalaian orang tua juga dapat menyebabkan terjadinya kenakalan anak. Hal ini lantaran kedua orang tua lebih sibuk mengurus pekerjaan ataupun kegiatan lainnya, sehingga waktu bersama jadi anak berkurang.

          “Karena seharian berada di luar rumah, mereka bergaul di lingkungan yang salah, akhirnya terjerumus. Pembentukan karakter anak itu adalah dasar agar mereka bisa menghadapi pengaruh global,” kata Efi.

          Bukan hanya kenakalan anak, Mantan Kabid Perencanaan Ekonomi, Sumber Daya Alam dan Sarana Prasarana Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah menyatakan angka penikahan usia dini juga patut jadi perhatian bersama. Dia menyebut hingga Mei 2020 sudah dua kasus yang dilaporkan.

          “Kasusnya di Kecamatan Kelapa Kampit, yang jadi keprihatinan kasus pernikahan itu terjadi tidak berselang lama. Ini yang dilaporkan ke kita, mungkin masih banyak yang belum dilaporkan,” sesalnya.
( Iwan Gabus –Sumber Diskominfo Beltim)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan H.Ten No.47
Rawasari Jakarta Timur 13220  Jakarta Pusat
Telp. /Fax: 021 - 99999999